
"Uhm..." Franz yang awalnya diam dengan wajah tidurnya, tiba-tiba saja mengernyitkan matanya. 'Kenapa aku wajahku jadi sedikit terasa sesak? lalu sensasi apa ini? Kenapa..milikku rasanya hangat?' Pikir Franz, ketika wajahnya dimana setiap kali dia ingin bernafas, maka rasa sesak itu pun muncul.
Tapi lain hal dengan area pribadinya yang terasa hangat, dan cukup enak, seperti ada yang menekannya dengan tekanan yang cukup pas.
"Hufftt....Huftt..."
Sampai suara nafas milik seseorang itu berhasil menyita perhatian Franz untuk membuka matanya, sebab ujung kepalanya terasa mendapatkan hembusan yang cukup hangat.
Dan yang lebih anehnya lagi untuk Franz sendiri, adalah ketika Franz hendak mengatur posisi wajahnya agar bisa pindah posisi menghadap ke atas, rasa kenyal di area wajahnya pun langsung Franz rasakan saat itu juga.
'Apa ini? Kenapa wajahku jadi merasa ada sesuatu yang kenyal dan empuk? Tunggu, ini...' Menyadari satu hal ketika dirinya mendengar sebuah detak jantung milik seseorang, lantas Franz langsung mendongak ke atas.
Matanya langsung membulat sempurna, saat dia ternyata menghadapi satu masalah yang cukup besar, dan itu adalah...
'O-ovin? Kenapa perempuan ini ada di kamarku, dan sebentar! Dia tidur denganku?!' Pekik Franz di dalam hatinya. Dia jelas buru-buru untuk pergi menjauhi istrinya itu. Tapi apa yang Franz dapat adalah benda pusakanya justru di remas semakin kencang, sampai akhirnya teriakan keras itu datang. "Akhhh.....! Ovin!" Teriak Franz dengan cukup lantang.
Franz yang tiba-tiba teriak keras di depan wajahnya, sontak langsung duduk dalam keadaan bingung sambil panik sendiri.
"Ha?! Apa?! Apa?! Siapa yang baru saja meneriakiku? Apakah ada musuh?!" Racau Revina, dengan rambut singa, dan wajah bingung disertai kepalanya yang celingukan ke kanan dan kekiri demi melihat situasi dan melihat siapakah gerangan orang yang baru saja meneriaki nama agungnya sampai sekeras itu?
"Musuh?! Akulah musuhmu istri bodoh!" Pekik Franz saat itu juga.
"Ha?" Secara Ovin langsung diam membisu, saat dia sepertinya tidak salah mendengar dengan kalimat yang baru saja di ucapkan oleh suaminya itu? "I-istri?"
Dan Ovin pun sadar, siapa yang baru saja berteriak keras memanggil namanya, dan itu adalah Franz.
__ADS_1
"K-kamu~" Suaranya jelas memang milik Franz, tetapi karena matanya tiba-tiba dipaksakan untuk melek, maka pandangannya pun jadi samar-samar. Karena itu, Ovin mendekatkan wajahnya pada wajah bengis Franz karena area pribadinya sudah kesakitan, sebab di remas keras oleh Ovin. "Kau baru saja memanggilku Istri?"
'Aduh! Ada apa dengan mulutku ini! Kenapa ku malah memanggil namanya dan menyebutnya Istri juga ha?!' Kata hati Franz terdalam. Dia benar-benar baru saja melakukan kesalahan besar, karena memberi perempuan di depannya itu kesempatan mendapatkan panggilan paling agung dari Franz yang notabene nya saat ini adalah suaminya.
"T-terima kasih Franz! Akhirnya kau mau mengakuiku seb-" Awalnya Ovin yang merasa gembira itu ingin memberikan sebuah pelukan kepada Franz, tapi apa yang Ovin dapatkan, tentu saja adalah dorongan yang keras oleh Franz.
BRUK!
"Siapa yang mengizinkanmu memelukku dan tidur denganku disini?!" Sungut Franz, seraya memegang aset miliknya yang tadi sempat di remas. Dan dia lagi-lagi jadi merasa di permainkan oleh perempuan itu, Ovin.
"Aduduh..., siapa yang suruh aku panggil tidak keluar dari kamar? Saat aku masuk, kau sendiri justru menarikku ke tempat tidur." Jelas Ovin sambil menahan rasa sakit di pantatnya?
Tidak...
Itu sebenarnya lebih dari sakit di pantatnya, tapi juga tulang ekornya.
'Haduh..aku keceplosan.' Ovin memejamkan matanya penuh dengan penyesalan, karena saking semangatnya tadi, gara-gara Franz meneriaki nama serta statusnya sebagai istri, maka tanpa sadar mulutnya juga mengeluarkan satu rahasia kecil, kalau dirinya masuk kedalam kamar, yang sebenarnya di kunci dari dalam dan Ovin mampu membukanya, dengan kata lain Ovin baru saja mengungkapkan kelicikannya, sebab bisa masuk kedalam kamar sang Tuan muda Franz ini.
"Jadi kau memiliki kunci duplikatnya?" Bertambah marahlah Franz, saat mengetahui hal persis kenapa perempuan ini bisa masuk kedalam kamarnya yang padahal, pintunya saja sengaja Franz di kunci dari dalam.
"............." Karena sudah ketahuan seperti itu, Ovin pun terdiam sebab tidak akan pernah bisa membuat sangkalan berupa alasan apapun itu.
"Ternyata kau perempuan yang memang licik ya. Demi menginginkanku, kau sampai berani naik ke ranjangku." Ucap Franz. Akhirnya dia tidak bisa lagi memiliki sedikit kepercayaan apapun terhadap Ovin ini.
Semuanya bohong, semuanya dikendalikan oleh perempuan di depannya itu. Dan karena perempuan itu, masa mudanya untuk menikmati masa remaja, sudah sirna karena di renggut oleh Oktavin ini.
__ADS_1
Karena sudah mendapat rasa kecewa yang lebih besar, serta apa yang barusan di perbuat Ovin terhadap aset miliknya, Franz pun beranjak dari tempat tidurnya, dan langsung mencengkram tangan Ovin.
GREP...
"............!" Ovin langsung mengernyitkan matanya, karena mendapatkan cengkraman tangan yang cukup kuat dari Franz.
"Keluar dair kamarku. Aku jadi tidak sudi lagi melihatmu lama-lama!" Tegas Franz, seraya menarik paksa Ovin agar bangkit dari lantai yang dingin tadi.
"Tunggu Franz..." Ovin berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman tangannya Franz. "Aku bukan berma-"
"Diam! Tidak usah bicara lagi. Aku bosa dengan semua alasan yang keluar dari mulutmu itu!" Pekik Franz.
"Franz...dengarkan dulu, ahw.." Ovin mengernyitkan matanya lagi, karena dia benar-benar merasakan sakit di lengan yang saat ini di cengkram oleh Franz, adalah tangan yang sebenarnya sedang dalam proses menyembuhan, gara-gara paku yang dulu sempat merobek lengan tangannya itu.
Disebabkan selama ini Ovin selalu memakai pakaian atasan berlengan panjang, maka Franz pun tidak tahu dengan luka yang dimiliki Ovin itu.
"Tidak usah bicara lagi, apa kau tuli?!"Pungkas Franz. Franz menarik Ovin dengan kuat, dan ketika sudah hampir di ambang pintu, Franz pun kembali berkata, "Jangan pernah sekali-kalinya masuk kedalam kamarku lagi!" Dan di saat itu juga, Franz langsung menarik lebih kasar Ovin untuk keluar dari kamarnya.
"Ta-"
BRAK..!
Franz langsung menutup pintu kamarnya tanpa melihat apa yang terjadi kepada Ovin, dimana hasil dari dorongannya Franz, justru membuat langkah dan tubuh Ovin jadi oleh ke arah depan.
'Ah...gawat!' Detik hati Ovin dengan wajah paniknya,
__ADS_1
Sebab di depan persis kamar Franz adalah area dari pagar pembatas dari lantai dua, dan akhirnya sesuatu yang tidak bisa di cegah pun terjadi.