Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
59 : PUM : Ovin >< Bella (Part 2)


__ADS_3

Dua tangan dengan memegang dua ponsel yang berbeda pula kemudian salah satunya disimpan di saku bajunya. Setelah itu Bella berdiri dan turun ke bawah, dan menatap air kolam dengan pandangan datar.


KLEKK.......( Pintu masuk pun terbuka )


Dan masuklah satu orang lagi yaitu Ovin.


Orang yang sangat di tunggu-tunggu oleh Bella.


Ya...Bella awalnya memang memiliki niat untuk menemukan rahasia di balik hp milik ovin, akan tetapi karena dianya gagal, maka Bella pun akan menjalankan rencananya yang lain.


Ovin, dia berjalan turun menuruni satu persatu anak tangga sambil menatap punggung Bella.


" Aku tidak tahu bagaimana caranya kamu bisa sampai disini juga, tapi hebat juga bisa menghindari mereka semua dan bisa menemuiku disini. " tutur Bella tanpa menatap lawan bicaranya itu.


" Ini hanya sebuah kebetulan, aku mencari handphoneku dan menurut lokasinya ada disini. " jawab Ovin. Telapak tangan kirinya terangkat dan mulai menekan kembali kordinat lokasi ponsel miliknya, tapi ketika di tatap lebih teliti, lokasinya memang betul disitu di tempat dimana dirinya berdiri. 'Keberadaannya dekat denganku? Jika di bawah lantai juga tidak mungkin. Selain aku, disini ada dia juga. Apa dia yang mengambilnya? Apa alasannya?'


Bella memutar tubuhnya kemudian dia pun menghadap Ovin dan bertanya. " Tatapanmu mengatakan kalau aku yang memegang ponselmu kan? " tanya Bella. Helaan nafas kasar Bella lakukan, lalu kembali berkata : " Berikan aku jawaban yang memuaskan."


" Jawaban apa? " tanya Ovin bingung.


" Apa hubunganmu dengan Franz? " akhirnya satu pertanyaan paling mendasar tapi punya daya tarik yang besar itu pun terlontar untuk Ovin yang kebetulan memang sedang menjadi topik hangat disekolah selama hampir seharian ini.


'Sejak awal dia datang kerumah, ternyata dia sudah mencurigainya..., hahhh.....tatapan tidak sukanya sangat jelas mengganggu sekalipun dia berpura-pura polos. Akhirnya semua orang juga akan masuk ke dalam sebuah situasi rumit. Padahal-' Kalimatnya pun menggantung.


Padahal dirinya sudah lelah mencoba kesana kemari menghindari puluhan orang dan kesana kemari untuk menemukan ponselnya, tapi akhir dari harinya juga akan ada yang menanyai hal ini secara langsung pada dirinya, dan itu adalah Bella.


" Aku tidak percaya dengan rumor, saat dirumahnya orang yang memakai masker itu adalah kamu kan? Padahal saat itu Franz mengakuimu sebagai pembantunya, tapi kenapa sekarang dia menyebutmu sebagai sepupu? Ini cukup aneh. " Tanya Bella disertai tatapan menyelidik.


'A-apa? Sepupu? Sepupu yang diabaikan? Aku mengerti Franz tidak suka dengan hubungan paksa ini, tapi kenapa juga Franz harus mengubah pernyataan dia sendiri? Dari pembantu menjadi sepupu, Bella kan jadinya curiga, apa dia tidak berpikir sampai itu? Kenapa dia punya otak bodoh?' pikirannya sedikit serabut dengan apa yang terlintas. Orang yang ada di depannya ini bukanlah orang biasa dan ditambah lagi Bella memiliki hal lain yang disembunyikannya itu.


Insting selalu mengatakan itu, karena itulah Ovin selalunya sedikit berhati-hati dan terus menghindar dari perempuan itu.

__ADS_1


"Aku hanya di disuruh oleh Ibunya untuk menemaninya sekaligus menjaganya. Memangnya kenapa? Kalau mau protes, silahkan saja protes kepada Ibunya itu."


Pada akhirnya dirinya berbohong, sekalipun tidak akan membuat Bella percaya. Yah Bella adalah orang yang tidak akan mudah percaya dengan satu ucapan tadi.


Tapi setidaknya dia memiliki alasan yang tidak jauh berbeda dengan kenyataannya.


Apa sih yang dinamakan pernikahan? Itu adalah untuk selalu menemani saat senang dan susah, dan akan saling menjaga satu sama lain.


Dikarenakan Franz sudah membuat klarifikasi yang cukup di buat sebagai alasan yang dapat di terima semua orang, maka Ovin pun juga akan melakukan hal yang sama. Dan itu demi kebaikan mereka berdua dalam menyimpan kenyataan dari rahasia besar yang sedang mereka sembunyikan dari mereka semua.


Setelah mendengar jawaban yang sudah Bella tunggu dari tadi, ia mengeluarkan satu ponsel dari saku dan menggoyangkannya tepat ke hadapannya Ovin.


'Aku tahu hubungan dua orang ini tidak sesederhana seperti apa yang barusan dia katakan, aku tidak pernah bisa percaya dengan mulut seribu bahasa yang mampu mengutarakan hal baik dan buruk, hanya saja-' Karena pada akhirnya Bella tidak mendapatkan jawaban yang begitu memuaskan hatinya, maka rencana B pun Bella kerjakan." Jika mau, ambillah dariku " tawar Bella, seraya memperlihatkan ponsel berwarna hitam, yang pastinya adalah milik ovin sendiri.


'Apa yang direncanakannya? Dia tidak mungkin bisa membuka Handphoneku, tapi apa alasan dia bisa memilikinya? Hahh..banyak orang yang penasaran dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, dan dia adalah salah satunya. Tapi...mengingat saat ini di sini hanya ada kita berdua, dan kau justru sengaja berdiri di pinggir kolam sambil memancingku dengan handphone aku, sudah pasti kau-' Secara hati-hati Ovin berjalan ke arah samping baru dia berjalan mendekati Bella.


DRRTTT..........DRRRTTTT.......DRRTTT........


Bella mengambil ponselnya dan menerima telepon itu.


" Iya, bentar lagi...." Bella menjawab pertanyaan dari orang yang meneleponnya.


Di saat yang bersamaan Ovin pun mendekat dan mengulurkan tangannya untuk mengambil ponsel miliknya dari tangan Bella.


" Oh....baiklah, aku ada di gedung C "


Namun siapa yang menyangka kalau saat Ovin menyentuh untuk mengambil ponselnya, Bella malah melemparnya ke kolam renang.


" Apa alasanmu melemparnya? " Sela Ovin di saat Bella tengah berbicara pada orang lain.


" Eh..maaf. Tanganku tiba-tiba jadi licin, jadinya jatuh deh."

__ADS_1


Ovin segera melepas kacamata, sepatu dan kaos kaki lalu blezernya dengan cepat, lalu dia bergegas untuk mengambil barangnya yang tenggelam masuk ke dalam kolam.


'Haduh...kenapa di saat-saat seperti ini, itu hanphoneku ada VC masuk? Siapa lagi? Semoga bukan komandan.' racau Ovin. Sebagai orang yang tidak ingin membuat orang lain yang menghubunginya menunggu, tanpa sadar tubuhnya jadi bergerak untuk segera mengambil handphone itu.


" Eh...tung- " dengan trik lainnya, Bella sengaja menahan tangan Ovin, dan Ovin langsung berhenti namun.....


" Ahh.... "


BYURRRR............


Di akhir sebelum benar-benar terjatuh ke dalam air, Bella sempat membuat senyuman licik.


BLUPH.....BLUBUPH......BLUPH.....


Bella masuk ke dalam kolam renang, dan posisi seperti orang yang seperti susah untuk mengambil nafas seakan tidak bisa berenang.


'Apa ku sempat membuat dia kepleset? Pinggi di pinggir kolam tidak ada genangan air, yah...dia memang sengaja melakukannya! Sudah aku duga, dia memang punya otak pintar tapi di gunakan untuk hal seperti ini.' Apapun itu, yang menjadi hal utama adalah menyelamatkannya. Karena dia tidak mau, kalau seseorang yang tadi menelepon Bella itu datang ke gedung ini dalam keadaan Bella seperti orang yang akan tenggelam.


" Ahh.... , kaki...ku kram, bluphh... " kepala Bella masuk lagi ke dalam air.


TAP....TAP...


BYURRR.........


Ovin ikut menceburkan diri ke dalam kolam untuk membantu Bella keluar dari kolam, tapi ketika tangan kirinya hendak merangkul pinggang Bella, Bella sendiri justru sebenarnya menenggelamkan dirinya lagi dan tangan Bella sempat mencengkram tangan kiri Ovin namun Bella sengaja meletakkan telapak tangan ovin ke atas kepalanya.


Jadi jika dilihat dari sudut pandang orang yang ada di atas, alias di permukaan maka Ovin terlihat seperti sedang memaksa tubuh Bella ke dalam air dan tidak memberikan kesempatan untuk bernafas.


Dan orang yang sudah berdiri di atas undakan tangga, adalah Franz.


" Bella! " teba-tiba ada satu teriakkan datang dari arah atas, dan itu Franz. Dialah orang yang baru saja menghubungi Bella.

__ADS_1


" To...tolong! " sambil mengangkat satu tangannya ke atas untu memberikan maksud pada Franz agar menolongnya.


'Licik, dia pasti akan membuatku jadi tersangka.' Detik hati Ovin.


__ADS_2