Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
PUM : Jerry


__ADS_3

Kalian tahu, berkata jujur itu berat dan faktanya sering menyakitkan.


Tapi dengan begitu, berkata jujur bisa menyesaikan semua kesalahpahaman yang terjadi dihidup kalian.


Walau tidak jarang, mereka akan menyangkalnya karena tidak percaya.


______________


Suhu yang dingin menyentuh kulit tipisnya, udara yang terhirup terasa sangat menusuk hidungnya, perasaan dari aroma bau tanah dan besi, hidung yang cukup sensitif itu akhirnya bisa menyadarkan pikirannya untuk segera membuka matanya yang masih terasa berat untuk ia buka.


"................ " tanpa membuat suara, matanya sekarang akhirnya sudah terbuka. Dalam kondisi masih dalam pengaruh obat bius, Ovin memaksakan dirinya untuk berusaha terus sadar.


[ Dimana ini?. ] batin Ovin.


" Kau sudah bangun?. " satu suara itu menyadarkan Ovin untuk menoleh ke kanan, dan siapa? Dia adalah Jerry.


" Apa? Kenapa kau bisa disini?" Ovin langsung memburu Jerry dengan pertanyaan tersebut.


Dan ketika melihat kebawah, rupanya tubuhnya dalam kondisi duduk dengan terikat oleh tali.


" Apa kita baru saja diculik?. "


" Itu..... " Jerry ragu untuk menjawab pertanyaan pertama dari gadis itu.


" Awalnya aku ingin menyelamatkan kalian berdua, tapi malah ikut tertangkap. " dan berakhir dengan berkata jujur, toh mau menyangkal dengan alasan apa pun...


[ Dia akan tahu kalau aku berbohong. ] karena tak dapat dipungkiri kalau gadis bernama Oktavin ini memang pintar, meski terhalang oleh masalah penyakit aneh itu, tapi tak menyulitkkan fakta yang lainnya.


Flashback...


Di malam itu, Jerry tak sengaja sedang berbincang dengan seseorang lewat telefon, sambil berjalan menyusuri taman dengan tanganmembawa satu kantung belanjaan, tangan lainnya digunakan untuk memainkan ponselnya selagi bertelefon dengan headset.


* Aku pasti akan datang menemuimu lagi, tapi bukan bulan ini. * kata Jerry dengan orang di ujung telefon.


" Iya.....jaga baik-bak dirimu. *


TUT......


Jerry akhirnya memutuskan panggilan tersebut.


" Kemana dia pergi?, aku tidak bisa menemukannya dimanapun. " gumam Jerry tat kala pikirannya memikirkan kemana gadis si penyelamat hiudpnya pergi?.


" Kau tahu itu??. "


Langkah Jerry terhenti saat mendengar suara yang sangat ia kenali.


Kepalanya menoleh ke sana kemari untuk mencari daei mana asal sumber suara itu.


" Tapi setidaknya aku mau jujur padamu, bagaimana caraku mengatakannya ya?..... "

__ADS_1


[ Ini....?, suaranya oktavin?. ] batin Jerry, dan memutuskan untuk mencari-cari keberadaan pemilik suara itu.


Jerry membuat langkah lebar, karena sayip-sayup ia merasakan ada keberadaan dua orang yang ridak jauh di mana ia berdiri tadi.


" Sejujurnya......aku...senang bisa memilikimu karena orang tuamu. Wa...walau begitu, awalnya aku memang membencimu. "


[ Apa yang dikatakannya?, apa maksudnya?. ] Jerry verusaha untuk mencari-carinya, dan tepat di arah jam 5 , Jerry memusatkan pandangannya pada kolam air mancur dan tepat di sebelah kolam tersebut ada dua orang sedang berdiri.


" Oh...jadi kamu membenciku karena apa?. "


[ Hah?, apa yang sedang mereka berdua bicarakan?. ] Jerry memang salah, karena menguping pembicaraan orang lain, tapi mau bagaimana lagikalau perasaan penasarannya lebih tinggi dibanding tata krama?.


" Karena....ibuku menyelamatkanmu, dialah yang meninggalkanku. Aku membencimu karena itu, dan....aku ingin.....membuatmu....... menjadi milikku dengan balas jasa.....yang sudah ibu dan...aku berikan. "


" Maksudmu, keterlibatanmu menyelamatkan orang tuaku adalah agar mereka bisa membalas jasamu dengan menikahkanku denganmu?, dan itu semua dipicu karena kebencianmu yang pertama itu?. "


Jerry masih terdiam di balik pohon dan mengintip mereka berdua. Lalu Jerry pun baru pertama kali melihat Franz dan Ovin terlihat dekat, apa lagi dengan ekspresi wajah kecewa yang sedang dibuat oleh Franz.


".................."


Franz seketika termenung, menatap punggung gadis di depannya dengan tajam, dan bibirnya mulai berkata lagi.


" Kalau begitu, kenapa hari ini kau mau jujur padaku dengan semua hubungan ini?. Bukannya kau membenciku? "


" Aku...tidak bisa memendam kebencian itu lama-lama, kau tahu........aku...lemah pada wajah tampan, termasuk kau.. " detik itu juga Ovin langsung menutup wajahnya karena perasaan malu.


" Aku menderita penyakit aneh ini juga karena kebencian itu, dan wajah laki-laki yang bisa aku lihat cuma kau dan paman Chade, makannya.....aku.....dekat dengan paman Chade. "


"................." Ovin tidak tahu mau menjawab apa, jadi ia terdiam membisu.


[ Jadi...dia bisa melihat wajah dua orang diantara banyak orang?. ] muncul satu fakta baru, bahwa Ovin yang memiliki penyakit aneh itu, penyakit seperti buta wajah....tapi ternyata gadis tersebut memiliki dua wajah orang yang bisa dia lihat, yaitu Franz dan satunya lagi adalah kakak Chade yang ternyata adalah pamannya si gadis tersebut.


Jerry kembali menyimak pembicaraan mereka berdua dalam diam.


" Ya sudah, kita pulang. Ibuku sedang menunggumu, dia memojokkanku terus agar bisa menemukanmu secepat mungkin, dan semuanya....sudah termasuk dengan penjelasan itu, dimana aku diselamatkan oleh ibumu. "


ucap Franz, nadanya begitu datar karena sedang menahan amarahnya sendiri.


" Jadi...bagaimana caraku menebus kesalahan atas sepeninggalnya ibumu?. "


[ Apa?, ibunya meninggal karena menyelamatkan anakitu?. ] fakta baru lagi didapatkan Jerry.


"..............! " Ovin yang mendengar perkataan Franz ingin menebus kesalahan karena ibunya ( Ovin ) yang meninggal, merasa sedih. Harusnya senang Franz mau menebus jasa ibunya, tapi Ovin merasa kalau Franz memang sengaja alias berkata dengan terpaksa.


" Tid- "


" Kau mau aku menjadi suami yang baik kan?. " kata Franz lagi.


Dan seketika, Jerry terbelalak dengan pernyataan Franz itu.

__ADS_1


[ Ha????....., su..suami?, hubungan mereka...., tidak...jadi maksud dari Ovin menolakku waktu itu karena dia memang sudah menjalin hubungan sejauh ini dengan Franz itu?. Bagaimana bisa....suami?, istri?......bukannya mereka terlalu muda di hubungan seserius itu?. ] tak disangka dan tak dapat dipercaya, fakta terbesar akan hubungan mereka berdua, yaitu sudah menjadi suami istri.


Kelihatan konyol, tapi melihat raut wajah serius Franz, serta dimana dua orang tersebut tinggal bersama tapi disangkal dengan alasan lain, sudah dijadikan acuan akan kebenaran itu sendiri.


Ovin segera berbalik menghadap Franz lagi.


" Tidak...bukan be- " namun perkataannya selalu disela oleh pria ini.


" Aku akan melakukan semua sesuai permintaanmu.. "


" Tidak!, kau...tidak ha- "


" Atau mau melakukan itu juga?, aku belum pernah melakukan hal itu, jadi jangan khawatir, aku masih perjaka.. "


BLUSHH.....


[ Ap...apa-apaan itu?, dia memang playboy, tapi bisa mengucapkan hal itu secara terang-terangan di tempat umu?. ] Dan Jerry ikut terbawa suasana mendengar ucapan yang sedikit berbau mesum itu.


Seketika wajah gadis ini memerah lagi.


Tapi Ovin ingin menyangkalnya terus, karena bukan itu yang di inginkannya saat ini.


Franz tidak mempedulikan Ovin yang gelagapan ingin menyela ucapannya juga, dia segera memutar tubuhnya ke belakang, sehingga sekarang dia memunggungi gadis itu, lalu Franz berkata lagi sambil berjalan pelan.


" Kalau begitu cepat pulang, kita bisa lakukan itu di rumah. "


Ovin langsung mengambil langkah lebar, dan merentangkan tangannya ke depan untuk menggapai Franz yang hendak pergi menjauh.


" Diam!, bukan itu ya- .....ah. ? " namun ketika ujung jarinya hendak menyentuh punggung Franz, tiba-tiba ada rasa sakit di punggungnya seperti tertusuk jarum.


" A...ku...lengah. "


"..............! "


[ VIN?!. ] Melihat gadis itu ambruk tepat saat hendak menggapai Franz yang ingin meninggalkannya, membuat Jerry jadi berwaspada, ternyata ada seseorang yang sudah mengincarnya dari awal?.


Dan tepat di detik dimana Franz hendak menolong Ovin, dia malah ikut terkena jarum berisi obat bius.


[ Aku harus memberitahu yang lain. ] batin Jerry, ia segera mengambil ponselnya dari saku jaket, dan mulai melakukan panggilan darurat.


Di detik saat jaru jempolnya nhendak menekan tombol 1 sebagai panggilan cepat pada sahabatnya, yang ada justru....


" Ukhh..! " Tangannya tertusuk jarum berlumur obat bius, lantas membuat ponselnya terjatuh secara refleks karena tangannya jadi lemas.


Ponselnya jatuh dalam keadaan terbalik, dan...


BRUKH......


" Tidak disangka, kau ada di sini juga. "

__ADS_1


'S-siapa itu?'namun pandangannya keburu gelap sebelum tahu siapa suara itu.


Flashback Off


__ADS_2