Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
99 : PUM : Syarat 5 tahun


__ADS_3

"Padahal tidak ada yang menyuruhmu untuk melakukannya, jad-" Sampai kalimatnya tiba-tiba menghilang setelah Ovin sudah mencengkram kerah dari baju seragamnya Franz. 'Kenapa akhir-akhir ini dia sering kali melakukan ini kepadaku?'


Saat mata mereka berdua saling bertemu, Franz berusaha melepaskan cengkraman tangan milik Ovin.


'Kenapa tangannya kuat sekali?' Franz sempat melirik ke bawah, dan usahanya untuk melepaskan cengkraman tangannya Ovin dari kerah bajunya itu tidak membuahkan hasil.


Sedangkan di satu sisi, Ovin melakukan itu secara spontan, karena dia memang sedari tadi sedang penasaran dengan kedua matanya yang benar-benar mampu melihat wajah Franz dengan sangat jelas.


'Kenapa harus dia sih? Sebenarnya aku memang jengkel karena dia menabrakkan mobilnya ke mobil baruku. Tapi..hanya dengan melihat wajahnya yang seperti ini, perlahan kenapa aku tidak bisa memarahinya?' Ovin yang geram pada dirinya sendiri karena Franz adalah satu-satunya di rumah yang bisa menjadi penyegar matanya, jadi tidak bisa marah berkepanjangan.


Karena itulah, tangannya pun mencengkram kerah baju Franz dengan lebih erat lagi.


"Franz." Panggil Ovin dengan nada penuh dengan penekanan.


"Mau membujuk aku dengan apapun itu, aku tidak akan bertanggungjawab. Lagi pula, bukan hanya mobilmu yang bumper nya rusak, jadi tidak ada yang harus di tuntut lagi." Ucap Franz, masih mengira kalau tatapan serius yang di perlihatkan oleh Ovin kepadanya adalah karena Ovin mulai mengancam untuk bertanggung jawab atas kerusakan mobilnya Ovin yang rusak itu.


Padahal tebakannya adalah salah, karena Ovin sudah tidak begitu memperdulikan lagi dengan mobilnya itu, sebab tidak ada gunanya melakukan hal repot seperti membujuk orang yang medit seperti Franz.


"Ya..memang tidak ada yang perlu di tuntut, karena mobil pemberian dari Chade padaku itu sedang ada di wilayahmu dan kau sendiri adalah orang yang sengaja merusaknya." Terang Ovin.


"Kalau sudah tahu, lalu kenapa kau mencengkram kerah bajuku?"


Ovin yang kini sedang membungkuk di depan Franz, lebih membungkukkan tubuhnya lagi, sampai wajahnya bisa dia letakkan di samping wajah kanan Franz, dan setelah itu dia pun menjawab, "Karena aku tidak ingin membiarkanmu kabur."

__ADS_1


Mendengar ucapannya Ovin, Franz pun jadi mulai merasakan adanya bahaya yang datang.


"Memangnya aku akan kabur kemana? Ini itu rumahku, yang seharusnya kabur dari sini itu adalah kau. Jadi setidaknya aku tidak akan perlu mendapatkan ancaman seperti ini." Urai Franz mencoba memahami jawaban singkat milik Ovin barusan.


"Kenapa aku harus kabur, jika suamiku sendiri ada di depanku?" Tatap Ovin. Dia sengaja melakukannya karena mulutnya itu memang sedang ingin mengerjai Franz yang langsung salah tingkah itu.


'S-suami?' Tapi kenyataannya memang benar, kalau mereka berdua saat ini sudah jadi suami dan Istri. Lantas apa yang akan di lakukan oleh wanita di depannya ini sampai membuat posisi mereka berdua kini sudah berubah, karena salah satu kaki Ovin terangkat, dan menumpukan lutut nya itu di atas tempat tidur tepat di antara kedua paha nya Franz.


"Aku sebenarnya sedang berusaha untuk tidak peduli dengan semua ucapanmu yang suka menyakiti hatiku."


"Kalau memang sudah tidak tahan, artinya kau bisa berpisah dariku kan? Setidaknya un-"


Tapi jawaban Ovin adalah sebuah gelengan kepala. "Aku tahu kalau kau mau menerima pernikahan ini, karena kau sangat menginginkan warisan dari Ayahmu. Dan jangka waktu yang agar kau bisa mendapatkan itu, syaratnya harus mempertahankan pernikahan kita selama lima tahun."


Jadi apakah hal itu juga membuatmu merasakan sakit hati?" Franz menjelaskan, bahwa ada satu syarat paling sulit yang harus Franz lakukan untuk bisa mendapatkan warisan dari Ayahnya itu.


Dan cara nya memang cukup sederhana. Tapi bagi Franz sendiri yang masih terlalu muda untuk menjalani hubungan pernikahannya dengan Ovin, tetap membuat Franz jadi merasa di lema.


Dia ingin bebas dari kekangan apa itu yang namanya pernikahan.


Tapi sayangnya, Franz harus mengubur niat itu sedalam-dalamnya, sebab syarat utamanya adalah bisa menjalin hubungan dengan Ovin sebagai suami dan Istri selama lima tahun itu.


Dan jika lima tahun itu sudah terlewati, maka separuh warisan milik Ayahnya Franz, bisa Franz dapatkan.

__ADS_1


Sedangkan umur pernikahan mereka berdua baru saja lewat dua bulan. 'Bukankah ini masih sangat lama?' Benak hati Franz.


Melihat Franz begitu sangat memikirkan harta, Ovin juga memikirkan sesuatu juga.


___________________


Tujuh hari yang lalu.


"Baiklah, seperti yang anda tahu, saya adalah pengacara khusus dari mendiang Tuan besar, Admes. Dan alasan saya datang kesini dengan meminta anda sekeluarga berkumpul, adalah karena saya akan membacakan surat wasiat dari mendiang Tuan besar." Pria berkacamata dengan setelan jas berwarna kelabu ini kemudian duduk, setelah di berikan sebuah instruksi tanpa perintah verbal oleh ibu nya Franz.


Karena Ayah nya Franz saat ini sudah meninggal tepat dua bulan setelah kematian itu, pengacara Admes akhirnya datang untuk memberikan rincian soal harta kekayaan yang akan di wariskan kepada keluarganya.


Karena itulah, Ny. Jean, Franz, Erin, Ovin, mereka semua yang merupakan keluarga utama bagi mendiang Ayahnya Franz yang sudah meninggal dua bulan yang lalu itu sengaja di kumpulkan.


Mereka semua sengaja di kumpulkan untuk membahas soal rincian dari seluruh aset dari almarhum Ayah nya Franz.


"Suamiku itu tidak mungkin akan membagikan hartanya secara cuma-cuma, jadi katakan saja langsung pada kami apa yang harus kami semua lakukan agar semua asetnya bisa di bagi dengan rata?" Tanya Ny, Jean kepada Admes selaku pengacara dari suami Ny, Jean.


Admes memperhatikan seluruh keluarga Eshter. Sampai dia tidak sengaja melihat wajah asing sedang duduk berdua dengan Franz dengan pakaian couple.


Melihat hal itu, Admes jadi menunduk dan tersenyum remeh.


"Anda memang sangat mengenal ciri khas dari suami anda yang Nyonya?" Ucap Admes seraya mengeluarkan laptop berwarna hitam dan dia letakkan di atas meja. Setelah berhasil mengeluarkan barang berharganya, sekarang dia akhirnya mengeluarkan sebuah amplop coklat yang masih tersegel.

__ADS_1


__ADS_2