
" Apa!? Tidak ada rekamannya? " Setelah menyuruh untuk memeriksa Cctv sekolah di bagian TKP, tidak ada jejak akan rekaman itu.
" Apa kamu yakin? " Tanya Jordy pada petugas yang mengawasi monitor Cctv sekolah.
" Saya sudah mengeceknya hingga 3 kali namun tidak ada rekaman yang anda minta. "
[ Tidak beres ] Ovin menggeleng kepalanya, setelah menunggu seharian namun buktinya juga belum kuat.
Tidak masalah jika dirinya keluar dari sekolah yang hanya memandang status saja, namun di belakangnya pasti akan di tanyai oleh ibu nya Franz karena beliaulah sendiri yang berusaha merekomendasikan dirinya untuk masuk ke sekolah yang sama dengan anaknya itu.
" Ada yang menghapus rekamannya. "
" Apa? " Semua orang bereaksi sama.
" Tidak mungkin! Kami selalu berada di sini dan tidak ada orang lain yang masuk kesini! " Jawab si petugas keamanan yang bertanggung jawab untuk memonitor setiap Cctv di sekolah.
" Kalau begitu harusnya anda juga melihat semua kejadian di setiap yang Cctv ambil termasuk masalah kemarin kan? " Ovin bertanya lagi dan mencoba sedikit menyelidiki orang ini.
" Tidak "
"......... " Ovin sedikit mencurigai orang di depannya itu bersekongkol dengan bella dan sengaja menghapus sebagian kecil masalah kemarin.
" Jangan menuduhnya langsung, kemarin bukan dia yang bertugas, ada dua orang lain lagi. " Ucap lety, dialah anggota Osis di bidang keamanan.
" Hahh...hanya ingin kasus ini cepat selesai saja tidak bisa. " Ovin menggerutu tidak puas dengan hasil kinerja mereka semua yang tidak kompeten. " Apa aku boleh meminjam komputernya? " Tanya Ovin pada ketiga orang disitu.
" Apa yang mau kamu lakukan? " Tanya Jordy.
" Mengembalikan file yang seharusnya ada. " Jawab Ovin dengan antusias.
" Bagaimana ketua? " Tanya Lety pada ketua osis.
" Karena merasa bisa melakukannya, aku mengizinkanmu. " Alhirnya Jordy memberikan izin pada Ovin.
Staf tadi sengaja pindah tempat untuk memberikan ruang pada Ovin. Ovin duduk di depan komputer dan jari-jarinya mulai beraksi.
'Jika bukan orang dalam berarti ada orang luar yang mencampuri urusanku, apa aku tidak bisa hidup dalam diam tanpa masalah? Cuma sekolah saja bisa sampai begini. Para perempuan yang haus akan hasrat ingin mendapatkan perhatian orang lain terutama laki-laki ternyata sampai bertindak seperti ini.' Pikir Ovin kala dirinya mencoba memulihkan data yang hilang itu.
".............." Lety terpesona dengan kecepatan mengetik milik Ovin.
'Kenapa siswi ini bisa tahu semua pemrograman? Ada jejak Ip orang lain. Jadi ada hacker?' Lety sangat antusias dengan tindakan yang sedang Ovin lakukan.
Sedangkan Jordy hanya menilai bagaimana caranya anak itu melakukan pekerjaannya dan bisa mendapatkan bukti jika dia benar bukan tersangkanya.
__ADS_1
Setelah 3 menit berlalu, rekaman yang sebelumnya tidak ada sekarang sudah ada. Hanya tinggal menentukan apakah rekaman video yang di ambil dari Cctv itu benar adanya sesuai dengan saksi mata atau justru kebalikannya?
2 hari kemudian, setelah menunggu Bella kembi masuk sekolah barulah semuanya akan di ungkap dalam ruang rapat.
Bella di temani Franz, alasannya hanya ingin tahu kebenarannya. lalu beberapa guru yang merupakan wali kelas masing-masing, beberapa anggota osis dan saksi mata.
Setelah diskusi selama 15 menit sampai akhirnya ketua osis menyuruh sekretarisnya menunjukkan bukti yang bisa menjadi pertimbangan banyak pihak apakah hasilnya akan sesuai perkiraan mereka?.
" Untuk yang terakhir sebagai bahan pertimbangan. 1 video ini cukup membuktikan apakah Oktavin adalah tersangkanya atau hanya kelalaian dari nona Bella sendiri yang membuat dirinya terjatuh, kita bisa melihatnya sekarang. " Jordy duduk santai dan mencoba menikmati permainan dari kedua perempuan itu.
Sebagai ketua osis yang menjadi citra sekolah, ia tahu kedudukannya sangat penting dan sesesuai misinya ia akan menyelesaikan segala permasalahan yang ada sampai mendapatkan hasil yang sesuai.
'Apa? Sialan! Kenapa mereka mempunyai videonya? Padahal aku sudah menyuruh orang itu untuk menghapusnya!' Bella sedikit cemas, jika ketahuan dirinyalah yang sengaja menjatuhkan tubuhnya sendiri agar Ovin bisa mendapatkan masalah dan kena bully maka habislah.
Ruangan yang semula terang kinimenjadi gelap, proyektor muncul dan menampilkan sebuah video hasil dari rekaman Cctv di tangga lantai dua.
_____________
" Kenapa? Kenapa! " kamar yang cantik dan rerlihat rapi kini sudah menjadi medan perang.
PRANKK......
" No..nona, kaki anda masih sakit, jangan banyak bergerak dulu. " Salah satu pelayannya membujuk Bella yang sedang mengamuk itu.
Dengan darah yang masih mendidih, tangannya mencari handphonya yang tergeletak di atas kasur, ia memeriksa nomor seseorang dan mencoba menghubunginya lagi.
" Halo~ "
" Kamu bilang bisa, kenapa masih ada rekamannya! Sudah aku bayar mahal tapi hasilnya seperti kacang busuk! Jika tidak bisa tidak usah memandang tinggi diri sendiri! Aku tidak mempermasalahkan uangnya itu, tapi kecewa dengan kerjamu yang payah tu! " Bella membentak di ujung teleponnya.
" Hei...hei, apa kamu menelfon hanya untuk memaki hasil kinerjaku yang kemarin? Aku sudah melakukannya dengan baik dan sudah susah payah bisa menyembunyikan ip asli ku, jika musuhmu bisa mendapatkan rekaman itu juga berarti ada seseorang yang bisa memulihkan lagi komputernya. Jangan menyalahkanku, tapi salahkan dirimu membuat musuh yang salah." jawab orang misterius yang ditelfon Bella.
" Diam lah, jangan malah menceramahiku! "
" Ok...ok, karena aku sudah mendapatkan bayaran Full, aku akan mencoba hal lain. Tidak baik jika tidak melakukan sesuai dengan prinsipku sendiri, kamu bilang namanya Ovin? Ovin pasti hanya singkatan nama, siapa dia? Aku akan mencari data pribadinya sampi ke masa lalunya, mungkin bisa ada pencerahan untuk otakmu yang sedang kacau. " Ocehnya
lagi.
Kembali dimana Ovin sedang berdiri di dekat jendela ruang seni yang jarang di pakai.
Dia tengah memandangi semua orang yang perlahan keluar dari gedung untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
'Rumah yang ada keluarganya itu?' Sudah semenjak 9 tahun dirinya di tinggal ibu selamanya, sedangkan ayahnya sudah tidak ada perasaan untuk memikirkannya lagi. 'Kita akan mengenang sedikit masa lalu tentang ku.'
__ADS_1
Punya sosok orang tua yang lengkap, banyak anak yang mendambakannya namun ada juga yang tidak mendambakan keharmonisan sebuah keluarga yang lengkap.
Lebih baik punya ibu saja atau ayah saja, alasannya hanya ada satu yaitu salah satu di antara mereka ada yang membuat kesalahan.
Setelah kepergian ibunya akibat kecelakaan, ayahnya menikah lagi dengan orang lain yang juga sudah mempunyai anak?
Itulah awal dari permasalahannya, ayah Ovin menikah lagi yang berarti sudah tidak mencintai ibunya.
Tidak seperti itu atau memang iya? Ovin hanya menjadi penghalang bagi ibu tirinya untuk menguasai harta.
Flasback 9 tahun yang lalu.
Saat itu umurnya masih 9 tahun, namun sudah ditinggal pergi sang ibu!.
" Jangan! aku tidak mau ibu tiri! " Tolak Ovin pada keputusan ayahnya yang ingin menikah lagi.
" Ayah tidak mau kamu sendirian terus, dengan adanya ibu walaupun hanya ibu tiri, dia bisa mengurusmu. " Sang ayah terus membujuk pada anaknya.
"Aku tidak butuh! " Menepuk kedua pipi ayahnya yang sedang berjongkok di hadapannya agar tingginya terlihat sama lalu dia langsung menatapnya dengan serius. " Jika ayah menikah lagi berarti ayah tidak mencintai ibu lagi. Jika ayah hanya melihat dari luarnya bukan berarti di dalamnya juga sama. Lihat, ibu dan anak ini tidak jauh berbeda. " Menunjuk ke layar ponsel yang menunjukkan foto seorang wanita dengan anaknya yang bukan salah lagi seorang janda muda.
" Seperti buah, luarnya terlihat lembut padahal di dalamnya ada biji yang keras. "
( Orang yang lemah lembut di luar namun hatinya ada maksud lain dan memiliki aura tidak baik )
" Tapi- "
" Lebih baik aku sendirian saja dari pada melihat ayah dan wanita itu menikah. " Walupun sempat merajuk tapi tidak semudah itu bisa membuat ayahnya dan wanita itu berpisah.
Wanita yang akan menjadi ibu tiri ku itu bagaikan perangko yang selalu menempel di amplopnya.
hingga 2 bulan kemudian...
Ovin membuka pintu rumahnya namun apa yang dilihatnya adalah.
'Mereka! Baru saja menikah tanpa sepengetahuanku!' Amarah yang dipendamnya semakin menumpuk. 'Pengkhianat! Ayah mengkhianati ibu!'
Ovin langsung berlari ke kamarnya dan benar-benar tidak ingin melihat mereka berdua apatah lagi satu pengganggu lagi yang membuntuti induknya itu.
Hati yang terus berkecamuk, ibu yang sudah tiada, dan seorang ayah yang mengkhianati cinta ibunya.
Sejak saat itulah dirinya membenci Laki-laki dan tidak pernah akur jika dirinya bersekolah lalu saat di sekolah selalu ada yang menjahilinya karena
' Ibu tiri itu jahat '.
__ADS_1
Banyak hal yang dilewatinya saat masih umur 9 tahun itu, kebenciannya terhadap laki-laki dan karena trauma yang disebabkan ayahnya mengkhianati ibu, akhirnya Ovin tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang yang menyapanya setiap pagi, atau hanya sekedar mengajaknya untuk ikut bermain.