
Setelah mencoba beberapa kali untuk menghubungi Ovin rupanya gagal terus, Franz pun mencoba untuk pulang lebih dulu.
Namun di perjalanan pulang itu dia sempat untuk menghubungi Frardan, lalu Franz langsung melontarkan pertanyaan kepada pamannya itu, " Fardan, apa dia sudah pulang? " Tanya Franz lewat telepon.
-" Dia? "- Fradan berpikir sejenak, siapa yang dimaksud Franz ini, yang ternyata orang yang Franz maksud adalah istrinya! Karenanya, Fardan segera menjawabnya. -"Dia.., sampai ini dia belum pulang, kenapa? Apa akhirnya kau merindukan Istri kecilmu, keponakanku?"- Tanya Fardan di sela-sela jawabannya tadi.
Walaupun pria itu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun mendengar kalau keponakannya bertanya kepadanya mengenai perempuan yang sudah berhasil menjadi tambahan dari daftar keluarga besar mereka, maka pria itu justru merasakan kesanangan yang tidak pernah di miliki sebelum ini.
Apa kesenangan yang Fardan miliki itu tidak lain mendengar sebuah fakta mengejutkan yang belum lama ini dia dengar, kalau Franz, sang keponakan manjanya akhirnya bisa memiliki pasangan hidup.
Meskipun hubungan dari kedua anak muda itu tidak terlihat akur, namun Fardan memiliki satu keyakinan yang cukup besar, kalau Franz yang terlihat cuek ataupun terus saja menolak keadaan yang ada dengan terlihat seperti tidak menyukai istrinya itu, sebenarnya semua itu adalah fakta dari perasaannya Franz, kalau Franz perlahan memang sudah menaruh Ovin dalam salah satu sudut di hati kecilnya itu. Dan Franz sendiri mencoba untuk menyembunyikan sekaligus berusaha untuk menyangkalnya, karena merasa gengsi dengan perasaannya sendiri yang awalnya hanya untuk Bella, sekarang justru sudah bercabang.
"Siapa yang merindukannya? Jangan asal berpikir, aku hanya menanyakannya padamu karena dia tadi baru saja berbuat onar, dan aku kehilangan jejaknya." Jawab Franz.
Sayangnya, jawaban yang begitu panjang dan di sertai beberapa kalimat yang seharusnya tidak di katakan, sudah menjadi bukti kalau Franz memang, -"Franz, asal kau tahu saja, ucapanmu barusan itu sama artinya dengan kau yang sedang khawatir dengan istrimu itu."-
DEG...
Sontak saja apa yang Fardan katakan tadi membuat Franz perlahan sadar dari tindakannya yang terlihat terlalu gegabah.
'Aku khawatir? Pada anak itu?' Franz yang saat ini sedang menyetir mobil, pergi untuk pulang, langsung Franz hentikan di tengah jalan.
Dia menyadari sesuatu yang selalu mengganggunya itu, dimana saat ini Franz merasa kesal terhadap Ovin yang dari tadi berusaha Franz hubungi tetapi terus saja gagal, dalah salah satu bentuk dari kekhawatirannya.
'Padahal aku jengkel, karena dia ternyata bisa berbuat onar di luar rumah dan sekolah, tapi rasa marah yang aku rasakan ini, adalah karena aku khawatir kepadanya?'
-"Dimana Ovin?"-
Sampai satu suara milik orang lain tiba-tiba saja terdengar oleh Franz dari ujung handphone yang Fradan gunakan itu untuk menerima panggilannya Franz.
'Siapa lagi? Kenapa tiba-tiba di rumahku ada orang lain?' Dan Franz pun kembali di buat berpikir sipakah kira-kira orang yang Franz dengar tadi?
-" Maaf, dia belum pulang. Anda siapa sampai datang menerobos masuk kesini? "- Tanya Fardan pada tamu tak diundang.
__ADS_1
" Yuje, suara siapa tadi? " Tanya Franz pada pamannya karena penasaran pada seseorang yang tak sengaja sempat terdengar juga olehnya, dan sayangnya suara berat khas milik seorang pria, rupanya sedang mencari Ovin juga?
Hal tersebut pun membuat Franz jadi bertanya-tanya, kira-kira siapakan pria yang sedang Fardan hadapi itu, dan bagaima bisa tahu kalau Ovin memang tinggal bersamanya di rumahnya? Dan apa hubungannya?
Itulah yang tidak pernah Franz lepas dari dalam kepalanya, sia, dan siapa.
Akan tetapi siapa yang akan mengira kalau pria yang sedang Franz curigai itu, sebenarnya adalah Chade.
Yah...Chade lah yang datang masuk ke villa milik Franz untuk menemukan Ovin, sang keponakannya juga. Namun nyatanya sekarang keponakan yang sudah Chade anggap sebagai adik angkatnya sudah tidak ada di situ.
Sebab pelayan Fardan sedang berbincang dengan orang lain lewat handphone, maka secara tidak sungkan Chade merebut Handphone Fardan dan berkata pada satu orang yang ada di ujung telepon itu
-"Aku tidak akan basa-basi, lebih baik katakan saja, dimana Vin-vin ku sekarang? Aku sudah menghubunginya, tapi tidak ada panggilan yang berhasil, dan kau sebagai orang yang punya hubungan paling dekat dengan dia selain aku, membuatmu jadi tersangka, Franz."- Tuding Chade, tanpa membuat banyak drama lagi.
"Vin-vin? Apa yang kau maksud itu Ovin? Ha! Yang benar saja. Jika kau tanya padaku dimana dia, aku sendiri juga tidak tahu." Cetus Franz.
-"Tidak tahu?! Jangan memancing emosiku, kau sendiri sudah merebut dia dariku, dan kau tidak tahu dimana dia sekarang?! Pria macam apa kau ini Franz? Ternyata di balik statusmu yang benar, kau rupanya sama saja dengan pria tidak berguna ya."- Hina Chade kepada Franz.
"Diamlah, memangnya apa hubungannya denganmu? Dan jika kau pikir aku merebut Ovin darimu, kau bawa saja dia dariku, apa susahnya?!" Seru Franz merasa kesal, ternyata ada orang lain yang juga sama-sama ingin menemukan Ovin dan itu adalah seorang pria juga. Ada perasaan ketidak sukaannya jika ternyata si mata empat memiliki hubungan dengan pria lain ketika dia sendiri sudah menikah. 'Kenapa aku jadi ikut emosi juga?' Dalam diamnya, Franz jadi sedikit bingung juga.
Karena kekesalannya itulah, Franz dengan sengaja mematikan panggilannya dan akhirnya harus memutuskan pembicaraan itu.
3 menit kemudian Fardan menelepon balik Franz.
Dengan perasaan yang masih sedikit kesal, maka Franz jadi langsung bertanya : "Apa lagi?! Jangan kau pikir aku ak-
Belum juga menuntaskan kalimatnya, suara yang Franz pikir adalah masih orang yang sama dengan yang tadi, ternyata adalah Fardan.
-"Jangan di bawa emosi, karena kau benar-benar cemburu dengan orang yang tadi mengaku kau sudah merebut perempuan yang sudah resmi jadi Istrimu itu.
Tenang saja, jika dia menuntut membuat kau dalam masalah lagi karena Istrimu itu, aku dengan mudah bisa membuat orang tadi masuk ke penjara, karena mau merusak rumah tanggamu."- Beber Fardan, dengan segala kalimat yang terkesan benar-benar mendukung hubungan yang sudah di miliki oeh Franz dengan Ovin.
-"Aku sudah membuatnya pergi. Tapi ternyata sebelum orang tadi pergi, dia ternyata tiba-tiba saja ingat, kalau kemungkinan dari Ovin tidak bisa di hubungi, adalah karena sekarang adalah hari kematian ibunya, jadi ada kemungkinan dia berada dipemakaman ataupun taman."- Imbuh Fardan.
__ADS_1
"Kenapa dia yang sudah menghinaku, tiba-tiba memberitahumu untuk di katakan kepadaku?" Tanya Franz.
-"Dia hanya memberikanmu satu kesempatan, jika kau bisa menemukan dimana Ovin sekarang, orang tadi akan merelakan Ovin kepadamu. Tapi jika tidak, tentu saja dia akan merebut Ovin kembali.
Sekalipun sudah tahu status dari kalian berdua, dia sangat yakin dengan keputusannya, kalau dia akan merebut Ovin dari tanganmu.
Jadi bagaimana?"-
Franz yang tidak mau memperdebatkan bagaimana, dan mau seperti apa dengan keputusannya, yang ada di dalam pikiran Franz saat ini adalah, "Memangnya apa hubungannya antara taman dan pemakaman?"
Itulah yang Franz tanyakan, karena bagi Franz sendiri, itu adalah pertanyaan yang lebih penting ketimbang memikirkan nasib dari apakah Ovin akan direbut darinya atau tidak.
Dan Fardan pun kembali memberitahu Franz, " Ibunya meninggal karena kecelakaan saat di taman, yah.....orang tadi hanya bercerita intinya saja. Jadi dia benar-benar memberimu satu kesempatan, yang bisa kau gunakan dengan baik atau tidak. Karena-"
"Karena apa?" Franz sedikit emosi, sebab Fardan dengan sengajamenggantungkan kalimatnya.
-"Dia tahu semua perlakuanmu kepada Ovin, Franz. Makannya pasti itulah yang menjadi pemicu orang tadi, untuk tidak peduli dengan nasibnya sendiri jika memang betulan ingin merebut Ovin darimu, sekalipun dia bisa saja masuk penjara karena tindakan merusak nama baik keluarga kita."- Jelas Fardan.
"Aku mengerti." Setelah jawaban yang begitu singkat itu, Franz langsung mematikan panggilan itu secara sepihak.
Franz berpikir sejenak sembari melajukan mobilnya untuk pergi ke salah satu taman terdekat.
Jam juga sudah menunjukkan pukul lima sore sekalipun, masih saja belum membuat Franz menemukan Ovin. Teleponnya juga tidak di angkat jadi membuat orang panik?
" Oh....aku minta temanku untuk mencari lokasi terakhir handphonenya, sekaligus memeriksa seluruh CCTV yang ada. " Dengan niat begitu, sudah ketahuan kalau dirinya entah kenapa memang sudah punya keinginan untuk menemukan Ovin secepatnya juga, karena hari sebentar lagi menjadi petang, dan jadi malam juga.
'Ternyata dia bisa membuat orang setiap hari khawatir. Palingan mengunjungi makam ibunya, di sini cuma ada 3 tempat yang dijadikan makam, tapi jaraknya jauh semua. Tapi karena aku punya waktu yang terbatas, lebih baik aku menunggu kabarnya dulu.' Untuk menunggu kepastian, Franz pun menunggu balasan dari temannya dan baru saja di pikirkan temannya ini sudah menelepon. " Dimana? " Tanya Franz dengan singkat.
-" Lokasi terakhirnya ada di pemakaman XXXXX "- jawabnya.
"Terima kasih, aku panggil kamu jika aku membutuhkanmu lagi."
Dan sekali lagi, Franz mematikan panggilan itu secara sepihak.
__ADS_1
TUT.
"Jadi dia ada di sana?" Karena sudah menemukan jawaban dari yang dipertanya-tanyakan oleh Franz dari tadi, maka Franz kembali melajukan mobilnya dengan arah tujuan yang berbeda.