Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
135 : PUM : Berdua


__ADS_3

"Kenapa tanya seperti itu? Aku jelas punya wajah tampan." jawab Ethan masih memeluk dengan pelukan hangatnya kepada Ovin, keponakan kecilnya ini.


Diam-diam ovin menggertakkan giginya, karena ia ingin sekali bisa melihat wajah milik paman pertama.


Tapi, sayangnya dia tidak bisa.


'Kenapa anak ini tidak bisa melihat wajahku?' Ethan jadi bingung, jelas kalau Ovin mampu melihat sekitarnya, tapi jelas Ethan merasakan ada yang janggal.


Ia ingin bertanya langsung kepada Ovin, tapi sekarang bukan waktu yang pas untuk menanyakan pertanyaan yang sensitif itu.


Karena Franz dan Chade sudah berdiri sejak tadi.


'Hahh~ Siapa lagi yang dia peluk itu?' Franz yang lelah, menghela nafas dalam diam. Apalagi melihat Ovin tiba-tiba saja di berikan pelukan oleh pria lain. 'Apakah dia magnet dari segala masalah dan penarik hati? Kenapa banyak yang menempel padanya seperti lalat sih?'


Padahal sendirinya sudah mulai menempel pada perempuan yang ada di depan sana.


'Aku pikir Kakak akan menunggu di restoran, tapi dia malah datang sendiri.' Tatap Chade pada sang kakak keduanya itu, Ethan. 'Tapi aku tidak mengira pertemuannya akan sedramatis itu. Setelah ini kakak pasti akan menanyaiku habis-habisan, gara-gara aku tidak memberitahu penyakit aneh milik Ovin.'


_____________


Setelah beberapa waktu Ethan memberikan pelukan hangat agar Ovin bisa tenang, mereka berdua pun saling melepaskan pelukan mereka.


Ethan yang masih melihat adanya air mata di sudut matanya keponakannya, langsung mengusapnya dengan lembut.


"Jangan menangis lagi, nanti wajahmu tidak cantik lagi." Senyuman lembut layaknya seorang Ibu itu sebenarnya menyita perhatian banyak orang di sekitarnya.


"Wow, lihat itu, dia tampan. Perhatian sekali dia kepada gadis itu."


"Iya, jadi iri."


"Siapa ya? Apakah dia sudah punya pacar?"

__ADS_1


"Wajah memang paling utama." Ketika wanita ini memotretnya, Ethan langsung menoleh ke arah mereka dan memberikan satu kode dari jari telunjuknya yang di gerakkan ke kanan dan ke kiri agar jangan mengambil gambarnya.


BLUSH.....


Kedua wanita ini langsung pergi dengan wajah yang sudah merah padam, karena sama-sama terpesona dengan ekspresi kalem milik Ethan.


Ethan memiliki wajah yang cukup mirip dengan Chade, juga sang kakak. Tapi jika Ethan memiliki ekspresi wajah yang ramah, maka Chade terlihat seperti preman yang suka menggoda dan intinya terlihat seperti orang bar-bar.


Hanya saja, Ovin tidak akan pernah tahu perbedaan dari dua wajah dengan beda sifat itu.


"Maaf ya, aku baru bisa menemuimu sekarang."


"Pasti paman banyak pekerjaan kan? Tidak perlu minta maaf." Tidak mau terlihat seperti anak kecil lagi yang cengeng, Ovin menyeka air matanya dengan lengan bajunya.


'Huft~ Dia ini kan perempuan, kenapa menyeka air mata saja pakai lengan pakaiannya sendiri? Dia jelas terlihat seperti anak kecil.' Karena cara Ovin menyeka air matanya tidak elegan dan cantik, Ethan dengan sengaja mengeluarkan saputangan yang ada di saku jas nya dan membantu Ovin mengeringkan air mata yang sempat membasahi pipinya itu.


"A-apa? Aku bisa sen-" Ucapan yang terdengar gugup itu langsung di potong dengan desis san dari Ethan agar tidak banyak bicara, dan menerima saja apa yang sedang Ethan lakukan kepadanya.


Akhirnya Ovin hanya memegang pergelangan tangan Ethan yang hendak Ovin cegat untuk meraih wajahnya lagi.


Dengan pemandangan yang terlihat romantis itu, Franz dan Chade jadi sama-sama iri.


"Selain kau, ternyata sekarang aku jadi punya saingan tambahan?" Senyuman mencibir itu sangat terlihat jelas. "Ovin itu hanya milikku saja."


'Padahal kenyataannya itu dia itu bukan milikmu lagi, kenapa dia terus saja mengaku-ngaku kalau dia milikmu?' Franz juga jadi merasa punya tambahan saingan.


Lelah, memang iya. Tapi apa ia harus membiarkan wajah Istrinya tus di belai oleh tangan pria lain?


"Aku harus kesana." Tegas Chade. Dengan percaya dirinya, Chade langsung berjalan pergi untuk menghampiri dua orang yang sedang mengumbar romantisme dunia milik mereka berdua kepada semua orang yang ada di sekitar mereka.


Karena Chade akan turun tangan leih dulu untuk memisahkan mereka berdua, maka Franz hanya diam membisu dan melihatnya saja.

__ADS_1


_____________


Dengan waktu yang singkat itu, Ovin sedikit menceritakan masa lalu, dan hal itu ternyata tidak membuat hatinya merasa sakit lagi ketika dia harus di ingatkan bahwa ayahnya sekarang hidup bersama perempuan lain.


Ovin berani bercerita adalah karena dirinya mempercayai orang ini untuk mendengarkan ceritanya, sebab pria bernama Ethan ini memakai kalung dengan bandul ber rasi bintang sesuai dengan zodiaknya, yaitu Leo.


Dan Ovin pernah melihat foto keluarga Ethan bersama kakek dan nenek, hanya satu hal yang di ingatnya yaitu Ethan memiliki kalung khusus itu sebagai pemicu kalau pria ini memang benar-benar paman pertama nya.


Yah.... pria disampingnya itu adalah Ethan, kakak Chade yang tinggal di perancis selama lebih dari enam tahun.


Mungkin karena itu pula, Chade sengaja memilih destinasi ke negara perancis sebagai tujuan mereka bertiga, agar Ovin bisa bertemu dengan Ethan, sekaligus pamannya.


'Ternyata seperti itu ya? Dengan dalih liburan bersama, paman Chade sebenarnya ingin membuatku bertemu dengan paman Ethan. Paman memang selalu penuh dengan kejutan. Sampai aku menangis seperti ini karena sedih dengan diriku sendiri sekaligus senang, ternyata aku masih ada satu keluarga lain lagi yang mau menerimaku.


Walaupun tidak sehangat saat bersama Ibu, ini juga tidak buruk.' Benak hati Ovin, melihat ke arah tangan kanannya yang terus di genggam oleh paman Ethan.


Hanya dengan melihat tangan milik paman Ethan, dia akhirnya tahu kalau paman pertamanya ini memang memiliki wajah tampan.


Ya, setidaknya Ovin sudah kembali berpikir jernih. Tidak seperti sebelumnya, sampai membuat dirinya menanyakan hal memalukan apakah wajah paman pertama nya ini tampan atau tidak, sekarang dia mengerti, karena paman kedua punya sempel wajah yang cukup tampan, sudah pasti sempel kedua yang sayangnya tidak bisa Ovin lihat itu juga sama-sama tampan.


Udara yang kian menghangat karena matahari kian meninggi dan di saat yang sama dia sedang di temani paman pertama nya, membuat hati yang tadinya sempat sakit itu, perlahan jadi terobati.


'Hangat.' Batin Ovin sambil menikmati bisa merasakan tangannya di pegang seperti itu. 'Apakah aku pernah berpegangan tangan seperti ini dengan Franz?'


'Dia terlihat menikmatinya. Tapi-' Ethan melirik ke punggung tangan Ovin, yang ternyata masih menyisakan adanya bekas tusukan jarum. 'Sebenarnya bagaiman Chade merawatnya? Ah~ Bukan, Ovin sudah tidak lagi tinggal di rumah, berarti dia ya? Franz.' Dan delikan tajam itu langsung tertuju pada Franz yang masih berdiri di kejauhan.


"...........!" Franz yang masih berdiam diri di tempat yang sama, sontak langsung terkejut saat dia melihat tatapan tajam milik Ethan itu mengandung banyak kalimat.


Kau sudah merebut Ovin dariku, dan kau, apa kau tidak bisa menjaganya dengan baik?!


Franz menelan saliva nya. 'K-kenapa orang itu malah menatap sengit ke arahku. Sialan, siapa sebenarnya dia? Kan harusnya aku yang memberikan tatapan sengitku kepadanya.'

__ADS_1



__ADS_2