Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
12 : PUM : Rahasia dia


__ADS_3

TES.....


" Hahhhh........ " keluh kesah akan hembusan nafas Ovin terdengar di telinga Franz.


" Masih belum selesai, maka jangan berhenti! " Tegur Franz tanpa menoleh ke belakang, dan tangan kanannya masih setia memasukkan sesuap ice creamnya.


Merasa hening tanpa jawaban, akhirnya Franz menoleh ke belakang, Ia mendapati dua tetes darah mendarat di lantai.


[ Darah?! ] Wajahnya langsung menatap wajah Ovin secara intens.


Ovin sendiri tengah terkejut juga dimana kedua tangannya entah harus berbuat apa, dan beberapa tetes darah pun keluar lagi dari hidungnya.


Sadar ditatap seseorang dan merusak pemandangan lantai marmer indah yang harusnya bersih, Ovin segera menutupi hidungnya dengan punggung lengan tangan kirinya sambil berjalan cepat menuju toilet terdekat.


"..........."


Di toilet Ovin segera membersihkan hidungnya.


" Berantakan sekali aku? " Ucapnya sambil memandang cermin yang memantulkan wajahnya sendiri. 


Ovin langsung mengambil tisu dan mengeringkan wajahnya sekali.


Namun darahnya lagi-lagi keluar, seperti air sungai yang tidak bisa dibendung. 


[ Mimisan ini! ] Ovin jadi membersihkannya lagi dengan air, kemudian ia menyumpal kedua hidungnya dengan tisu agar tidak berantakan lagi.


Di saat kembali ke tempat dimana tadi dirinya mengotorkan lantai dan berniat untuk membersihkannya, ternyata lantainya sudah bersih kembali walau tingkat kebersihannya bukan dari pembersihan dengan cara di pel.


Hanya saja yang menjadi penarik perhatian untuk Ovin adalah, adanya satu orang tamu yang rupanya sedang berkunjung, dan itu membuat Ovin benar-benar bertemu dengan tamu itu secara langsung.


" Apa pembantumu sakit? " Tanya Bella pada Franz yang baru saja keluar dari dapur.


" Oh...iya! " Franz tanpa merasa bersalah segera mengiyakan tebakan Bella itu.


Itu semua terjadi karena perasaan buruk yang tadi berkecamuk yang ia pikirkan Bella bertemu dengan Ovin.


Tapi di sini ternyata Ovin sendiri sedang memakai masker, jadi walaupun mereka berdua bertemu tapi terlihat dengan jelas kalau Bella masih belum mengetahui identitasnya siapa orang yang dia sebut 'pembantu' itu.


" Apa nona mau minum sesuatu? " Tanya Ovin dengan lembut dan juga sedikit mengubah suaranya.


Dia melakukannya karena dia sadar akan raut wajah cemas yang diperlihatkan Franz, jadi seolah-olah dirinya tak tahu apapun, ia pun melayani satu tamu tak diundang itu dengan baik.


" Oh....pelayan yang baik, masih sakit tapi setia bekerja. Jangan sampai penyakit milikmu itu menular aku juga " puji Bella sekaligus mengejeknya.


" Aku ingin jus saja, terserah apapun itu, yang penting buah. " pinta Bella.


Ovin pun segera pergi menjauh agar tidak membuat suasana canggung yang mengakibatkan dirinya di maki lagi oleh Franz tak guna itu.

__ADS_1


[ Ah...ya, dia memang tak berguna juga. Untungnya aku masih ada sisa uang untuk mengisi kulkas sampai penuh, seminggu kedepan aku bisa berhemat. ] Pikirnya sambil membuka kulkas dan mengeluarkan buah segar yang baru dibelinya tadi lepas pulang sekolah.


Beberapa saat kemudian minuman yang ditujukan untuk tamu sudah disiapkan dan akan ia suguhkan pada Bella serta Franz.


Tapi ketika sudah sampai di ruang tamu, kedua insan itu sudah tidak ada lagi.


" Kemana dua orang ini? " Ucap Ovin dengan lirih setelah meletakkan kedua gelas berisi jus itu ke atas meja.


Di sisi lain...


" Franz, kenapa kamar ini tidak bisa dibuka? " Tanya Bella pada Franz yang ada di dekat akuarium untuk memberi makan ikannya.


Franz menoleh ke belakang dan sedikit terkejut karena Bella tengah berada di depan pintu kamar Ovin.


" Itu sudah lama dikunci, dan kuncinya menghilang. Memangnya ada urusan apa ingin membuka kamar itu? " Tanya Franz.


" Oh aku lupa memberitahumu, aku akan bermalam disini. " Jawab Bella dengan senyuman mengembang yang terlihat tujuannya adalah disengaja.


" Apa?! "


" Kenapa kamu terkejut begitu? Ayah dan ibuku sudah memberiku izin kalau aku akan bermalam disini. Karena malam ini mereka mau keluar negeri dan aku akan kesepian, bukannya kamu sudah biasa memberikan kesempatan beberapa temanmu tidur di rumahmu? Kenapa aku tidak? " Jelas Bella


" Bukan begitu, kau itu perempuan, selama ini aku mengizinkan teman laki-laki saja. "


" Ayolah, kenapa ada aturan begitu? Waktu kecil kita malah juga pernah tidur sekamar kan? Aku tidak akan menyusahkanmu. "


Tanpa pikir panjang lagi Franz pun,


" Hanya malam ini saja. "


" Ya. " Bella memeluk Franz dengan gembiranya.


______________


Sore berganti malam.


Di ruang makan terdapat meja panjang dengan kursi berjejer rapi di sana, beberapa makanan juga sudah dimasak oleh Ovin, tapi rupanya Franz memang benar masih bersikukuh untuk tidak makan masakannya, bagaimana tidak?.


[ Dia ini, aku sudah cepat-cepat memasak, dia lagi-lagi pergi. ] Ovin kembali mengeluh dengan keadaan dirinya sendiri yang sekarang sendirian di rumah sebesar itu.


Franz pergi berdua dengan Bella untuk makan di restoran, bagai kencan romantis Franz benar-benar melakukannya secara terang-terangan di depan Ovin.


Jadi masakan yang sudah tersaji di meja, ia makan sendiri dan sisanya ia simpan untuk ia panaskan nanti malam sewaktu-waktu dirinya merasa lapar.


TRING........


" Halo? Aku akan kesana. " Jawab Ovin sekejap dan langsung mengakhiri panggilan itu.

__ADS_1


Tut......Tut.......


30 menit kemudian di suatu gudang dekat pelabuhan terdapat 2 orang penjaga yang menjaga salah satu gudang itu.


Satu mobil berhenti tepat di depan mereka berdua dan turunlah seseorang dari mobil hitam itu.


" Ada misi apa kali ini? " Gerutunya. Baju coat berwarna biru gelap itu berkibar akibat kena terpaan angin malam yang berhembus kuat sebab berada di pesisir laut pinggiran kota.


Dia berjalan cepat sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantel coat nya.


Ketika berpapasan dengan dua orang penjaga itu dia berhenti untuk melakukan verifikasi identitasnya dengan pemindaian retina matanya.


Itu adalah satu teknologi yang tidak akan meninggalkan jejak ketika pemindaian itu terjadi, karenanya itu berbeda dengan sidik jari yang pastinya akan meninggalkan jejak di layar LCD itu.


" Nona Avi, silahkan masuk. " Penjaga ini memberikan sapaan kepada orang yang dia panggil nona, setelah mengetahui identitasnya itu.


Banyak kotak kemas yang bertumpuk di pinggir dinding gudang, apatah lagi tempatnya juga sedikit berdebu, kemudian dia masih berjalan lurus, setelah ada perempatan jalan karena tumpukan peti kemas itu berjejer rapi bagai blok kota, ia pun berbelok ke arah kanan dan terus hingga ujung lalu sampailah ia tepat di depan pintu besi.


Seketika pintu itu terbuka secara otomatis, dan dia berjalan masuk ke dalamnya. Disitu rupanya adalah lift yang mengarah langsung ke satu tempat rahasia?.


Dan seperti itulah, hingga setelah sampai di lantai yang dia tuju, dia disuguhkan dengan ruangan putih dan banyak orang berlalu lalang.


Dari orang berjas putih semacam dokter dan satu lagi orang berpakaian lengkap dengan senjata.


" Jangankan besok, kita harus melakukannya sekarang juga. " Tutur salah seorang laki-laki berusia 40 tahunan, dia tengah memerintah 3 anak buahnya.


Merasakan kehadirannya, orang tersebut menoleh ke belakang dan menemukan salah satu anak buahnya yang lain sudah datang.


" Egen Avi, anda sudah datang. Sepertinya aku mengganggu hari liburmu ya? "


" Tidak apa, sudah menjadi tugasku. Ada masalah apa? " Tanya perempuan ini.


" Kamu juga sudah membaca beberapa file yang barusan aku kirim, di kota C benar-benar ada perdagangan manusia. "


" Apapun tugasnya, akan kami laksanakan " Ucap perempuan ini.


" Perjalanannya sedikit jauh, tapi demi negara ini kita akan melakukan segala hal. " Ucap yang lainnya.


" Kalian akan berangkat 20 menit lagi “ Perintah pria paruh baya ini kepada mereka.


" Apa ada hal yang harus kami ketahui lagi? " Tanya perempuan ini, yang tidak lain adalah Ovin. Orang yang sedari tadi dipanggil Avi oleh mereka.


" Akan aku kirim file nanti jika memang benar-benar ada hal yang harus kalian perhatikan. " Jawab orang yang di panggil ketua.


" Diubah, kalian akan berangkat 15 menit lagi, jadi bersiaplah. " Ujar salah satu orang yang berpakaian jas putih, dia tengah duduk di depan layar komputer.


" Baik! " All.

__ADS_1


__ADS_2