
Sepasang mata bermanik warna hitam itu memandang wajah satu orang yang menerobos masuk ke kamar mandi itu dengan mata berkaca-kaca.
Seolah pangeran sudah datang untuk menyelamatkannya dari situasi menjijikan itu.
Di mata si pria, ekspresi wajah sang gadis seperti ekspresi memohon ' selamatkan aku ' Ekspresi yang jarang ia ketahui dari gadis di depannya.
'Searusnya sejak awal aku cegah dia kesini.' Pikirnya, kemudian ia melangkahkan kakinya ke sisi si gadis yang sedang duduk di dalam bathup air bertabur Es batu.
Air dingin bersuhu kurang dari minus 0 derajat itu menggerakkan hati si pria untuk membawa gadisnya keluar dari bak mandi.
Hatinya terasa tidak tega karena..
'Dia menahannya sampai seperti ini?' Kernyit Franz, entah sudah berapa kali ia mendapatkan suasana yang hampir mirip seperti ini. Tapi untuk yang ini tentu saja ada yang berbeda, sebab gadis yang tidak lain sudah menjadi Istrinya itu memakan sebuah obat yang membuat tubuh merasakan panas. " Cepat keluar, atau tubuhmu akan membeku " Pinta Franz kepada si gadis berambut hitam itu.
Gadis bernama Ovin itu hanya memandang wajah Franz dengan mata yang berkaca-kaca.
Sambil mengulurkan tangannya, si Franz berniat membantu untuk menariknya keluar dari bathub, tapi bukannya membawa gadis ini keluar dari dalam bathtub yang dingin itu, yang ada tubuhnya malah di tarik masuk oleh Ovin dan hasilnya Franz pun langsung jatuh.
BYURRR......
" Ah... " desah Ovin ketika ada satu sentuhan yang membuat dirinya sedikit lebih sensitif.
Franz tidak sengaja tangannya menyentuh bagian pinggang ovin dan membuat dirinya jatuh masuk ke dalam pelukan dimana wajahnya mendarat di depan dada Ovin, Franz pun buru-buru menarik dirinya untuk menjauh dari sana.
Akan tetapi Ovin justru menahan wajah Franz untuk ada di depan dadanya, dan langsung mengusel-usel naik turun di atas dada bertekstur lembut milik Ovin, membuat Franz langsung merinding.
"Ahh..., ini enak." Lenguh Ovin, merasa enak karena ada yang menyentuhnya, walaupun ada sensasi dari rasa geli.
"Ovin...lepaskan." pinta Franz dengan wajah frustasi.
"Tidak mau." Ovin justru semakin memeluk kepalanya Franz, agar pria ini tidak pergi dari sisinya, meskipun suara gemlutuk gigi itu akhirnya berhasil mengusik Franz untuk melepaskan diri dari pelukannya Ovin.
"Lihat, kau itu sudah menggigil seperti ini, apa kau mau menambah penyakit dan menyusahkanku hm?"
"T-tapi, ini dingin."
'Dia bicara apa sih? Tubuhnya saja berendam di air es, tentu saja dingin.' Pikir Franz dengan mata mengernyit, lalu ia pun mengusap wajahnya dengan kasar, dan Franz pun langsung mengambil tubuh si gadis Ovin dan menggendongnya.
Perkiraan karena sudah berendam cukup lama maka ada kemungkinan tubuhnya sudah mati rasa.
Tubuhnya benar-benar dingin seperti es, meskipun masih menggunakan baju, dan ringan bagai bulu, Franz sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya pada akhirnya masuk ke dalam rencana dari Ibu nya sendiri.
'Kau harus apakan Ibuku itu agar tidak campur lagi antara urusanku dengan Ovin?' Geram Franz. Mulutnya memang diam, tapi pikirannya terus saja mengutuk dirinya sendiri.
" Dimana si bocah manja itu? " Chade mencari Franz yang tidak kunjung ketemu.
Beberapa saat lalu, pesannya cuma ingin mengambil hp tapi sudah lebih dari 10 menit tidak kunjung kembali juga.
" Kenapa ngurus anak itu terus? " tanya Ethan, keringat yang mengucur di wajahnya ia seka dengan handuk lalu mengambil jus yang sudah disediakan di meja dan menyeruputnya.
" Kan aku harus mengawasi bocah itu, jangan sampai Vin-vin kecil ku di buat repot. Dia jenis tipe suka bergaul bebas apa lagi dengan statusnya sekarang, bisa saja vin dibuat sedih lagi." Cetus Chade.
" Apanya yang sedih, yang penting dianya mau disisinya, walau tidak dikasih cinta tapi dia tetap mau dengannya......., sekarang kamu harus lebih jeli lagi." sindir Ethan pada adiknya, lalu tangannya mengambil teropong dari pangkuan Kevin.
Ethan menggunakannya dan mengarahkannya ke satu arah yaitu tempat dimana kapal pesiar itu berada.
" Ehm...heli nya ada di sana dan ada kapal speedboat, berarti yang tadi menggunakannya itu adalah Franz." tutur Ethan.
" Dia...licik juga," Chade jadi terbawa emosi, mengetahui pengawasannya kurang ketat hingga bocah manja si Franz pergi.
Ethan kemudian menghadap ke belakang dan kembali menggunakan teropongnya lagi.
" Perempuan itu senyum-senyum sendiri, kayanya dia ibunya. Ekspresinya sudah mengatakan rencananya berhasil " gumam Ethan lagi.
" Ren..rencana! Rencana apa!? " Pekik Chade.
" Mana aku tahu? Aku cuma membaca raut wajahnya saja. Selebihnya cari tahu sendiri. " Ethan pun pergi meninggalkan Chade dengan Kelvin, ia pergi ke hotel untuk mandi dan mendinginkan tubuhnya selepas mengeluarkan banyak tenaga serta keringat.
"Dia wanita yang aneh juga." gumam Ethan pada wanita yang baru saja dilihatnya yaitu Ny. Jean.
__ADS_1
Tap......Tap........Tap........
Langkah kaki itu tidak begitu menggema di lorong koridor kapal, alasan sederhananya karena lantainya di lapisi karpet merah bermotif, membuat keindahan kapal dari luar dan dalam pun begitu terlihat.
"Sepertinya 2 hari lagi baru bisa pulang, ....salahmu sendiri tidak mengabariku dulu jika tadi malam kau pulang. Ya sudah, aku matikan dulu teleponnya." Jordy pun mengakhiri angkat terima telfon dari adiknya dan menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya. 'Aku jadi sampai balik kesini, gara-gara dompet ku yang ketinggalan.'
Dan perjalanannya berhenti tepat di pintu kamarnya. Jordy mendorong pintu kayu itu, dan melangkah masuk.
Tapi baru juga masuk, ternyata sudah disuguhkan suhu kamar yang dingin.
"Ah...jangan menggigitku! "
Suara barusan terdengar sangat familiar, jadi Jordy segera meraba dinding kamar untuk mencari saklar lampu.
KLIK.....
Lampu utama di kamar pun akhirnya menyala, tetapi pemandangan yang disuguhkan bukanlah pemandangan yang patut dilihat.
" KALIAN?! " sepasang matanya membulat sempurna, hatinya tidak percaya dengan perlakuan dua orang itu. 'Satu wanita dan satu laki-laki di kamar yang sama, mereka berdua....melakukannya disini?'
Franz itu memang dari dulu dikenal sebagai pria yang tidak setia dan disebut playboy, beberapa kali mengecewakan pasangannya. Bergonta-ganti pacar sudah menjadi kesehariannya, tapi tetap saja banyak yang suka.
Tapi akhir-akhir ini kebiasaanya sudah tidak begitu terlihat.
Hanya saja Jordy tidak menyangka jika kali ini, tuan muda ini akan melakukannya sampai sejauh itu.
Apa yang dilihatnya mungkin baru pertama kali Jordy lihat, tapi Jordy sendiri juga malah di buat tersipu malu dengan pemandangan itu, terutama pada si tokoh wanita.
Handuk kimono yang di kenakan wanita itu tidak terpakai dengan benar yang dimana handuknya malah tertanggal sampai disiku saja dan memperlihatkan separuh punggungnya, sedangkan dia juga memperlihatkan kakinya dari pinggang sampai ke bawah, dan sejujurnya....wanita itu sedang berada di pangkuannya Franz dan saling berhadapan dengan posisi memeluk.
Posisinya cukup ekstrim untuk kedua orang itu.
" Kau?! Kenapa bisa masuk? " Franz agak terkejut akan kehadiran tamu tak diundang itu. Tapi tidak lama kemudian Franz merintih sakit lagi, " Ukh... " sakit di bahunya membuat dirinya mengernyitkan matanya.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Jordy dengan dingin.
"Jangan ditanya.....ah.....dulu, bantu lepaskan perempuan ini." Franz sedikit kesulitan karena posisi memeluknya ini agak membuat dirinya juga turut kewalahan menahan nafsu birahi nya.
'Jika dia tidak membiarkan melepaskanku, aku benar-benar akan menerkamnya saat ini juga. Tapi di sini ada Jordy.' Pikirnya. "Awh..., Vin...kau menggigitku terus " gumamnya, keringat dingin terus meluncur.
" Ini bisa jadi masalah skandalmu Franz " tutur Jordy, Jordy berusaha bersikap tenang lagi, tidak lama kemudian Jordy pun berjalan menghampiri mereka berdua.
" Jangan seenaknya bicara, cepat bantu a-" Di saat hendak mendorong tubuhnya Ovin, justru pelukannya menjadi semakin erat. "Ukh...!" Wajahnya Franz makin panik karena tiba-tiba saja Ovin menggerakkan pinggulnya, bergoyang ke kanan dan ke kiri, lalu depan ke belakang, membuat adik kecilnya langsung merespon cukup baik.
Saking baiknya, sebenarnya sudah tinggal di masukkan saja.
"Ahh, punyamu keras, aku ..suka." ucap Ovin dengan mata terpejam dan ekspresi wajah yang begitu menggoda.
Jordy yang mendengarnya pun wajahnya langsung jadi pucat pasi. Ia untuk pertama kalinya mendengar ucapan yang begitu vulgar serta pemandangan dua orang yang begitu intim.
"Vin, ka- ahh..!" Franz benar-benar mengeluh antara nikmat juga menahan.
"Jangan di umpetin, sini masuk." Laporan Ovin yang begitu di luar akal sehatnya Franz, membuat mereka berdua tidak bisa berkata apapun lagi.
Jordy yang sudah tahu mengenai situasi darurat Franz dan tidak ingin melihat hal yang lebih jauh lagi dari ini, Jordy segera menarik kedua lengan Ovin meski harus menutup matanya.
" Ah...ja...ngan tarik! " Ovin merintih tidak suka saat tangannya tiba-tiba saja di tarik oleh Jordy.
" ERKK.... " Dan Franz pula yang kena imbasnya, sebab saat Jordy sedang menarik Ovin agar menjauh dari Franz, lehernya Franz langsung tercekik karena pelukan Ovin yang semakin kuat saja. " Ukh...ak...aku sesak... " rutuk Franz.
Kedua tangannya mencoba menarik kedua tangan yang memeluk lehernya dengan kencang, tapi sekali lagi tenaganya itu kuat.
'Kenapa tenaganya kuat sekali sih?' Jordy jadi kalap dengan usaha keras Ovin yang tidak ingin melepaskan pelukannya dari Franz.
Ya, memang, banyak wanita yang menyukai Franz, dan rumor mengenai Ovin adalah sepupu jauh Franz, juga sudah beredar.
Namun jika memang sepupu, kenapa bisa bersikap seperti ini? Separuh telanjang di depan seorang pria dan memeluknya dengan sedemikian erat, siapapun akan beranggapan kalau mereka berdua akan melakukan hubungan badan.
Karena melihat posisi dan situasi antara Ovin dan Franz semakin menegang, Jordy pun mengambil langkah lain.
" Maaf, terpaksa ambil langkah terakhir." kata Jordy, dengan tatapan datar seperti hendak bunuh orang, Jordy mempersiapkan tangan kanannya dan Jordy pun memukul tengkuk lehernya Ovin.
" Aw.. " rasa sakitnya menjalar ke kepala yang membuat kepalanya terasa berat bagai di timpa beban yang banyak.
__ADS_1
'Berhasil kan?' Pikir Jordy.
Franz yang merasa kalau usaha Jordy untuk menghentikannya berhasil, perlahan mencoba melepaskan pelukannya itu.
Akan tetapi, tiba-tiba~
"Siapa yang memukulku?!" Bentak Ovin sambil menoleh ke samping kanannya.
'Waduh! Bahkan pukulannya tidak mempan?!' Bertambah paniklah Franz saat melihat Ovin sedang memarahi Jordy si tersangka pemukul. Sampai Jordy sendiri tercekat kaget juga.
" Sialan, apa kau mau mengganggu kesenanganku dengan suam-mphh...!"
Franz buru-buru langsung membekap mulutnya Ovin sebelum Ovin membeberkan rahasia mereka berdua.
'Kenapa dia malah jadi meracau seperti ini? Tidak boleh jadi, aku tidak bisa membiarkan mulut embernya ini mengungkapkan rahasia hubunganku dengannya.' Franz mencoba berpikir keras.
Jordy yang sadar dengan kalimat terakhir yang hampir di ucapkan secara penuh oleh Ovin, langsung menebak-nebak sendiri. 'Ovin yang awalnya di bully karena murid pindahan, tiba-tiba kejadian itu berhenti setelah Franz mengumumkan kalau Ovin adah sepupu jauhnya.
Jika sampai lima bulan lamanya Ovin di biarkan di bully, aku pikir karena hubungan mereka tidak baik.
Ovin yang tinggal bersama dirumahnya Franz, bahkan pulang pergi sendiri-sendiri, tapi dari pada itu
aku sudah melihat latar belakangnya, Franz ini bahkan tidak memiliki sepupu jauh seorang perempuan.
Dan sekarang di kamar ini mereka malah sedang berduaan dengan posisi seperti itu, lalu kalung dengan bandul cincin yang sama, sedangkan yang terakhir itu, Ovin baru saja mengatakan suam? Apakah itu maksudnya Suami?
Dari semua kejanggalan yang ada, aku hanya punya tebakan kalau mereka berdua tidak memiliki hubungan keluarga dengan status sepupu-'
"Uphh! Phuah..apa yang kaummph..!" Ovin terus memberontak agar mulutnya yang sedang di bekap oleh Franz bisa di lepaskan.
Tapi karena saat ini tenaganya dalam posisi sama-sama kuat, tidak ada yang terlihat akan menang ataupun kalah.
"Diam, kenapa mulutmu berisik sekali? Kalau kau punya tenaga sebesar ini seharusnya kau sadar! Hei, gara-garamu yang ceroboh tidak sengaja makan obat, kau tidak mungkin memperlakukanku seperti ini, dasar, kau memang dari awal terlihat seperti pela*cur."
"Phuaahahhaha, ya, aku memang pa*cur, hanya untukmu sajhammphh..!" Setelah berhasil lepas dari bungkaman telapak tangannya Franz, Franz langsung membungkam mulut Ovin yang berisik itu lagi dengan dengan tangannya.
Dan agar tubuh penuh tenaga Ovin tidak lagi bergerak, pada akhirnya saat ini Franz sudah berhasil menindihnya dengan tubuhnya, dan dalam posisi kedua kakinya Ovin terbuka lebar, sedangkan mulutnya terus di tutup dengan telapak tangan.
Franz mencari-cari sesuatu yang ada di dalam kantong celana, dan menemukan saputangan, sehingga Franz pun langsung menggunakan saputangan itu untuk menyumpal mulutnya Ovin agar tidak berisik lagi.
"Umphh...upmhh!" Ovin terus memberontak.
Franz segera membalikkan tubuh Ovin agar tengkurap, dan langsung menarik ikat pinggang dari handuk kimono itu untuk di jadikan tali untuk mengikat kedua tangannya Ovin.
Setelah berhasil di ikat, Franz buru-buru menarik handuk kimono yang di pakai Ovin itu agar menutupi tubuhnya dengan benar, karena beberapa saat tadi sebab memberontak cukup bersemangat, hal itu membuat tubuhnya hampir sepenuhnya kelihatan.
"Umphh...mphh....!" Ronta Ovin.
"Diamlah," Ketus Franz sudah kesal karena Ovin kembali berbuat ulah dan hampir membuat mereka berdua ketahuan, maka dari itu, agar Ovin tidak kabur atau bergerak-gerak lagi, Franz segera membungkus tubuh Ovin dengan selimut dan memperlihatkan Ovin jadi seperti sebuah kepompong besar.
"Umphh! Mpphh..! Umphh...!" Suara yang keluar hanyalah erangan yang tertahan karena mulut yang di bungkam.
"Salahkan sendiri jika tenggorokanmu sakit." Kutuk Franz.
Tetapi tepat sesaat Franz selesai membungkus istrinya dengan selimut layaknya kepompong, tiba-tiba Jordy yang dari tadi diam dengan otak terus berpikir, akhirnya berbicara dengan enam kalimat mencengangkan. "Apa kalian berdua adalah suami istri?"
DEGG...
'Jordy?' Detik hati Franz.
Satu pertanyaan yang membuat suasana di dalam kamar itu semakin menegang. Rahasia yang sudah di sembunyikan dengan baik, kini ada satu orang lagi yang mengetahuinya, dan orang itu adalah Jordy?
Franz tahu bahwa sebuah rahasia yang bahkan jika sudah di sembunyikan dengan cukup baik, pada akhirnya suatu saat pasti akan ketahuan.
Selain Sean, kini Jordy, sebentar lagi kira-kira siapa?
Apakah nanti semua orang di sekolah akan tahu?
Jika bukan karena sebuah perjodohan dan di akhiri pernikahan, sebenarnya Franz sudah pasti hidup lebih bebas tanpa ada bayang-bayang dari rahasia yang d tutupi layaknya seseorang yang menyembunyikan sebuah kejahatan.
Franz tidak mau, dirinya benar-benar tidak mau kalau fakta dirinya sudah menikah tersebar ke segala penjuru sekolah.
Apa jadinya jika rahasia miliknya terbongkar? Sudah pasti akan banyak orang yang menjahuinya, dan di hujani dengan ejekan, karena dirinya tiba-tiba menikah muda, padahal latar belakangnya dirinya memiliki banyak hubungan dengan wanita lain.
__ADS_1
Dan apakah semuanya akan berakhir di sini?
Jordy, yang merupakan ketua Osis? Apakah laki-laki ini akan memberitahukannya kepada orang lain? Sebuah dendam lama yang di miliki oleh Jordy kepadanya, sudah pasti akan membuat rahasianya menjadi kartu AS untuk Jordy.