
"Jadi dia benar-benar sudah pulang ya?" Lirih Franz. Dimana sesaat tadi itu, dia sempat menemukan suara milik Ovin yang menanyakan 'Siapa kamu?'
Akan tetapi, padahal dia tahu apa yang terjadi kemarin, maksudnya Franz tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Bella kemarin, juga kepada...
"................" Franz yang baru saja meninggalkan acara sarapan paginya, tiba-tiba saja di buat menatap ke arah pintu yang merupakan kamar dari Franz. 'Siapa yang tadi mengirimkan aku video itu?'
Franz perlahan mulai cukup penasaran dengan apa yang dia dapatkan setelah dirinya tadi dapatkan selepas melakukan ritual paginya.
Seseoang tiba-tiba saja mengirimkannya sebauh Video, dan Video itu berisi tentang insiden apa yang terjadi kepada Bella sebenarnya, sampai kejadian dimana Istrinya, tenggelam?
Kata tenggelam pun rasanya jadi tidak masuk akal untuk diri drai seorang Ovin. Tapi apa yang Franz lihat, jelas-jelas adalah detik-detik ketika Ovin terjebak di dalam kolam renang yang sedang melakukan pengurasan air secara rutin itu.
Dan hal itu berhasil membuat Franz cukup merasa bersalah atas tindakanya yang justru langsung menuduh Ovin sebagai pelaku atas diri Bella yang tenggelam, padahal Bella sendiri yang mengajak dirinya sendiri untuk terlihat seperti orang yang tenggelam di mata Franz.
'Kenapa Bella melakukan itu kepadanya? Aku pikir Ovin tidak pernah sekalipun mengajak ribut dengan dia. Tapi apa ini?' Franz memegangi kepalanya, dia benar-benar merasa bersalah atas apa yang menimpa Ovin, yang mana hal itu mengakibatkan Ovin di bawa oleh seseorang karena pingsan, dan bahkan semalam Franz yakin sekali Ovin memang tidak pulang ke rumah.
Franz pun jadinya terus memandangi pintu itu.
'Kira-kira apa yang dia lakukan semalam sampai tidak pulang, dan sekarang?' Karena penasaran, tetapi sedikit gengsi, maka Franz punya cara lain agar bisa mendpaatkan alasan untuk mendekati pintu kamar milik Istrinya.
Franz pergi menuju meja makan, mengambil beberapa makanan yang dimasak oleh Sean, yang ternyata cukup lumayan, untuk ukuran laki-laki bisa masak.
Setelah mendapatkan apa yang dia mau, dia membawa makanan itu serta minuman ke kamarnya Ovin.
TOK.......TOK......TOK......
Franz mencoba mengetuk pintunya, tetapi sayangnya Franz tidak mendapatkan apapun setelah mengetuk pintu kamar milik Istrinya itu.
'Kenapa tidak di sahut atau di buka? Apakah dia sedang istirahat?' Pikirnya. Karena itu, Franz kembali mencobanya.
Tok....Tok...Tok...
"Vin~" Akhirnya Franz jadi memanggil nama panggilan nya Ovin.
Namun seperti yang pertama tadi, tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar.
__ADS_1
'Kenapa dia tidak..ah...apakah dia marah kepadaku karena aku kemarin membentaknya?' Dengan pikiran polosnya, Franz punya pendapat seperti itu atas alasan kenapa Ovin tidak mau membuka pintu untuknya?
Akan tetapi, mengingat Franz cukup penasaran dengan apa yang terjadi di dalam, sekaligus menganggap rumah ini adaalh rumahnya, maka secara Franz punya kuasa untuk masuk ke sembarang tempat, maka Franz pun akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar itu.
KLEK...
Dengan membawa nampan di kedua tangannya, Franz diam-diam masuk kedalam kamar yang tidak terkunci sama sekali?
Franz tidak habis pikir kalau pintu kamarnya Ovin tidak di kunci?
'Bagaimana jika yang masuk itu Sean? Apa dia ma-' Hanya saja, belum juga berpendapat sendiri atas pikirannya itu, Franz di kejutkan dengan Ovin yang sudah memakai handuk kimono. ".............!"
Tetapi karena tidak di pakai dengan benar, karena belum mengikat kedua sisi handuk itu dengan tali pinggang, maka secara Franz melihat Ovin yang sedang berjongkok itu benar-benar memperlihatkan satu sisi kaki sebelah kiri secara terang-terangan, lalu kerah handuk kimono yang turun samapi batas siku, juga berhasil membuat separuh punggungnya pun terlihat secara gamblang.
Dari sudut manapun, itu adalah sisi yang paling membuat siapapun yang melihatnya, kalau Ovin sedang pamer tubuhnya?
Iya...
Hanya saja di mata Franz yang sesaat tadi memang terpesona dengan tampilan menggoda Istrinya yang cukup seksi itu, langsung sirna dengan apa yang sedang terjadi kepada Istri kecilnya itu.
"Akhh..." Rintih Ovin, dengan ekspresi wajah kesakitan, dan kedua tangan terus memegangi kepalanya.
Dia memnag baru saja mandi, karena berpikir kalau sakit kepalanya akan hilang, tetapi ternyata tidak berefek sama sekali.
"Vin.." panggil Franz seraya memegangi bahu Ovin, agar perempuan ini sadar kalau sekarang dia ada di sampingnya. "Hei, apa yang terjadi kepadamu?"
Tiba-tiba bahunya di pegang oleh seseorang, Ovin pun mendongak. Dia akhirnya melihat wajah suaminya dengan ekspresi khawatir?
Apa yang pria di depannya itu khawatirkan, ketika kemarin saja sempat memperlihatkan ekspresi marah kepadanya?
"............!" Franz yang disuguhi satu pemandangan langka lagi, sebab ternyata dibalik handuk yang tidak Ovin pakai dengan benar itu ternyata benar-benar sedang tidak memakai apapun, sesaat mematung.
Hal itu terjadi nyali dari diri Franz yang lain entah dari mana tiba-tiba saja muncul.
Sangat benar.
__ADS_1
Franz sesaat melihat sepasang aset itu ternyata memang tidak terlihat besar. Namun apa gunanya itu, jika itu masih bisa di nikmati oleh tangannya yang kemungkinan pas untuk dimainkan?
'Kenapa aku jadi punya pikiran seperti ini?' Hanya saja matanya pun jadi melihat kearah tangannya sendiri, yang kelihatan sekali memang cukup pas untuk mendapatkan mainan itu.
Hanya saja ketika turun kebawah, rupanya dia mendapatkan satu pemandangan lain yang belum pernah dia lihat secara terang-terangan, yaitu aset paling berharga yang dimiliki oleh Istrinya itu ternyata memang benar-benar ada dan cukup bersih?
'Haduh Franz...apa yang sebenarnya sedang otakku pikirkan?!' Franz jadi memejamkan matanya. Dahinya mengernyit, dan berusaha agar saat ini pikirannya tidak tertuju pada hal yang berkaitan dengan naf*su yang tiba-tiba saja timbul akibat penampilan Istrinya yang cukup menggoda itu, sebab disini ada hal yang lebih penting lagi, yaitu...
"Apa yang kau lakukan di sini? Pergi." Ovin mencoba mendorong tubuh Franz yang sedang memegangi bahunya. Namun bukannya franz yang terdorong, yang ada tubuhnya sendirilah yang jadinya terdorong kebelakang, dan akhirnya jadi terduduk di atas karpet.
"Akulah yang seharusnya tanya, apa yang sedang terjadi kepadamu?" Tanya Franz di bawah tekanan untuk berpaling dari segala godaan yang sedang di perlihatkan kepadanya.
Namun lagi-lagi Ovin tidak menjawabnya?
'Ternyata dia pakai ini.' Franz yang menyadari Ovin ternyata memakai penutup telinga, dengan senagja dia melepaskan benda itu dari kedua lubang telinga Istrinya.
"..............!" Karena penutup telinganya sudah dilepaskan oleh Franz, sekarang Ovin pun jadi bisa mendengar semuanya. Lalu apa yang sedang di inginkan oleh pria ini kepadanya, sampai mau berjongkok di sebelahnya? "Aku bilang per- Ahh...!" Ovin tiba-tiba saja berteriak keras sambil menepis tangan Franz yang sempat memegangi bahunya itu.
PLAK..
"...........!" Franz sontak terkejut melihat tingkah Ovin yang terlihat sensitif itu. Tapi demi mendapatkan jawaban, Franz langsung mencengkram tangan Ovin yang hendak memukulnya.
GREP...
"Pergi dari sini!" Perintah Ovin dengan sebuah teriakan yang cukup keras, dan di iringi dengan dorongan yang cukup kuat untuk mengusir tiang listrik itu.
"Vin..apa kau marah kepadaku karena kem-"
Mendengar Franz hendak membahas hal yang terjadi kemarin, tentu saja Ovin yang awalnya hendak mengusir pria ini dari kamarnya, beralih dengan menjegal kaki pria yang dari tadi terus terdorong karena kekuatan yang Ovin miliki itu cukup besar untuk mendorong pria ini dari kamarnya, sampai akhirnya hasil jegalan miliknya itu berhasil membuat pria ini terjatuh juga.
BRUK..
"Apa kau mau membahas yang kemarin ha?!" Pekik Ovin seraya mencengkram baju Franz yang saat ini Ovin sedang menduduki tubuh Franz.
Seolah ingin menghajar Franz layaknya laki-laki yang hednak balas dendam dengan pukulan telak, karena Franz sendiri saat ini sudah tumbang, maka itulah yang sedang istrinya lakukan terhadapnya?!
__ADS_1
Franz saat ini benar-benar di buat terpegun dengan tingkah brutal yang di lakukan Istrinya itu kepadanya.