Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
16 : PUM : Masa kelam


__ADS_3

" Gantian dong mainnya! " Tutur dari seorang adik tirinya Ovin yang bernama leily.


" Ini boneka ku! Kenapa aku harus berbagi denganmu?! " Ovin menarik bonekanya kembali.


" Punya kakak tapi pelit begini sih? " Menariknya lagi.


" Padahal aku tidak menganggapmu adik! " Sla Ovin, lalu saat adik tiri itu menarik bonekanya lagi jadi secara sengaja ia melepaskan cengkramannya dan membuat Leily terjatuh.


BRUKK.....


" Ahh...! " Ronta Leily yang kesakitan karena harus terjatuh sendiri.


" Apa yang terjadi? "


" Ayah! Kakak mendorongku karena tidak mau meeminjamiky boneka! " Tutur mulut manis dari Leily yang sangat menghasut itu pada ayahnya Ovin.


" Ovin! Sudah ayah bilang untuk berbagi mainan dengan adikmu, lagi pun kau sudah besar, tidak ada waktu lagi untuk bermain terus kan? " Tegur sang ayah pada anak kandungnya sendiri.


Ucapannya memang benar, tidak ada alasannya dirinya terus bermain. Namun ia juga tidak menerima perilaku hasil hasutan Leily yang menjijikan itu.


" Apa kamu terluka? " Tanyanya dengan wajah khawatir.


" Ya....anak ayah ini sangat terluka. " Sela Ovin dengan cepat sebelum akhirnya membuang boneka satunya lagi tepat ke wajah Leily.


Suatu hari ayah Ovin pergi keluar negeri untuk urusan bisnis dan selama dua bulan itu lah ibu tirinya lah yang berkuasa.


" Kamu pindah kamar denganku! " Perintah Leily pada Ovin.


" Apa hak mu aku harus menuruti kemauanmu itu? Aku tidak sudi! " Tolak Ovin secara mentah-mentah.


" Hei.....dasar anak tiri, ibu tiri mu ini lebih berkuasa dibanding anak ingusan sepertimu, aku tidak akan memberimu makan jika tidak mau bertukar kamar dengan Leily! " Ancam sang ibu tiri pada Ovin.


Setiap harinya Ovin kena siksa dan diberi makan 3 kali sehari.


Sampai dimana dirinya sekolah pun harus bersama dengan anak rubah betina itu. Hanya saat dimana dirinya masuk kelas lah, ia tidak akan melihat wajah menyebalkan itu lagi.


Walaupun hanya diberi makan 3 kali sehari seperti pada umumnya, entah mengapa dirinya terlihat menjadi tambah gemuk, itu sangat menyebalkan.


Banyak anak yang mulai memandang rendah dirinya yang tidak seperti dulu lagi.


Suatu hari dikelasnya kedatangan murid baru dan kebetulan dia duduk disebelahnya.


" Hei, apa kau mau berkenalan denganku? " Mengulurkan tangannya sebagai tanda jabatan untuk berkenalan satu sama lain.

__ADS_1


" Tidak usah! " Mengabaikan niat baik anak disampingnya. [ Tidak ada gunanya berkenalan. ] Soalnya, dimatanya Ovin ia tidak bisa melihat seperti apa wajah dari anak baru ini, jadi baginya tudak ada faedahnya karena tidak akan bisa mengenalinya seperti dulu.


Penyakitnya itu ia sinpan untuk diri sendiri dan tentu tidak ada orang lain yang tahu termasuk ayahnya. 


Sekarang wajah ayahnya sendiri juga tidak bisa Ovin lihat dengan jelas alias buram.


Ketika di rumah yang napasnya harus ia tahan demi menghadapi dua orang serba tiri, hanya saat disekolah lah yeng terkadang hembusan nafas leganya bisa ia lakukan dengan sedikit kebahagiaan kecil.


" Hai. " Sapa anak baru tersebut pada ovjn ketika di perpustakaan.


"............. " Yang di sapa berlalu dengan berjalan cepat menghindari orang yang patut ia hindari.


--->


" Jalan kerjanya salah, harusnya begini. " Nongol lagi satu kepala dari sampingnya dan ini adalah orang yang sama.


" Aku tahu! Jangan menggangguku lagi! " Ketus Ovin, ia menarik bukunya dan meletakkannya sesikit jauh dari anak tersebut.


--->


" Awas! " peringat seorang.


SRET... 


" Jangan berjalan sambil melamun. " Tegurnya pada Ovin.


Dekapannya yang akan membuat orang lain salah paham, lantas Ovin segera mendorong anak itu.


--->


" Apa mau makan bareng? " Linta anak pindahan itu padanya dan menawarkan paket bento yang tertata cantik serta rapi di bekal makananya.


" Tidak! " menolaknya dengan harapan yang sangat bertolak belakang.


" Jika mau ambil, ambil saja. " Anak itu membujum Ovin lagi.


Ovin dengan sedikit berat hati namun tangannya tidak menolak untuk mengambil satu lauk di hadapanya.


" Untukmu. " Tapi malahan memberikan satu kotak bekal itu pada Ovin.


" Mana mungkin! " Mengembalikannya lagi.


" Mungkin! " Mengembalikannya lagi pada Ovin. " Karena aku membawa satu lagi. " Mengeluarkan satu kotak bekal lagi dengan tatanan yang sama dengan apa yang dia berikan pada Ovin.

__ADS_1


"............" Ovin memandangnya secara bergantian. " Terima kasih " Ucap Ovin pada anak laki-laki tersebut, namun wajahnya ia palingkan ke arah lain karena sedikit merasa tidak enak hati, dan apatah lagi selama ini ia selalu menolak apa yang anak itu ajak atau berikan padanya, padahal hanya untuk berkenalan dan mengharapkan dirinya menjadi temannya juga.


TUK....


Ada dua telapak tangan yang secara sengaja memegang wajah Ovin dan juga malah sengaja mendekatkan wajahnya pada wajah Ovin sehingga kedua keningnya bersentuhan.


" Tidak baik mengucapkan terima kasih tapi pandanganmu malah melihat ke tempat lain. " Ucapnya, memperingatkan.


Sekalipun nafasnya dan deru jantungnya Ovin dengar, tapi tidak membuat ekspresinya berubah seperti orang yang tersipu malu, malah menatapnya datar.


" Bau. " Ketusnya.


" Apa? " masih mempertahankan posisinya itu.


" Nafasmu bau " Sindir Ovin lagi, dan triknya betulan berhasil untuk membuat dia melepaskan tatapannya itu.


Kedatangannya membuat harinya berubah, Ovin merasa sudah mulai terbiasa dengan anak baru yang duduk di sebelahnya.


" Ibu....dia menggoda laki-laki yang sedang dekat denganku "


" Apa? Kamu masih kecil jangan sembarangan bicara. Jika nanti sudah besar baru bicara seperti itu, tidak ada gunanya jika nilaimu selalu buruk, pelajari lagi pelajaran tadi! " Perintah ibu pada anaknya yaitu Leily.


Dari pada membuat anaknya merajuk pasal anak laki-laki, dirinya lebih mementingkan prestasi anaknya dulu agar ketika ayahnya pulang maka tidak ada masalah lain lagi dan pasti bisa membanggakan anaknya itu dari pada anak kandungnya sendiri.


Tapi ketika hasil ujian selesai keluar, justru....


" Kalian berdua hebat, nilainya tidak jauh berbeda hanya selisih 5. " Kedua tangannya mengsuap kepala kedua anak perempuannya namun..


TEPIS...


Ovin menepis tangan ayahnya dari kepalanya. " Ini sudah menjadi dari bagianku, tapi aku tidak percaya dengan nilai adik tiri ini. " Memeluk hasil rapot sendiri dan memandang dengan tatapan merendahkan adik tiri.


" Lihat? Anakmu masih tidak menerima kami berdua, ucapan pedasnya aku masih bisa menanggungnya, tapi yang dia sindir itu Leily! " Trik dengan hari penuh dengan intrik, mencoba tarik ulur dengan kebaikan ayah Ovin.


" Hhhh.....Ovin! Ayah akan kecewa jika kamu terus seperti ini. " Mengeluh frustasi akan anaknya yang bendel dan tidak mau lagi menuruti ucapannya.


Ketidakpatuhan Ovin pada kedua orang tuanya adalah hal pertama untuknya yang membuat dirinya perlahan mulai di abaikan. 


Ibu tiri yang mulai berkuasa sudah menjadi bumerang, ia di perlakukan sangat berbeda dengan anak kandungnya seperti dirinya yang memperlakukan mereka berdua dengan menganggap mereka itu adalah orang asing.


Kepergian ayah untuk bekerja dan bekerja, menjadi kesempatan untuk rubah licik dan anaknya mengganggu dan menyiksa Ovin. 


Menyuruhnya bagai pembantu, bersih sana dan bersih sini, membuat makanan untuk makan mereka dan Ovin hanya diberi sisa yang bahkan terkadang mereka berdua lebih memilih memberikan sisa makanannya itu kepada anjing di rumah.

__ADS_1


Selama 2 tahun dan selama ayahnya pergi, ia di perlakukan dengan kasar, tapi ketika pulang dari urusannya, maka dua hari sebelumnya Ovin akan diperlakukan dengan sedikit baik untuk menghilangkan kecurigaaan Ayahnya, dan menganggapnya baik-baik saja.


__ADS_2