Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
103 : PUM : Ingin lebih


__ADS_3

Karena yang terpenting adalah, mereka bisa menikmati kebersamaan mereka berdua. 


Itulah yang mereka berdua pikirkan. 


“Mmph …, mphh …” Ovin, dia pun terus melu mat bibir dari saingannya itu dengan penuh semangat, karena akhirnya dia bisa mendapatkan apa yang dia mau, dan yang dia cium itu juga ternyata menerima kemauannya itu, maka di proses kali ini, sama sekali tidak ada pemaksaan sama sekali. ‘Padahal aku menelan air liur orang, tapi kenapa aku menikmatinya seperti ini?’ 


Ovin yang sama sekali tidak mengerti dengan akal sehatnya itu, hanya bisa menikmati apa yang sedang dia lakukan itu. 


Jika di satu sisi, Ovin memikirkan soal ciuman nya itu, maka tidak dengan Franz yang justru memikirkan kedua tangannya sendiri yang benar-benar sudah tidak bisa di ajak kerja sama karena kedua tangannya itu seperti berada di luar kendalinya, terus bertindak sendiri. 


‘Tanganku, dasar …, kenapa tanganku menggerayangi tubuhnya? Dan ini! Ah! Aku menemukan apa ini? B-bukannya ini-’ Semua kalimat yang ada di dalam pikirannya pun terhenti saat tangan kiri Franz saat ini sedang menjamah punggung milik Ovin, atau Istrinya itu, sampai dibalik perbuatannya untuk terus mengelus punggung nya Ovin, dia akhirnya menemukan sesuatu yang mengikat di dalam sana.

__ADS_1


Seolah jari-jari tangan nya tahu apa tugas mereka sekarang, maka tanpa di kontrol lagi, tangan kirinya itu melepaskan ikatan dari bra yang ada di belakang punggungnya Ovin. 


KLIK…


Di tengah-tengah ciumannya yang sedang berlangsung, Franz langsung membelalakkan matanya saat dia merasakan kalau jari tangannya yang sedang nakal itu sudah berhasil melakukan pekerjaannya sebagaimana mestinya. 


“Phuah …” Ovin pun akhirnya melepaskan tautan dari bibir mereka berdua. Kembali duduk dengan posisinya saat ini yang sedang menduduki tubuh Franz bagian atas, Ovin langsung menyeka bibirnya yang terkena banyak ludah itu dengan lengan seragam nya. 


Karena sekarang tubuhnya jadi merasa gerah, Ovin pun dengan serta merta melepaskan blazer seragam sekolah nya itu dan membuangnya ke samping kanannya dengan cukup kasar, sampai Franz akhirnya bisa melihat apa yang Ovin lihat di dalam pakaian dari seragam pendek berwarna putih itu. 


Apalagi setelah Franz tiba-tiba melihat tali dari bra itu keluar dari dalam lengan baju seragam lengan pendek yang di pakai Revina itu. 

__ADS_1


Dan tanpa aba-aba atau sepatah kalimat dari musuh ciuman nya itu, tiba-tiba kembali mendaratkan tubuhnya di atas dada bidang milik Franz, meraih wajah tampan dari suaminya itu, lalu mulutnya pun kembali mendapatkan makanannya untuk mel lu mat bibir itu. 


“Su-mphh..!” Sayangnya Franz tidak bisa mendapatkan kebebasannya, karena dia saat ini sedang di kungkung oleh tubuh nya Ovin. 


Jelas itu adalah posisi yang terbalik. 


Jika biasanya seorang perempuan ada di bawah laki-laki, maka mereka berdua menjalani peran yang malah terbalik dari pada umum nya. 


“Stop!” Setelah merasakan kalau ciuman kedua nya itu sangat berbeda dari yang tadi, Franz pun langsung memberanikan dirinya untuk memberhentikan perbuatan dari layanan plus-plus dari perempuan yang notabene nya adalah Istrinya Franz.


Dan Franz sengaja menghentikan nuansa gairah yang membuat seluruh tubuhnya jadi terasa panas itu, karena dia melihat Ovin yang kini sudah berhasil melepaskan kancing kedua dan ketiga dari baju pendek dari seragam nya itu, sekarang hampir saja hendak menarik baju nya sendiri untuk memberikan kesempatan dan ruang yang besar untuk Franz lihat serta perhatikan juga amati?

__ADS_1


Ovin memang mengharapkan itu, tapi sayangnya tindakannya itu justru saat ini sedang di cegat oleh Franz. 


“Kenapa? Bukannya ini tujuanmu melepaskan pengaitnya?” Tanya Ovin, tanpa ada terlihat kata sebuah malu. 


__ADS_2