
Setelah mengarungi jalanan lebih dari sepuluh menit, tujuan dari rekan kerjanya yang tadi meminta untuk di jemput itu justru membawa Ovin pergi ke salah satu tempat yang memiliki arena trek dari sebuah arena balap?
Hanya dengan melihatnya dari luar saja, Ovin sudah tahu itu bukanlah sesuatu yang bagus.
'Kenapa Linda memintaku menjemputnya disini?' Karena merasa curiga, Ovin lebih dulu pergi ke tempat lain yang lebih sepi, dan berhenti tepat di salah satu bawah pohon yang cukup rindang.
Setelah itu, Ovin memutuskan untuk mengangkat atap mobilnya. Setelah tertutup, dia membungkukkan tubuhnya ke bawah, dimana dia mengambil sebuah tas berwarna hitam yang di letakkan di bawah kursinya.
'Sudah aku duga, paman pasti memberikanku ini juga, dan ini?' Ternyata tidak hanya tas yang berisi pC, melainkan sekotak permen lolipop. 'Dia memang tahu seleraku.' Ovin pun mengambil salah satu permen lolipop dengan rasa melon, lalu menyeret resleting tas dan membuka PC itu.
"Nyam..." Dia memasukkan lolipop itu ke dalam mulut, dan memainkan kesepuluh jarinya di atas keyboard dengan cepat.
Setelah melakukan pencarian dengan meretas CCTV seperti yang di ajarkan oleh pamannya itu, Ovin akhirnya menemukan teman alias rekan kerjanya yang saat ini sedang di ikat di kursi dan di letakkan di tengah-tengah jalan dari arena balap?!
****
"Hei! Kenapa tidak ada yang mau melepaskanku!" Ronta Linda, berteriak sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya ke jalan yang memang pada dasarnya kedua kakinya itu sedang di ikat, jadi dia tetap tidak memiliki keleluasaan dalam bergerak.
"Kenapa kau berisik sekali sayang~" Seorang laki-laki masih berpakaian seragam berwarna biru Nvy dari SMA yang berbeda dengan Ovin tiba-tiba muncul dan berjalan menghampiri seorang wanita berambut coklat dengan panjang sepunggung yang di ikat menjadi satu ke belakang.
"Eldo, kau datang pasti untuk menyelamatkan aku kan? Sini lepaskan aku. Mereka tiba-tiba menangkapku dan mengikatku di sini." Pinta wanita bernama Linda ini kepada Eldo.
Sebenarnya tujuan awal dari Linda ini adalah untuk berkencan dengan Eldo di salah satu cafe. Tapi tepat setelah dia berada di cafe, Linda tiba-tiba di datangi oleh orang tidak di kenal, dimana Linda menuruti semua kemauan yang dilakukan oleh orang tak di kenal itu untuk ikut dengannya.
__ADS_1
Dengan kata lain, Linda di hipnotis. Dan ujung-ujungnya Linda tersadar sudah dalam kondisi terikat di kursi dan sekarang saja dia justru di letakkan di tengah-tengah jalan.
"Linda, kenapa kau berharap sekali aku bisa melepaskanmu?" Tanya Eldo balik dengan tatapan mata yang terlihat sedang meyindir.
"E-eh..kau kan pacarku? Bukankah seharusnya kau melepaskanku dari sini dan membawaku pergi?" Tanay Linda dengan senyuman tawar, karena dia merasa ada yang janggal dengan sikap Eldo yang terlihat seperti orang yang tidak peduli?
"'Memangnya kita pernah pacaran ya?" Tanyanya lagi. "Aku hanya memberimu kebaikan dan perhatian karena aku memang suka kau yang bermanja denganku. Tapi itu hanyalah sekedar iseng-iseng karnea aku butuh suasana baru. Tapi sepertinya kau mengartikan tindakanku ini sebagai orang yang cinta denganmu? Itu salah Linda."
"A-apa? Jadi semuanya bohong? Semua per-"
"Bohong apanya? Padahal kau sendiri yang mengartikannya dengan artian yang lain." Tukas Eldo seraya mengusap ujung kepala Linda dengan kasar, sehingga rambutnya yang awalnya rapi, kini jadi berantakan sampai menutupi sepasang matanya.
Setelah menghampiri Linda, Elda berjalan mundur tiga langkah ke belakang.
Dan ketika sudah menepis rambutnya dengan caranya sendiri, betapa mengejutkannya kalau sekarang Elda sedang di tempeli oleh wanita lain, dengan cara memeluk lengan Eldo dengan manja.
"Eldso, jadi dia wanita yang jadi taruhannya/" Tanya wanita ini kepada Eldo dengan gaya yang manja.
"Ya. Yang menang akan mendapatkannya." Senyumnya licik jelas terukir di bibirnya, mengisyaratkan sesuatu yang bahaya untuk Linda!
Eldo kemudian membuat siulan dengan menggunakan kedua jari tangannya yang di letakan di antara bibirnya.
Dan siulan itu menjadi awal dari permainannya.
__ADS_1
BRRMM......BRMM........
Suar deeru dari knalpot mobil langsung mengisi suasana di sana.
"E-eldo! Kau membautku jadi bahan taruhan?!" Pekik Linda.
"Apa yang kau dengar tadi, ya seperti itulah jawabannya.
Setelah adanya empat mobil sport berjejer di garis start, ke empat mobil itu sama-sama membuka jendela mobil, dan memperlihatkan deretan laki-laki yang masih remaja sedang memberikannya berbagai ekspresi kepada Eldo.
"Eldo, jadi dia wanita yang kau jadikan bahan taruhanmu?"
"Ya, kenapa? Dia sesuai dengan tipe idealmu kan?" Jawab Eldo dengan serta merta pada pemilik mobil berwarna hitam.
"Ya sih. Ternyata kau benar-benar jeli dalam memilih wanita cantik dan seksi seperti dia." ucapnya lagi.
"Tapi apa kau yakin dia masih perawan?" Satu pertanyaan paling dalam terlontar dari laki-laki pemilik mobil berwarna biru.
"Tentu saja, jika kau menang tapi ternyata dia sudah tidak perawan, maka aku akan mengembalikan uang milikmu." Jawab Eldo.
Mendengar segala ucapan yang sangat menyayat hatinya Linda, LInda pun jadi dibuat terdiam. Dia menundukkan kepalannya sampai rambut miliknya yang sudah kusut karena dia duduk berhadapan dengan cuaca yang panas, maka keringat itu pun membanjiri seluruh tubuhnya, termasuk wajahnya yang cantik itu.
"Hei Vino, apa kau masih mendengarku? Laki-laki yang aku pikir akan menjadi milikku selamanya justru adalah orang yang seperti ini. Apakah kau bisa membantuku? Aku akan melakukan apa saja untukmu asal kau bisa memberi pelajaran pada anak ini." Gumam Linda dengan lirih. "Sekalian lakukan kepada mereka berempat, karena mereka benar-benar menginginkanku hanya untuk barang yang di gunakan untuk bermain saja." Imbuhnya.
__ADS_1