Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
149 : PUM : Franz Panik


__ADS_3

Dua tembakan yang di keluar cara bersamaan membuat suara yang terdengar seperti satu tembakan saja. 


‘Siapa orang ini?’ Detik hati Ovin saat melihat seorang perempuan yang bekerja sebagai pelayan di kapal pesiar milik keluarga nya Franz, saat ini berdiri dengaan satu senjata di todongkan ke arahnya. 


“Padalah kau sedang ada di dalam bawah tekanan obat perangsang, tapi kau ternyata masih bisa menahan kesadaranmu sampai peluruku saja berhasil kau halau dengan pelurumu.” Ucap wanita ini dengan seringaian bangganya, karena dia bisa mendapatkan Ovin dalam keadaan tersiksa gara-gara obat yang di makannya, dan itu adalah kesempatan bagus untuk mengalahkan Ovin. 


Ovin hanya terdiam, menatap perempuan yang usianya tidak beda jauh itu dengan tatapan taja. 


‘Padahal itu adalah obat yang cukup kuat, tapi kenapa dia bisa menahannya sampai seperti itu?’ Pikir perempuan ini, melihat Ovin tetap saja tidak begitu memberikan reaksi dari orang yang terlihat seperti terkena obat perangsang, meskipun hal yang paling menonjol adalah wajah Ovin yang sudah memerah. 


‘Aku tidak peduli dia siapa, pakah ada hubungannya dengan kejadian di paris, aku harus menangkapnya.’ Dengan pikiran seperti itu, Ovin tanpa basa-basi langsung menurunkan tangan kirinya ke bawah dan menarik pemicunya saat itu juga. 


DORR….


DORR….


Tembakan yang dilancarkan oleh Ovin cepat-cepat wanita ini hindari sebelum peluru itu menembus kakinya. 


“Apa urusanmu denganku?” 


“Bos ingin aku membawamu” 


“Benarkah?” Dengan rona wajah yang cukup menggoda, Ovin bertanya dengan kepala sedikit di miringkan ke kiri. “Kalau begitu kita lihat, siapa yang akan tertangkap lebih dulu.”


Ovin pun langsung menyergap perempuan di depannya itu dengan sebuah serangan tembakan. 

__ADS_1


DORR…


Perempuan itu lebih dulu melompat ke samping kanan, setelah itu dia memberikan serangan balasan. 


DORR..


Adu tembak dengan tekanan di bawah pengaruh obat yang termakan oleh Ovin pun terus berlangsung. 


________________


“Kenapa helikopternya lama!” Kesal karena helikopter yang ia tunggu tidak kunjung datang, Franz langsung menelepon kembali pilot nya. 


Tanpa perlu menunggu waktu yang lama, teleponnya langsung di angkat oleh pihak sana. 


“Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa lama sekali sih, kau pikir aku sedang tidak menunggu?!” Protes Franz.


‘Bocor? Tch, padahal niatnya mau cepat, tapi pada akhirnya lama.’ Decih Franz kesal. Karena tidak ada pilihan lain selain menggunakan jalur air, Franz yang memang tiba-tiba merasa khawatir dengan Ovin, karena isi kepalanya terus terbayang dengan wajah Ovin yang memerah seperti tomat, mau tidak mau Franz pun bergegas turun. 


Dengan langkah yang cukup terburu-buru, setelah ia memakai lift untuk turun, Franz langsung pergi menuju pantai, karena disana sudah ada speedboat yang disediakan untuk mereka yang ingin bermain air dengan memacu adrenalin atau sekedar jalan-jalan mengelilingi pulau. 


‘Padahal hanya satu orang, kenapa aku selalu merasa kerepotan dengan keberadaannya itu?’ Batin Franz. 


Seperti biasa, kemanapun Franz mau pergi, jika ada yang melihatnya pasti akan langsung menjadi pusat perhatian. 


“Wow, lihat itu, Tuan muda manja itu mau pergi kemana ya?”

__ADS_1


“Aku jadi penasaran, tapi setiap kali bertanya Tuan muda pasti akan memilih diam.”


“Ya, dia diam jika dalam keadaaan bad mood. Lihat saja wajahnya, dia terlihat seperti sedang marah.”


“Wah-wah, kira-kira siapa yang baru saja membuat pangeran kita marah seperti itu ya?”


“Walaupun sedang marah, tetap saja tampan. Apa-apaan itu, kadang dunia tidak adil, aku jadi ingin sekali mendapatkan pacar setampan Tuan muda. “


“Jangan menghayal terlalu tinggi, kita itu bukan levelnya.”


Mereka yang tadinya sedang bermain bola voli, hanya bisa melihat Franz yang terlihat buru-buru itu. 


Setelah naik ke speedboat, Franz pun langsung melajukan kendaraannya itu dengan cepat. 


‘Aku tidak tahu kenapa, tapi kenapa perasaanku tidak enak?’ Pikir Franz dengan speedboat dalam posisi ngebut. 


Angin yang kencang, dan air laut yang berlimpah ruah. Meskipun sedikit susah harus mengimbangi kecepatan speedboat yang Franz bawa karena dia harus menerjang ombak serta angin yang cukup kuat, tapi Franz tetap percaya diri untuk membawa speedboat itu menuju ke tempat tujuannya. 


Di bawah hati yang terasa gelisah, Franz berpikir kalau dia sedang merasa khawatir?


Tapi memang itulah kenyataan yang dia miliki sebagai orang yang sudah menghadapi segala persoalan yang berhubungan dengan Ovin. 


Sungguh hidup yang terasa tidak begitu relevan, karena dia harus menghadapi semuanya sendiri, dan salah satunya adalah menghadapi Ovin yang sering bertingkah dan membuat masalah, yang mana di satu sisi Ovin adalah Istrinya. 


Kalau ada apa-apa dengannya, ujung-ujungnya Franz akan mendapatkan debatan lagi dengan Ibu nya sendiri. 

__ADS_1


Itulah alasan kenapa dia harus mengejar Ovin yang memilih untuk menghabiskan waktu di dalam kapal, di saat semua orang berada di pulau dan bermain bersama. 


“Ovin, kenapa kau selalu saja berulah sih?” Gerutu Franz, dan setelah beberapa waktu berlalu, dia akhirnya sampi di tepi kapal pesiar. Dia mengikat tali speedboat agar tidak terbawa arus, dan dia pun segera naik ke atas dengan menaiki tangga. 


__ADS_2