Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
96 : PUM : Balasan


__ADS_3

Linda yang awalnya diam-diam saja dengan mengikuti apa yang dimau oleh pria yang ada di belakangnya dengan cara tidak mampu memberontak, maka sekarang tidak akan begitu.


Karena Linda dalam sekejap mata langsung mengubah posisi mereka berdua, dari berjalan mundur langsung mengubah posisi mereka berdua dengan cara Linda dalam sekuat tenaga mengangkat tubuh pria dibelakangnya itu layaknya menggendongnya dan membawanya mundur mendekati mobil Ovin yang kebetulan sedang melaju ke arahnya, hingga akhirnya..


BRAK...


Pria di belakang Linda itu langsung terhimpit dengan body mobil bagian depan mobil milik Ovin.


"Akhw.."


"Ini rasakan, pelukan dariku hmm..ini..ini.." Linda yang menyudahi drama miliknya sendiri, langsung gencar menekan tubuh pria di bawah punggungnya itu agar lebih di himpit lagi.


"Akw..kau, tenaganya kuat sekali?" Dan anehnya, tubuhnya jadi tidak bisa dia kontrol untuk melawan Linda yang sedang semangat-semangatnya memberikan balasannya.


"Ya, aku memang kuat, kalau kau baik, sudah jadi kekasihku dan lanjut ke pelaminan, aku pasti bisa memuaskanmu lebih hebat darimu." Linda tiba-tiba saja membanggakan dirinya sendiri di depan laki-laki ini.


Dan selagi menekan punggungnya dengan kuat, selagi itu pula kedua siku tangannya dia gunakan untuk menekan samping perut pria ini dengan keras.


BUKH.


"Akw..! Itu sakit!"


"Apa? Segini saja sudah sakit? Aku yang lebih sakit hati tau! Ini rasakan..kau harus menerima ganjarannya." Tanpa membuat celah, Linda menyikut lagi perut pria ini.


BUKH.


"S-sudah..jangan lakuan itu. Itu sakit tapi juga geli." Ungkap pria ini.


Dia mencoba untuk mendorong tubuh Linda dari atas tubuhnya, tapi semua itu sia-sia sebab di saat yang sama pula, sebuah tangan keluar dari jendela mobil dan menodongkan pistol ke arahnya.


"Kau memang patut di beri pelajaran." Gerutu Ovin, dia tetap berada di dalam mobil, tapi tidak dengan tangan kirinya yang saat ini sudah dia rentangkan keluar ke jendela mobil dan menodongkan pistol miliknya ke arah pria yang sedang di jadikan bulan-bulanan Linda.


'Apa? Suaranya memang laki-laki, tapi itu tangan milik wanita?' Lalu setelah berpikiran seperti itu, Ovin langsung menarik pemicunya, dan membuat pria ini terkapar karena obat bius yang mendarat di lehernya, langsung bereaksi.

__ADS_1


Linda yang menyudahi perbuatannya itu, segera beranjak dari atas tubuh pria itu, dan bertanya : "Sekarang apa yang akan kita lakukan?"


Ovin kembali menutup jendela mobilnya lalu menjawabnya, "Kumpulkan mereka semua di dalam satu mobil yang sama." Perintah Ovin kepada Alinda.


"Aku?"


"Yaa..lebih baik lagi jika kau sendiri yang melakukannya, karena kau akan mendapatkan kepuasan tersendiri bisa membalaskan dendamu pada mereka semua." Jelas Ovin, diam-diam menghasut Linda agar bisa memuaskan rasa amarah milik Linda itu dengan melakukan sesuatu kepada mereka berenam.


Kira-kira apa itu?


________


Sore harinya.


Semua mata yang awalnya terpejam, perlahan terbuka juga.


BRMM...BRRMMM.....


"Ugh..kepalaku sakit." Lirih Eldo. Saat dia hendak memijat kepalanya, tiba-tiba dia merasakan tangannya juga mengangkat tangan milik orang lain.


Dan perlahan matanya terbuka juga, sampai dimana mereka semua langsung di suguhi sesuatu yang mengejutkan!


"Hyaahh...ini menyenangkan! Siapa ya orang yang memanggil kita datang kesini dan bermain dengan mereka semua?" Satu suara penuh dengan semangat itu berhasil membuat ke enam orang yang saat ini berada di mobil yang sama langsung membelalakkan matanya.


"Kau benar bro! Lihat ini, ada lima laki-laki dengan satu wanita seksi di dalam mobil yang sama. Ini jadi tontonan yang cukup menarik." Seringai pria berjaket kulit hitam ini sambil bersandar pada mobil berwarna putih yang kebetulan atapnya memang terbuka cukup lebar, sehingga memperlihatkan ada enam oang duduk di dalam mobil yang sama dalam posisi berdesak-desakan.


'Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak pakai baju? Dan-' Eldo pun sama terkejutnya ketika pacar barunya saat ini juga ada di sampingnya dan hanya menggunakan bikini saja, dimana ke empat orang yang Eldo panggil untuk menjadikan Linda sebagai taruhan, juga turut ikut serta dalam posisi yang sama dengan apa yang di alami Eldo.


"Wah..wah, kalian sudah bangun rupanya?" Pria berambut cepak ini turut senang dengan nyawa ke enam orang yang ada di dalam mobil ini akhirnya terkumpul juga. "Kalian benar-benar memilih tempat yang salah jika mau berolahraga saling bergantian." Sindirnya.


Karena dia melihat satu orang wanita yang ada di samping Eldo itu memiliki body tubuh yang cukup bahenol, maka pastinya banyak laki-laki yang menginginkannya.


"Eldo, kau punya selera yang tinggi ya, bisa punya wanita lain dengan tubuh montok seperti itu." Imbuh pria ini lagi sambil memberikan senyuman miring dengan tatapan penuh makna.

__ADS_1


"Kyaaa...! Apa! Jangan lihat aku!" Dan pacar Eldo yang baru saja terbangun ini akhirnya langsung berteriak kencang sambil berusaha menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


Tapi tindakannya itu justru membuat kedua tangannya yang ternyata terikat dengan salah satu tangan Eldo, serta yang satunya lagi terikat dengan tangan milik laki-laki lain, sontak saja membuat tangan kedua laki-laki di sampingnya itu langsung menampik sepasang asetnya.


Dan mereka berdua langsung tercekat kaget ketika mereka akhirnya bisa merasakan apa yang namanya bisa menyentuh aset yang empuk.


Melihat hal itu, semua orang yang ada di sana langsung tertawa lepas.


Semua orang?


Ya...


Karena sekarang arena balap itu sudah di isi banyak remaja dari berbagai kalangan baik itu kaya ataupun miskin, mereka semua datang untuk menyaksikan sesuatu yang bagi mereka cukuplah menarik, sebab tepat di depan mereka, saat ini ada enam orang yang berada di dalam mobil dan secara kebetulan mereka semua tidak memakai pakaian kecuali pakaian dala*m mereka.


Dan mereka semua yang saat ini sedang menonton, secara kebetulan sedang bersiap untuk melakukan adu balam mobil.


Daripada melakukan balapan yang akan di adakan di jalanan biasa, mereka justru mendapatkan undangan eksklusif untuk memakai arena balap ini.


Itulah sebabnya, mereka semua ada di sini, berkumpul bersama, bermain bersama sekaligus menonton bersama.


Dan salah satu diantara mereka, tiba-tiba saja datang seorang wanita berambut pirang yang di kuncir dua mendatangi mereka berlima yang sudah dalam kondisi terikat.


"Eldo..Eldo. Jadi ini, hasil yang kau katakan kemarin? Katanya mau memperlihatkan aku sesuatu yang menarik dari Linda, tapi nyatanya yang menariknya adalah kau yang telanjang di depan semua orang? Kira-kira apa jadinya besok ya? Teman-temanmu pasti menertawakanmu." Sindir wanita ini. Melepaskan permen lolipop nya dan menunjuk kearah mereka semua. "Kalian, besok akan jadi lebih terkenal."


"Siap. Tanpa biaya apa pun, mereka berlima akan menjadi lebih terkenal darimu Alice." Sahut pria di belakang Alice seraya mengambil gambar mereka berlima.


"Tunggu!"


"Ada apa Deno?" Tanya Alice kepada pria yang sedang duduk di depan stir mobil, dialah Deni, laki-laki yang hendak menyeret Linda dengan paksa.


"Suruh teman-temanmu untuk tidak menyebarkan berita kami." Tuntut Deni dengan raut wajah seriusnya.


"Oh Deno, apa kau bermaksud untuk menyogokku? Jika itu yang kau pikirkan, simpan saja uangmu yang kurang berguna itu. Karena aku tidak kekurangan uang, melainkan kekurangan berita untuk dijadikan gosip." Jelas Alice. Tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi pada mereka semua. Alice pun menyuruh temannya itu untuk melakukan siaran langsung yang akan di bagikan ke dalam grup kelas.

__ADS_1


Dan dari situ, semua informasi akan langsung menyebar dengan cepat layaknya kanker.


'Siapa yang melakukannya? Ini pasti bukan karena Linda saja. Pasti ini ada hubungannya dengan wanita yang ada di dalam mobil itu juga. Ah! Jangan-jangan yang memanggil mereka semua adalah wanita itu?' Terka Eldo seraya melihat ke sekelilingnya.


__ADS_2