Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
51 : PUM : Besama


__ADS_3

"..........!" Tepat di saat Ovin baru saja menyentuh sedikit dari ujung pusaka yang kebetulan sedang memakai helm, Ovin langsung menarik tangannya lagi. 'Itu..memang nyata. Keras, sedikit panas, dan...aku jadi ingin menyentuhnya lagi.'


Seorang remaja yang selalunya memiliki rasa penasaran besar terhadap hal baru seperti itu juga membuat Ovin mendapatkan jawaban dari setiap rasa penasaran yang biasanya hanya dilakukan oleh orang dewasa.


Seperti saat ini.


Ketika semua orang seusianya bisa melakukan hal di luar hukum maupun agama demi mendapatkan kesenangan dari rasa penasaran yang dimulai karena melihat orang dewasa begitu bisa menikmati untuk bisa bersetubuh, maka Ovin dan Franz adalah dua orang pengecualian.


Mereka berdua bisa melakukannya kapan pun mereka mau, karena sudah tercatat di atas lembar hukum, juga agama.


Namun dikarenakan merasa terlalu dini, dan sekaligus hubungan pernikahan ini bukanlah di dasari cinta yang di miliki oleh kedua pihak, maka Ovin dan Franz hanya melakukan hal ringan seperti saat ini.


DI saat Franz terlihat sedang melenguh karena di dalam mimpinya mendapatkan sebuah kenikamatan, sampai tidak menyadari kalau benda pusakanya sudah berdiri, maka Ovin yang penasaran dengan kepunyaannya Franz pun dibuat kembali menyentuhnya.


'Ini...betulan hidup. Aku merasa ini berdenyut.' Kata hati Ovin, saat kedua jarinya menyentuh ujung dari pusaka milik Franz.


"Angh~"

__ADS_1


"..........!" Desa*h*n dari Franz itu membuat Ovin sedikit kaget. Tapi sayangnya, itu juga menjadikan Ovin ingin melakukan lebih. Ya...Tatapan sendu itu mengisyaratkan ingin membuat Franz merasa puas. Sekalipun di dalam tidurnya saja, dia sangat ingin memberikan kepuasan itu dari tangannya.


Oleh karena itulah, dengan cukup berani, Ovin pun naik ke atas ranjang, dan duduk di belakangnya Franz yang sedan tidur meringkuk posisi kiri.


Dari situlah, awal dari keberadaan Ovin yang sebenarnya diam-diam memberikan rasa puas kepada Franz yang sedang tertidur itu.


____________


Flashback Off


'Meskipun aku penasaran, kira-kira siapa yang ada di dalam mimpinya, dan membuat dia merasa nikmat seperti ini.' Ovin mengangkat tangan kanannya ke dan memperlihatkannya kepada dirinya sendiri, dimana saat ini tangannya sudah benar-benar kotor karena cairan dari triliunan kecebong itu sudah melumuri tangannya.


'Tidak enak. Baunya aneh.' Detik hati Ovin.


Saat ini dia sedang berbaring dibelakangnya Franz persis.


Dilihatnya punggung Franz yang begitu lebar itu. Terbesit rasa penasaran lain yang dimiliki oleh pria di depannya itu. 'Kira-kira seberapa jengkelnya dia tiba-tiba sudah menikah denganku ya? Sebenarnya pernikahan ini bukanlah kemauanku Franz, tapi kemauan dari Ibumu sendiri. Dan aku tentu mau-mau saja, karena orang yang aku nikahi adalah kau. Salah satu orang yang wajahnya bisa aku lihat. Hahh...aku jadi terlihat seperti orang yang sedang mengincar hartamu kan? Padahal aku tidak tidak mengincar apapun selain dirimu itu.'

__ADS_1


Demi satu alasan, Ovin pun akan mempertahankan hubungan pernikahan ini.


Dan Ovin yang kebetulan semakin nyaman saat mendapati aroma tubuh milik Franz, dia pun jadi semakin mengantuk, sampai akhirnya dia memejamkan matanya juga.


Membuat kedua orang itu akhirnya tidur bersama, untuk yang ke sekian kalinya.


*


*


*


Bibi Ani yang dari tadi menunggu kedua majikannya itu, jadi terheran sebab mereka berdua tidak turun-turun untuk makan malam.


Karena tentunya adalah penasaran, maka Bibi Ani pun pergi ke lantai dua.


'Aku yakin Nona datang ke atas. Dan aku belum melihatnya turun. Apakah artinya Nona sedang bersama dengan Tuan Muda?' Demi menguak tebakannya tadi, secara diam-diam, Bibi Ani mencoba membuka pintu kamar milik Tuan nya itu. Dan hasilnya...

__ADS_1


Bibi Ani langsung menutup pintunya lagi dengan ekspresi wajah senang.


'Sepertinya hubungan antara Nona dan Tuan sudah semakin membaik. Aku beritahu Nyonya saja dulu, beliau pasti senang.' Dengan wajah gembiranya, Bibi Ani pun turun ke lantai satu. Menyimpan beberapa makanan yang sudah matang itu di lemari bufet, dan sisanya akan dia makan sendiri. Tapi sebelum itu, tentu saja dirinya harus melakukan laporan rutin kepada Nyonya besar.


__ADS_2