
Siang itu, satu orang gadis muda dengan satu anak kecil keluar dengan terburu-buru dari salah satu kamar. Melewati hamparan papan kayu sebagai jalan utama di atas air laut, kedua orang ini berjalan cepat melewati beberapa pasang mata yang melihat mereka.
" Kakak juga takut dengan hewan itu? " tanya Kelvin.
" Siapa yang tidak takut? Bukannya kau sendir juga takut? Oh ya, tadi manggil aku mama, kenapa sudah jadi kakak?" Tanyanya, 'bintang laut berwarna hitam dengan bintik ungu, salah satu bintang laut beracun. Aku benci laut...!' Ovin kesal karena liburannya malah berada di kawasan laut.
Hal yang paling membuatnya benci dengan laut adalah hewan-hewan yang tidak kalah menggelikan ketimbang ulat bulu.
Seperti ubur-ubur, gurita, bintang laut, bulu babi, cacing laut, ular laut, dan terumbu karang.
Semuanya tidak enak dilihat, sebab pada dasarnya seperti terumbu karang itu banyak bentuk lubang-lubang kecil, ketimbang takut ketinggian sebenarnya gadis ini lebih takut dengan hal yang sudah dijelaskan di atas, fobia...ya...dia memiliki fobia.
"Ya~ Karena anak itu sudah tidak lagi meyenangkan, aku akan memanggil kakak dengan kakak saja." Jawab Kelvin.
"....." Ovin memandang wajah Kelvin yang kecil, entah apa ekspresi wajahnya sekarang, sebenarnya dia hanya merasa bersimpati karena akan sekecil ini sudah harus di tinggal oleh sang mama, 'Seperti aku. Mama-' Benak hati Ovin.
_______________
Pagi itu di adakanlah jamuan sarapan pagi di lantai satu.
Hotel dengan fasilitas kolam renang besar namun air yang dapat di sesuaikan dengan suasana, maka acaranya pun lumayan meriah.
Air kolam yang biasanya dingin dan bertambah dingin setelah melewati malam yang dingin, kini suhunya justru hangat sehingga banyak diantara mereka menceburkan diri ke dalam kolam.
Para chef menyajikan hidangan Baberque pada para pengunjung.
" Ha...? Apa hubungan kak Jerry dengan mata empat? " melihat salah satu berita di web sekolah dari ponselnya.
" Mereka keluar dari kamar yang sama " terlihat satu gambar dimana satu gambar itu terdapat dua orang saling mengobrol tepat di kamar hotel, yang satu pria bernama Jerry keluar dari kamar hotel kemudian satu lagi si gadis berkacamata yaitu Ovin pun turut andil di dalam percakapan dengan Jerry. Foto keduanya adalah dimana Ovin dan Jerry masuk bersama ke dalam kamarnya Jerry.
Para gadis bergosip lagi disela-sela pesta mereka.
" Gosip baru apa lagi yang kalian bicarakan? " tak hanya para gadis, beberapa pria pun saling mendekat pada orang yang sedang megang ponsel dan membuka topik berita hangat yang tersebar di akun medsos mereka.
Baru di bicarakan, si tokoh utama pun muncul. Dia berniat berjalan melewati lobby, tapi tatapan puluhan orang yang dipenuhi dengan rasa kebencian itu datang lagi.
'Kenapa mereka menatapku? Pasti ada sesuatu yang diam-diam sudah merajalela di belakangku. Tapi karena statusku sekarang adalah sepupunya Franz, makannya, sekarang tidak ada lagi orang yang menjahiliku.' Meskipun begitu, Ovin sangat merasakan tekanan kuat dari pandangan mereka, tentu ada rasa janggal yang dirasakannya.
Mereka semua walaupun terdiam tapi benar-benar sangat tidak mengenakan hati.
Tapi karena sering mendapatkan kejadian yang sama berulang kali, maka Ovin pun sadar untuk membuka hp dan melihat berita terkini di medsos.
'Siapa yang melakukannya?' jari jempolnya men scroll artikel tentang dirinya dan sekarang akhirnya tahu alasan kenapa mereka sekarang memberikan tatapan jijik dan mengintimidasi.
__ADS_1
" Kayanya kamu buat ulah lagi " bisik Merli ketika berpapasan dengan Ovin.
_________________
Flashback On.
CKREKK..........
Camera yang tadi di ambinya kini terlihat satu hasil jepretan yang tadi ia dapatkan.
'Apa yang dilakukan mereka berdua?' batin Bella.
Bella pun sedikit menyenggol siku Merli yang ada di sebelahnya dan menunjuk ke arah apa yang sekarang di lihatnya.
Jerry dan dia keluar dari kamar yang sama." bisik Bella kepada Merli untuk menghasut temannya, tidak..ia sebenarnya hanya memanfaatkan kedudukannya agar orang disekitarnya mendengarkan apa yang diucapkannya.
TRING........( Notifikasi mendapatkan pesan )
Bella baru saja mendapatkan gambar yang menarik dan sekarang fotonya sudah ada di ponselnya Merli.
Merli tahu apa yang akan diperbuatnya, jadi ia hanya tersenyum dalam diam untuk menyembunyikan ekspresinya dari beberapa orang di sekitarnya.
'Walaupun sekarang aku tidak begitu leluasa untuk mengusiknya, tapi masih bisa membuat rumor jelek Ovin beredar, itu sudah lebih dari cukup.' Gosip dimana Jerry dan Ovin bertemu dan keduanya masuk ke dalam kamar Jerry.
Flashback Off
Ovin menoleh kebelakang, dimana Merli dan Bella sekarang sedang duduk manis dan bercengkrama.
Ponsel yang digenggamnya ia genggam erat-erat, dan berusaha untuk bersabar.
Ketika hendak berjalan menjauhi kerumunan di lobby, satu panggilan pun datang.
" Vin! Ayo bicara dengan Ibu sebentar," panggil Bu Reny selaku guru pembimbing juga di acara tour kali ini.
Si empu pun menuruti perintah dari guru tersebut, ia mengikuti kemana Bu Reny pergi.
10 menit pun berlalu, banyak diantara mereka sudah berada di pinggir pantai untuk bersenang-senang.
Hanya sedikit dari mereka untuk duduk sekedar menonton permainan dan kegiatan yang mereka lakukan untuk mengisi hari ini.
" Ahahah....! "
" Rasakan ini! " pukulan keras di lancarkannya agar bola voli mengenai lapangan milik lawan.
__ADS_1
" Ugh..... " servis yang dilakukan tim lawan akhirnya tidak dapat dijangkau dan mereka pun mendapatkan 1 poin lagi.
" Pemenangnya tim merah! " teriak wasit.
" Hahh.....kalah lagi " mengeluh karena sudah dua babak tapi hasilnya kalah terus.
" Apa kalian butuh bantuan? " satu suara merdu nan indah pun akhirnya bisa menarik perhatian para pendengar.
" Uwah....! Siapa pria tampan itu dan itu, juga itu!?" menunjuk Tiga orang sekaligus yang datang secara bersamaan.
Senyum cerah dari para penggemar cogan membuat suasana menjadi riuh.
" Kau yakin datang kesini? Tatapan mereka sangat menyebalkan " bisik Rony pada Chade.
" Eh....ini kesempatan kita cari kesenangan, kau harusnya berterima kasih padaku aku ajak kamu ke sini. " jawab Chade pada sahabatnya si Rony.
" Hm...aku cuma bantu kalian menonton " tutur Ethan pada dua pemuda di sebelahnya.
Ketika melihat ada satu bangku kosong, Ethan dengan santainya duduk disitu dan membaringkan tubuhnya menikmati matahari pagi yang hangat. "Hahh..... " menghela nafas pelan.
" Ck " Chade mendecih pelan melihat kakaknya bersantai dengan tenang meskipun banyak wanita memandanginya.
" Anu....nama kakak siapa ya? " tanya satu siswi perempuan pada Chade.
" Ah.....aku Chade, dan dia Rony " jawab Chade untuk menghilangkan rasa penasaran mereka.
Rony hanya menunduk sedikit sebelum akhirnya menampakkan wajah santai tak berekspresi.
" Kalian sepertinya butuh pemain pengganti juga kan? " lalu datang lah dari arah berlawanan yaitu Sean, dan Jordy.
Dua siswa pelajar terkenal dengan permainan basket Sean dan Jordy berlawan dengan dua orang pekerja di bidang keamanan Rony dan Chade.
Empat pria tampan akan saling bertanding Voli pantai dibantu dengan 4 orang lainnya.
" Dari pada bahasin tuh cewe kampungan, mendingan nonton cogan main voli "
" Iya..., yuk kesana "
Maka berbondong-bondonglah kaum hawa tuk menonton langsung pertandingan yang akan diperkirakan akan sangat sengit.
'Aku sama sekali tidak pernah merasa sedamai ini. Tapi ini lumayan, aku bisa liburan ke pantai.' Batin Ethan.
Dengan hanya bermodalkan calana kolor berwarna kuning cerah, memakai kemeja kotak-kotak berlengan pendek tapi tidka di kancing sama sekali sehingga mengumbar tubuh bagian atasnya, Ethan pun akhirnya bisa menikmati waktunya.
__ADS_1
Meskipun banyak pasang mata mengantri ingin berkenalan dengannya.