Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
136 : PUM : Calon Ibu


__ADS_3

"Oh ya, apa kau sudah makan?" Pertanyaan ringan yang cukup menghangatkan hati kembali terucap.


'Hah~ Aku bahkan tidak ingat, Franz apakah pernah menanyaiku pertanyaan simpel seperti ini. Kecuali dia tiba-tiba memberiku makan, itu saja yang aku ingat solah dia.' Pikirnya. "Belum."


"Bagaimana jika kita makan bersama? Aku punya rekomendasi restoran yang bagus. Anggap saja sebagai perayaan pertama aku bisa bertemu dengan keponakanku sendiri." Ucap Ethan.


Walaupun makan bersama adalah perayaan yang terdengar biasa saja, tapi untuk Ovin dia justru sangat bersyukur, karena setidaknya kedua paman nya itu memberikannya perhatian.


Padahal Ovin sendiri sama sekali tidak pernah meminta ini dan itu, tapi dia benar-benar di perlakukan dengan baik oleh mereka berdua. Itulah, mengapa ia merasa kalau mereka berdua jadi seperti kedua orang tuanya.


"Iya, aku mau."


Dan kebiasaan dari Chade juga Ibu, ternyata juga ada pada diri Ethan yang suka mengusap ujung kepalanya dan membuat rambut milik ovin jadi sempat berantakan.


"Kau benar-benar mirip dengan Ibumu."


Ovin yang seperti baru saja mendapatkan gombalan, wajahnya langsung tersipu.


'Kenapa anak seimut ini malah di buat menderita? Baj*ingan itu ya. Aku akan memberikan dia pelajaran. Jika bukan karena laki-laki sampah seperti itu, kakakku tidak mungkin meninggalkan keluarga besar Abelson dan mana mungkin dia meninggalkanku, juga Ovin.


Ngomong-ngomong, dia punya Istri baru, dan mereka sampai menyiksa keponakanku yang tidak bersalah. Kira-kira harus aku apakan mereka ya?' Dengan memikirkan hal itu, tanpa sengaja cengkraman tangannya semakin kuat, saking kesalnya.


'Apa yang sedang paman pikirkan? Dia kira tanganku tidak sakit apa?' Sebagai pembalasan kecil karena di buat menangis, Ovin yang diam membisu tapi tangannya di cengkram dengan kuat, Ovin langsung membalas cengkraman tangan yang cukup kuat itu.


GREEPP.....


"..........!" Ethan langsung tersadar, setelah dia mendapatkan balasan yang setimpal dengan cengkraman tangannya itu. "M-maad, itu pasti sakit." Ethan buru-buru melepaskan tangan keponakannya sebelum membuat tangan yang terlihat kecil itu menjadi remahan.


"TIdak apa-apa." Meskipun mengatakan tidak apa-apa, tapi Ovin mengusap-usap tangannya yang sempat di re*mas dengan kuat itu.


'Tenaganya tadi, kuat.' Ethan sempat melirik ke arah tangan kirinya yang barusan di balas dengan r*masan yang kuat juga.


Sampai tiba-tiba saja datang satu anak kecil laki-laki menghampiri Ethan dan Ovin yang sedang duduk bersama itu.


Anak tersebut berlari dan memeluk kaki Ethan dan kepalanya menoleh ke samping menatap ke arah Ovin.


"Ini ponselmu." Kata anak laki-laki ini sambil memberikan ponsel kepada Ethan.


Dari segi tinggi dan kecakapan anak tersebut, Ovin memperkirakan kalau anak itu berumur 4/5 tahun.


Belum menjawab, si anak kecil itu ikutan duduk di kursi taman sehingga Ovin sengaja bergeser ke pinggir untuk memberikan ruang pada si anak itu agar duduk bersama.


"Dengar, umur dia baru 30 tahun. Sekarang masih single meskipun aku anaknya tapi jika kau mau menikahinya untuk jadi mama ku aku tidak masalah. " Ucapannya langsung ke intinya.

__ADS_1


'Ha? Mama? Aku bahkan belum melakukan itu tapi anak ini menyebutku untuk jadi mamanya? Kenapa anak ini pintar sekali bicara?' Tatap Ovin kepada anak kecil itu. 'T-tapi, walaupun aku tidak bisa melihat wajah anak ini, pipinya yang tembam ini, dia pasti sangat imut.'


Sebenarnya ada kehadiran perasaan yang sangat senang, ketika ada anak kecil bisa fasih berbicara, dan anak kecil selalu identik dengan keimutan yang hakiki, apalagi karena ia mendengar kalau anak kecil ini adalah anaknya Ethan, sudah pasti seberapa tampan anak ini kan?


Ovin mulai meraih pipi dari anak ini.


'Ohw..betapa kenyalnya ini. Ini seperti puding, paman! Apa yang paman berikan kepada anak ini? Ini cukup wow.' Saking gemasnya, Ovin jadi mencubit pipi dari anak kecil ini serta sesekali menepuk pelan ujung kepalanya di akhiri dengan usapan yang membuat rambut itu berantakan.


"Hei, jawab aku, jangan mencubitku.Wajahku ini cukup berharga untuk kau sentuh." Protes anak kecil ini kepada Ovin yang sedang bertingkah seenaknya.


Anak kecil ini pun mencoba menepis kedua tangan yang sedang bekerja keras untuk menikmati wajah dan kepalanya itu.


Tapi karena tenaga yang di miliki oleh Ovin cukup besar, ia jadi tidak bisa lepas dari perilaku perempuan yang sedang merasa gemas itu.


"Ya? Tapi kau sendiri menyebutku untuk jadi mama mu kan?" Balas Ovin dengan cepat.


"Tapi kau terlalu muda juga ya? Untuk jadi mamaku. Tapi tidak masalah, asal kau bisa membaut adik untukku, aku ingin perempuan biar aku bisa menjahilinya setiap hari," Kata anak kecil ini lagi, hingga akhir dari perdebatan singkat itu, anak ini langsung menggigit tangannya Ovin.


"............!" Ovin segera menarik tangannya.


Sedangkan anak kecil itu dahinya langsung di sentil oleh Ethan.


" Aww......" sentilannya cukup membuat tangannya refleks mengelus kepalanya.


" Dia- "


" Ya, dia anakku, ibunya meninggal saat melahirkannya. " sela Ethan saat itu juga, agar Ovin bisa tahu sedikit alasan kenapa Kelvin mengatakan soal penawaran untuk menikahinya.


"Paman sungguh Ayah yang hebat. " Puji Ovin. Dia merasa takjub, karena rupanya paman pertama nya ini sudah menikah. Hanya saja takdir memang kadang terasa tidak adil, karena Istrinya meninggalkannya dan di titipi sang buah hati yang cukup pintar.


Dan sebearnya di dalam hatinya bertepuk tangan meriah untuk sang paman bisa membesarkan anaknya dari bayi hingga sekarang. Itu bukan pekerjaan yang mudah seperti kata-kata yang mudah keluar begitu saja. Butuh perjuangan keras, karena menjadi orang tua tunggal.


" Pujianmu aku terima ". Jawab Ethan.


Kringg.......


Ethan langsung mengangkat teleponnya.


"Sekarang? Kenapa mendadak?......hh...aku yang akan ke sana." Jawab Ethan dengan ekspresi kecewa.


Tut...


"Aku harus bertemu klien, paling lama 2 jam." Beritahu Ethan dengan berat hati, karena baru juga bertemu dengan keponakannya, tapi karena ada pertemuan mendadak, dia terpaksa harus meninggalkannya.

__ADS_1


Sedangkan Kelvin, dia langsung berekspresi wajah cukup datar. "Ya, kan . Cintai saja pekerjaanmu itu. Pergi sana, aku akan bersamanya." tangan kecilnya memeluk pinggang Ovin dari samping tidak mau ikut pergi dengan Ayahnya sendiri.


"Kenapa? Sudah tidak mau bersama dengan Ayah lagi? Mau membangkang lagi?" Tatapan Ethan seketika berubah menjadi dingin seperti Kelvin sendiri.


Seperti cetakan, wajah Kelvin dan Ethan memang cukup mirip. Hal itu mengingatkan Ethan ketika dirinya masih anak-anak, dan Kelvin adalah peninggalan dari sang Istri.


"Kan aku ada calon Ibu." Tutur Kelvin dengan cepat. Semakin memeluk pinggang Ovin.


'Ucapannya terlalu terang-terangan seperti itu. Jangan-jangan anak ini adalah orang dewasa yang berbuah bentuk jadi anak kecil.' Untung sanja Ovin sudah menelan saliva nya lebih dulu, kalau tidak ia akan tersedak sendiri saking terkejutnya karena bisa mengadu seperti itu.


Ethan tiba-tiba tersenyum miring, menatap Kelvin dengan tatapan merendahkan. "Ibu? Sayang sekali Kelvin, Ayahmu ini tidak akan menikah lagi."


"Kenapa?! Aku kan ingin Ibu! Dan dia ibu yang cocok untukku! Dan jika kalian menikah, kan aku jadi punya adik!" Protes nya milik Kelvin sungguh mencengangkan.


'Dia... Tidak bisa membuatku berkata-kata.' Ovin sendiri sudah di buat bingung, kenapa dia punya keponakan yang begitu pintar di usianya yang masih belia? Bahkan ada bumbu-bumbu dewasanya. 'Sungguh, membuat orang terkejut.'


"Kelvin Abelson," dengan nada rendah tapi juga penuh penekanan. Dia juga sampai membungkuk dan mendekatkan wajahnya di depan wajah Kelvin yang sedang memeluk pinggang Ovin.


GLUK.


"A-apa? Aku tidak akan membiarkannya kabur, jadi aku akan tetap di sini. Dan kebetulan aku sudah punya sempel foto untuk membuat kalian berdua punya buku nikah, jad-"


"Kelvin, kelvin, dia itu kak Ovin, mana mungkin Ayah menikahi anak dari kakak Ayah sendiri, dasar anak bodoh." Beritahu Ethan dengan wajah yang cukup mengintimidasi, sampai di akhir kat itu, Ethan kembali menyentil dahi Kelvin.


CTAK.


"Ahw!" kedua bola matanya terbelak kaget tidak mungkin kalau yang sekarang di pelukan nya adalah sepupunya sebesar itu?!


Kelvin pun jadi kelabakan, dia melepaskan pelukannya, dan memperhatikan wajah Ovin dengan seksama.


'I-iya. Dia mirip dengan tante yang Ayah bicarakan itu.' Pikir Kelvin. Tapi apa pedulinya itu? Kelvin tetap bersikukuh untuk kembali memeluk Ovin. "Biarin blewee...aku akan tetap bersama dengannya, kau pergi dengan pekerjaan yang membosankan itu." Sambil mengibas-kibas tangan kanannya sebagai kode terbaik untuk mengusir Ayahnya itu.


"Anak kurang ajar." Desis Ethan karena dia di usir oleh anaknya sendiri.


Setelah memperlakukan Ayahnya sendiri seperti itu, Kelvin langsung membenamkan wajahnya di perut Ovin.


"Dia-"


"Hahhh....., karena Kelvin yang mengusirku, harusnya dia tidak akan merepotkanmu. Padahal kita baru bertemu. " Ethan seperti lebih dibuat pusing oleh anaknya sendiri ketimbang menghadapi pekerjaan bisnisnya.


" Ya, a- "


"Aku tidak akan merepotkanmu kok, jadi tenang saja. Bawa kemanapun kau pergi, aku akan tetap menempel padamu. " jawab Kelvin dengan antusias, membuat Ovin keberatan untuk menjawab tidak.

__ADS_1


"Baiklah." Ovin pasrah saja toh ada Chade harusnya dua orang ini akur dan bisa membantunya.


__ADS_2