Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
70 : PUM : Timun


__ADS_3

BRAK..


Pintu yang tugasnya hanya untuk di buka dan di tutup, selalu berarhir dengan bantingan yang cukup keras.


'Apakah dia tidak jaga harga dirinya? Kenapa dia tidak menolak untuk disuntik di bagian itu? Apakah dia suka dengan seperti itu dengan pria lain? Hanya saja-' Franz jadi mengeluh ingin sesuatu. Akan tetapi dia tidak akan mendapatkannya, karena Franz sendiri seperti sudah mengibarkan bendera untuk penolakan.


Maksudnya akan menolak segala godaan yang baik itu di sengaja maupun tidak sengaja, ya..


'Aku tidak bisa sep-' Namun lagi-lagi kalimatnya jadi hancur total ketika timun itu sudah berbuah besar dan ingin makan atau dimakan?


Franz menatap horor miliknya, sungguh sesuatu yang tidak dapat di percaya, hanya dengan melihatnya saja sudah sukses membuat timunnya menjadi besar.


'Sebenarnya ada apa dengan aku ini?' Tekan Franz sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Dia berjalan dengan langkah lebar menuju kamar mandi, dan disanalah tempat bersemayam Franz untuk melakukan ritual pengeluaran biaya hasil stimulan melihat harta yang tidak bisa di beli tapi bisa dinikmati.


Franz duduk di dalam bathtup, dalam keadaan di ambang batasnya itu, Franz segera membuka handphone miliknya.


Franz, sekalipun dari tampangnya dia adalah laki-laki yang terlihat punya martabat untuk tidak melakukan ini dan itu, apalagi seperti yang diketahui kalau Franz sudah menikah dan mempunyai Istri yang mampu untuk melampiaskan hasratnya, tapi Franz tetap memilih untuk bertahan pada pendiriannya.


Dia tidak akan menyentuh harta milik istrinya itu, sekalipun saat ini timun libanon nya sudah berubah cukup besar?


Dia sekarang sudah membuka henphone lipatnya, disana sebenarnya ada beberapa video porn yang belum lama ini dia unduh.


Apa alasan di balik dia tiba-tiba menyimpan video itu, padahal dirinya saja belum berusia dua puluh satu tahun keatas?


'Jika bukan karena apa yang terjadi terakhir kali, aku tidak mungkin menonton ini.' Umpat Franz pada dirinya sendiri.


Karena kejadian yang terakhir kali, dimana Ovin benar-benar tidur di sebelahnya, dalam posisi timun miliknya di pegang sepenuhnya oleh Ovin, maka itulah satu pemicu sekarang dirinya terkadang tidak mampu mengendalikan dirinya yang lain agar tidak terbangun.


Dan jika memang sudah terbangun, maka solusi yang dimiliki oleh Franz tentu saja hanya satu, yaitu memijat timunnya sambil menonton video porn.

__ADS_1


Sayangnya, setiap dia menonton video itu, maka imajinasi yang dia lihat dan masuk kedalam otaknya adalah, bahwa video adegan ranjang yang cukup bergairah itu adalah dirinya bersama dengan Ovin.


"AKhh!...shh..." Des*ah Franz saat dia mulai mengurut timun miliknya.


Dan dalam imajinasinya itu..


________


"Anghh...F-franz, ini,,a-aku sud-" Satu racauan yang keluar dari mulut itu langsung di bungkam dengan mulutnya Franz. "Mhh...!"


Franz tidak peduli dengan segala protes yang dimiliki oleh perempuan yang selama ini dia berusaha dia tolak.


Franz yang tak kuasa membendung keinginannya untuk mencapai kepuasan, dia terus melesat masuk kedalam gerbang surga.


'Angh...ini memang cukup sempit, tapi-' Mata sayu Franz terus menangkap ekspresi wajah istrinya yang akhirnya sudah begitu tertekan dengan sensasi yang Franz buat bersama dengannya.


Itu adalah kepuasan yang hanya bisa di gapai oleh dua orang lawan jenis.


Dan tugas dari masing-masing adalah untuk menggapai kemenangan.


"Hahh...hah...hahh...F-franz, itu-" Kalimatnya terpotong dengan sebuah hentkan yang cukup kasar. "Akhhw!"


Timun yang tak terbayangkan karena bisa sebesar itu, benar-benar sudah amblas masuk kedalam milik harta milik Ovin.


"Itu apa?" Seringai Franz. Sebagai seorang ramaja yang baru merasakan apa itu nikmat dari hasrat serigala yang kelaparan, Franz pun tidak henti-hentinya bekerja keras untuk kepuasan jiwa dan raganya, tanpa memperdulikan apa yang dirasakan oleh Istrinya itu.


"Lebih cepat lagi." Satu patah kata aneh yang tiba-tiba saja keluar dari mulut Ovin, yang padahal dari tadi wajahnya terus terlihat seperti orang yang tersiksa.


"Kau yakin?" Tanya Franz, sesaat dia berhenti bergerak untuk mengkonfirmasi permintaan yang dilontarkan oleh Istrinya itu.

__ADS_1


Dengan senyuman lemah, di mata Franz, dia sungguh melihat kalau Istrinya ternyata menginginkan lebih?


"Baiklah." Entah apa yang sedang merasukinya, saat ini dia pun akan melangsungkan kegiatannya untuk memuaskan diri mereka berdua.


Dalan aksinya, dia pun semakin melakukan gerakannya.


"Ahh~ Franz..." Desa*h Revina, merasakan sensasi yang di inginkannya. Karena ingin yang lebih puas, dia mengalungkna lengannya di belakang leher Frans, membuat mereka berdua saling berpelukan.


"Hah...hah..hha..." Franz pun semakin gencar melakukannya, terus dan terus. Sekalipun sudah merasa sudah kuat dalam tempo yang cepat, dia merasa itu belum semuanya.


Karena itulah, Franz semakin gila...


_______


Ya...Dia gila samapi terus memijat timun libanon nya, sampai dia mendapatkan ******* yang cukup memuaskan, tepat saat adegan ranjang yang dia lihat itu semakin melakukannya dengan tempo yang cukup cepat itu.


"Angghh....ahh..shh...Ovin, sialan kau. Bisa membuatku samapi seperti ini." UMpat franz, dia terus memijat timunnya sampai akhirnya dia mendapatkan pelepasan yang cukup banyak, saking kuatnya, lava putih itu muncrat sampai keluar area bathtup. 'Ahh...ini cukup enak. Tapi-!' Mata yang awalnya terpejam itu langsung membulat lebar. 'Kenapa aku ingin melakukannya saja dengan dia?! Kau gila ya franz, hanya tidak sengaja terbayang miliknya, kenapa punyaku tidak mau tidur juga!'


Racau Franz di dalam kamar mandi. Dia pun terus melanjutkan ritua lsemedi di dalam bathtup, sedangkan diluar...


_________


'Kenapa Franz tiba-tiba saja keluar? Dia membawakanku makanan? Oh ya? Kira-kira sebelum ini aku melakukan atau mengatakan apaya pada dia? Yang aku ingat kan cuma aku sedang berjongkok dan memegangi kepalaku, lalu setelah itu aku menjegal dia karena berani masuk kedalam kamarku.'Ovin yang tidak bisa tidur kembali setelah di suntik oleh Ainz itu pun dibuat untuk berpikir keras, apa yang sudah dia lakukan tepat setelah dirinya menghempaskan tubuh suaminya itu?


Karena Ovin, sama sekali tidak mengingatnya apa yang dia lakukan.


"Oh...aku beritahu padamu. Jangan melakukan ini lagi di depanku."


"Melakukan apa?" Tanpa melihat lawan bicaranya itu.

__ADS_1


"Kau benar-benar tidak tahu apa tidak peduli?" Ainz yang baru saja keluar dari kamar mandi yang kebetulan ada di dalam kamar milik Istrinya Franz itu pun berjalan menghampiri ovin yang masih dalam posisi tidur dan memunggunginya. Setelah di belaknagnya persis, Ainz langsung membungkuk dan berbisi tepat di telinganya Ovin. "Kelihatannya gara-gara tadi, saat kau memperlihatkanku p*ant*atmu untuk aku suntik, dia langsung suamimu itu langsung cemburu."


"Ha?!" ovin pun langsung terkejut mendengar pernyataan dari Dokter ini, karena pria yang berprofesi sebagai Dokter ini tahu rahasianya? 'Dia tahu? Kena bisa? Aku kan tidak mengenalnya, apakah Franz yang memberitahunya?'


__ADS_2