Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
140 : PUM : Meleset


__ADS_3

"Kau benar-benar ringan baby," Kata Chade dengan senyuman menggoda.


"Turunkan aku." Pinta Ovin dengan bulu kuduk sebenarnya sudah merinding karena panggilan aneh dari Chade tadi itu cukuplah menggelikan.


"Ini salahku baby, jadi aku yang akan menggendongmu." Jawab Chade dengan senyuman terus saja menghiasi bibirnya yang seksi.


'Jika paman Chade saja wajahnya seperti ini saat mengerjaiku, lantas bagaimana untuk paman Ethan?' Pikirnya.


Hanya saja di tengah Ovin sedang berusaha untuk di turunkan dari gendongan bridal milik Chade, tanpa sengaja Ovin melihat kilauan singkat tepat di belakang Chade, jauh di belakang sana sekitar lima ratus meteran.


"Arah jam 6 darimu! " Ucap Ovin dengan cepat.


Chade yang tahu dengan kode itu, sontak langsung bergeser sambil di tangannya masih menggendong Ovin ke arah kanan.


CTAK.......


Satu peluru meleset dan terpental karena sempat mengenai batu.


Meski begitu, di saat yang sama juga, Franz jadi mendapatkan imbas lain, karena kakinya jadi terinjak oleh kaki Chade untuk sesaat.


"Sialan, ini sakit bodoh!" Franz langsung mendorong Chade dengan cepat sebelum kakinya itu benar-benar jadi gepeng.


"Ya! Lagian salahmu sendiri kenapa berdiri di sampingku?" Balas Chade dengan seringaian nya, karena di samping ia berhasil menghindari peluru, Chade tanpa sengaja jadi menginjak kaki nya Franz. Satu dayung dua pulau terlampaui.


Franz sendiri langsung berekspresi tidak suka, karena niat awalnya ingin membuat Chade menurunkan Ovin, jadi gagal total karena kakinya terinjak oleh Chade.


'Tapi dia tadi seperti menghindari sesuatu.' Dan tentu saja Franz sadar juga dengan apa yang barusan ia dengar. Ketika ia mengeceknya ke akhir suara tadi, dia melihat di akar pohon yang ada di dekat mereka, ada satu lubang kecil seperti hasil tembakan. 'Apa itu peluru?'


Franz langsung berdiri dan berbalik, setelah memutar tubuhnya ke belakang, dia melihat ada gedung tinggi yang kemungkinan menjadi saksi bisu tempat dimana itu adalah lokasi dari seseorang yang baru saja menembak ke arah mereka?


Tidak, itu bukan ke arah dirinya ataupun Ovin, melainkan ke arah Chade?!


"Aku ini orang yang tampan banyak yang mengantri ingin di gendong olehku, masa tidak mau aku gendong?" Tanya Chade seolah apa yang barusan terjadi bukanlah apa-apa.

__ADS_1


"Buat apa di gendong? Aku masih bisa jalan kaki sendiri." Protes Ovin, masih bersikeras untuk di turunkan.


'Kenapa dia masih bisa sesantai itu? Padahal tadi hampir di tembak oleh seseorang?' Sedangkan Franz sendiri dalam posisi kebingungan dengan keanehan yang terjadi kepadanya hari ini.


Dan diantaranya itu adalah masalah karena menata rambut nya Ovin, cemburu karena ada Ethan yang tiba-tiba datang dan memeluk Ovin, satu anak kecil yang bahkan mau menjahilinya dengan mempermalukannya di depan umum, tadi kakinya yang terinjak, dan soal ada seseorang yang tidak di ketahui hampir menembak salah satu diantara mereka!


'Sebenarnya apa yang sudah terjadi kepadaku? Kenapa setiap kali aku dekat dengan dua orang ini, pasti ada saja masalah yang datang.' Franz yang tidak tahu apa-apa selain ikut karena Ovin juga ikut, langsung tersenyum getir sendiri.


'Apakah dia akhirnya kena stres gara-gara ulahku yang mempermalukannya di depan banyak orang, dan soal tadi?' Benak hati Kelvin, melihat ekspresi wajah Franz yang terlihat gila itu. Tapi seketika ekspresi wajah datarnya langsung menghilang karena sudah lebih dulu di selimuti aura yang cukup dingin. 'Siapa yang barusan menembak! Itu hampir mengenai wajahku yang berharga. Awas saja, akan aku laporkan kepada Ayahku kalau aku hampir menjadi sasaran!'


"Chade, turunkan aku. Turun..turun...turun...!" Ronta Ovin kepada Chade.


"Sayang sekali tidak ...tidak....dan tidak." Ledek Chade sambil membawa Ovin yang masih ada di gendongannya pergi ke pinggir jalan, karena tidak jauh dari tempat mereka tadi sudah ada mobil yang sudah menunggu mereka semua.


Sedangkan Kelvin, tanpa tahu malunya ingin di gendong oleh Franz.


"Tch..." Karena Franz sama sekali tidak tahu cara menggendong anak kecil, Franz yang sedang kesal karena salah satu kakinya masih terasa sakit, terpaksa memberikan punggungnya kepada Kelvin, agar Kelvin di gendong di belakang.


Pertanyaan dari Kelvin itu di tunjukkan kepada Chade.


"Ya..., sayangnya liburan kita bertiga sudah habis. Jadi kita akan pergi ke destinasi berikutnya." Jawab Chade.


"Wowww...! Kemana?!" Tanya Kelvin dengan semangat.


"Ywah..kemwana lwagi kwalau bwukwan kwe pwantai?" Jawabnya lagi.


Ovin yang geram kepada pamannya itu, gara-gara tidak mau menurunkan tubuhnya, mencubit kedua pipi Chade, sehingga seperti itulah jawaban yang keluar dari mulutnya Chade.


"Yey! Pantai! Kau dengar itu Ayah! Pantai!" Teriak Kelvin tepat di dekat telinganya Franz.


"Berisik bocah!" Balas Franz dengan cepat.


"Huwaaa! Ayah marah!" Kelvin kembali menuai kontroversi dengan menangis, sehingga semua orang yang sempat berlalu lalang di dekatnya, langsung mengalihkan perhatian mereka lagi.

__ADS_1


"Ayahnya galak sekali."


"Ayah muda ya~ Kasihan dia, tampan, tapi galak seperti itu. Bagaimana bisa jadi ayah ya?"


"Mama! Aymph!" Mulutnya langsung di bungkam oleh tangan Franz. Ketika Kelvin mencoba menoleh ke arah samping kanan, Kelvin langsung di perlihatkan wajah Franz yang sangat dingin seperti mau membunuhnya.


"Diam, atau akan aku ikat dan aku letakkan di dalam bagasi." Ancam Franz dengan nada rendah.


'Hiii! Seram!' Dan Kelvin langsung memukul-mukul kepala nya Franz. "Mwhaa...mwhaa...!"


"Ahw...kau anak nakal." Merintih sakit karena kepalanya di pukul-pukul.


"Ayah yang nakal karena ayah main sana dan sini, lihat? Yang lahir kan jadinya anak nakal sepertiku!" Teriak Kelvin.


BUKH.....BUKH....BUKH....


"Pfftt..." Chade dan Ovin sama-sama menahan tawanya.


Setelah sampai di pinggir jalan, mereka berempat masuk. Tapi karena Franz benar-benar sudah kesal dengan Kelvin yang nakal itu, Franz meletakkan Kelvin di kursi depan dan langsung memasangkan sabuk pengamannya, sebelum Ovin di letakkan di kursi depan oleh Chade.


"Berarti kau yang mengemudi." Kata Chade karena melihat Franz lebih dulu merebut kursi untuk di tempati oleh Ovin.


Dan benar saja, setelah Chade meletakkan tubuh Ovin di kursi penumpang, Chade ikut masuk juga.


'Padahal aku sudah punya niat untuk duduk di belakang, agar aku jauh-jauh dari anak nakal ini.' Tapi kenyataannya dialah yang harus mengemudi. Namun karena Franz tidak suka dengan perlakuan yang dia terima di hari ini, Franz akhirnya tidak mau mengalah. Dia berjalan ke arah belakang dan menarik kerah baju Chade. "Kau keluar!"


'Dia..., tenaganya kuat juga.' Batin Chade, karena dalam sekali tarik saja, Chade langsung terbawa keluar dan hampir saja membuat Chade terjungkal masuk kedalam semak-semak.


BRAK.


"A-apa?" Tanya Ovin saat melihat ekspresi wajah Franz yang sangat marah.


"Senang ya?" Tekan Franz dengan sorotan mata terus menatap mata coklat kehitaman milik Ovin yang terlihat sama-sama terkejut.

__ADS_1


__ADS_2