Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
32 : PUM : Franz dan Ovin ketahuan


__ADS_3

Seperti biasa.


Atau tidak seperti biasanya?


Waktu kepulangan dari mereka berdua, yaitu Ovin dan Franz benar-benar sama.


Padahal jam jalan mereka berdua tentu saja berbeda. Tidak seperti Franz yang sudah bisa naik mobil sendiri, jadi mau pergi kemanapun, pastinya bebas.


Tapi tidak dengan Ovin yang dimana dia harus pulang dengan kereta bawah tanah. Setelah itu naik taksi untuk sampai ke rumah?


Tidak juga. Dikarenakan demi menghemat uang, maka sepeda listrik yang sudah di belinya itu dia gunakan untuk pulang pergi.


Untuk Ovin, itu terasa nyaman. Tidak akan ada yang mengganggu sepedanya karena di titipkan ke tempat penitipan kendaraan, dan dirinya tetap pergi ke sekolah dengan berjalan kaki.


Tapi saat ini?


TINNN...!


Klakson mobil yang dikendarai oleh Franz benar-benar mengganggu kenyamanan Ovin saat hendak masuk kedalam pintu gerbang.


TIN...!


"Kamu masuk terakhir!" Perintah Franz setelah memberikan peringatan dengan menekan klakson berulang kali kepada Ovin yang sudah di ambang pintu gerbang.


"Tanggung." Jawab Ovin dengan malas. Dia kembali menekan gas kemudinya, untuk masuk ke dalam gerbang lebih dulu, tapi..


CKITT...


Franz dengan sengaja hampir menabrak Ovin yang ada di sisi kiri mobilnya. Tapi tidak terlihat seperti perempuan itu bereaksi untuk terkejut.


"Aku yang bos di rumah ini, kamu masuknya setelah aku." Peringat Franz. Karena kebetulan kemudi mobil milik Franz ada di sebelah kiri, maka mereka berdua pun bisa bercengkrama dengan cukup dekat.


"Bos..bos...memangnya kamu Bos aku? Digaji juga tidak, jadi aku duluan!" Ovin langsung menyerobot sudut sempit itu agar bisa masuk lebih dulu ke dalam halaman rumah.


"........!" Merasa terprovokasi, Franz langsung menginjak pedal gas. 'Sejak kapan dia bisa seberani itu?!' Batin Franz.


Karena terburu-buru mengambil keputusan untuk menginjak pedal gas mobil, bagian ujung mobil bagian depan mobilnya pun secara tidak sengaja menyerempet perempuan itu.


"Gawat!" Tekan Franz dan langsung menginjak rem lagi sedalam-dalamnya.


BRUK....


Franz langsung melirik ke arah spion mobil dan melihat Ovin yang sesaat tadi hendak menyalipnya, karena Franz lebih dulu menyalipnya, secara tidak sengaja bamper mobilnya jadi menyerempet gadis itu?


Terlihat sepeda listrik yang digunakan oleh Ovin sudah roboh.


'Waduh...jangan-jangan dia kenapa-napa?' karena tingkah kekanakannya yang meributkan untuk masuk lebih dulu ke dalam halaman rumahnya, hasilnya sekarang dia baru saja melakukan kejahatan kepada Istrinya sendiri?

__ADS_1


Panik, Franz pun membuka pintu mobilnya untuk mencari tahu kondisi gadis itu. Tapi tepat di saat dirinya membuka pintu mobil, di saat itu pula..


BRAKK....


"Akhh...!" Rintih Franz saat kepalanya kena jedot dengan pintu mobil yang tiba-tiba saja di tutup dari depan?! 'Siapa yang melakukannya?' Sambil mengusap keningnya yang cukup sakit itu.


"Kamu jahat juga ya?" Ujar Ovin. Dialah tersangka atas kasus pintu yang tiba-tiba di tutup dan membuat Franz menderita. "Sampai sengaja menyerempetku hanya karena aku tidak boleh masuk lebih dulu."


'Kenapa dia bisa tiba-tiba ada di depan?' Frannz masih tidak tahu bagaimana Ovin sudah ada di depan dan membuat perkara untuk membalaskan dendam karena Franz yang tidak sengaja menyerempet Ovin dan membuatnya terjatuh. "Aku hanya tid-"


"Tidak sengaja apa?' Sela Ovin, masih tidak puas hati. 'Memang menyebalkan sih, gara-gara dia aku jadi jatuh. Tapi melihat ekspresi dari wajahnya yang kesakitan itu, cukup menyenangkan. Aku jadi ingin menggetok kepalanya yang bodoh itu.' Tatap Ovin terhadap wajah tidak puas hati Franz yang harus mendapatkan karma sendiri, karena Ovin bisa langsung membalas perbuatannya saat itu juga tanpa perlu menunggu waktu. 'Tapi ini sakit juga.' Tatapan matanya melirik ke arah telapak tangannya yang sakit itu.


'Aku ben-"


"Franzz.....apa yang baru saja kamu lakukan kepada Istri kecilmu ini?" Suara rendah penuh dengan penekanan itu langsung menyambut atas pertengkaran kecil dari mereka berdua.


"Hahh?!" Franz langsung terkejut setengah mati saat melihat di sisi kanan mobilnya, terdapat kepala Ibunya?! "I-Ibu?!"


Ibunya Franz saat ini memang betulan ada di sisi lain mobil Franz dan sedang menunduk sambil memberikan pertanyaan atas kasus yang baru saja terjadi kepada mereka berdua.


'Kenapa Ibu bisa ada disini? Sejak kapan?!' Setelah tidak sengaja menyerempet Ovin sampai terjatuh, dan memulai perdebatan kecilnya, sekarang dirinya harus di hadapi oleh sang Ibu yang entah datang dari mana, karena bisa muncul begitu saja secara mendadak.


'Dia pasti terkejut. Jelas lah, dari tadi kan ibumu memang sedang duduk di dalam Gazebo, dan kamu seenaknya sendiri berdebat denganku, nahaslah kamu.' Ejek Ovin di benak hatinya.


"Franz, Ibu sedang tanya kamu, kenapa tidak menjawab? Apa yang sudah kamu lakukan kepada Ovin? Dia terjatuh loh, dan kamu....masih enak-enakan sendiri di dalam mobil dengan Ac yang dingin." Sampai setelah mengatakan itu, dia langsung tersadar dengan satu fakta yang baru saja di sebutkannya juga.


BRAKK.....


Gebrakan tangan di atas atap mobil yang cukup keras itu berhasil membuat Franz terkejut lagi.


"Keluar kamu." Tuntut sang Ibu pada anaknya itu.


"................." Dengan menurut layaknya kucing kecil yang sedang di tindas karena baru saja memasuki wilayah kekuasaan dari kucing lain, Franz langsung keluar dari mobil.


Setelah menyuruh anaknya itu keluar dari mobil, Ibunya Franz berjalan berputar untuk menghampiri kedua anak yang sudah memiliki hubungan Suami dan Istri dengan usia seumur biji jagung yang baru bertunas.


"Kalian berdua-" Tatapan matanya tertuju pada sepeda Ovin yang masih tergeletak di tepi jalan, karena tadi terjatuh dan Ovin meninggalkannya begitu saja untuk memberikan balasan kepada Franz yang menyerempetnya.


Setelah memperhatikan sang gadis, sekarang dia memperhatikan sang anak laki-lakinya yang enak bisa turun dari mobil yang mewah?


"Apakah...kalian pulang pergi secara terpisah?"


JDERR....


Ketahuan sudah, Franz dan Oktavin atas tebakan sang Ibu yang sungguh tepat sasaran.


"Ibu bertanya kepada kalian, apakah kalian berangkat dan pergi ke sekolah sendiri-sendiri?"

__ADS_1


"Iya." jawab Ovin dengan serta merta.


"Franz?" Sang Ibu mendelik tajam ke arah Franz yang sudah berekspresi sediit pucat.


"Iya."


Mendengar kedua anaknya sudah menjawabnya, helaan nafas itu langsung keluar. "Kenapa?"


"Ya kan Ibu tahu sendiri, kami masih sekolah, jangan membuat kami seperti yang Ibu harapkan." UJar Franz lebih dahulu.


"Tapi harapan dari Ovin sendiri?" melirik ke arah Ovin lagi.


"Aku tidak mempermasalahkannya. Ini kemauan kami berdua, berangkat dan pulang secara terpisah. Jadi tidak apa-apa." Jawab Ovin.


"Tapi..." alisnya bertautan. Memang iya, Ovin sendiri sudah mau menyesuaikan keinginkan Franz yang sebenarnya hubungan dari pernikahannya itu tidak boleh sampai diketahui oleh semua orang, termasuk dengan teman-teman sekelasnya.


Karena apa jadinya jika di umur yang masih remaja dan masih sekolah SMA, ternyata sudah di nkahkan. Dia mengerti akan hal itu, karena tidak mau jadi bahan perbincangan oleh banyak orang di luar sana.


Tapi apa yang Ibunya Franz lihat saat ini, kenapa ketika anaknya, yaitu Franz memakai mobil, Ovin justru memakai sepeda listrik?


"FRanz...kamu kan di garasi ada sepuluh mobil, kenapa tidak memberikannya kepada Ovin satu untuk dia pakai?" Tanyanya dengan tatapan menyelidik.


Dia tahu kalau digarasi milik Franz ada sedert mobil mewah, yang justru hanya di gunakan sebagai pajangan saja. Dari pada seperti itu, dia merasa kalau ada baiknya jika diberikan kepada Ovin juga, dari pada tidak di pakai.


"Dia mana mungkin bisa menyetir." Sindir Franz sembari melirik ke arah Istri simpanannya, sebab keberadaannya itu masih di rahasiakan oleh banyak orang.


"Benarkah itu, Ovin?" Kembali menatap Ovin yang dari tadi sudah terdiam.


"I-iya. Aku tidak bisa menyetir mobil, makannya pakai sepeda listrik." Balas Ovin. Dia sepenuhnya berbohong soal tidak bisa menyetir, karena sebenarnya dirinya bisa menyetir sebelum berumur enam belas tahun.


Tapi karena satu hal, dirinya menghindari untuk menyetir mobil.


"Kalau begitu aku akan berikan sop-"


"Tidak perlu."


"Kenapa? Kan perjalanananmu jadi lebih efisien?"


"Aku lebih suka seperti ini saja." Imbuhnya. Walaupun menjawab seperti itu, tapi ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi datar.


"............!" Melihat hal terseebut, Ibunya Franz langsung memeluk Ovin begitu saja.


GREP...


Franz yang melihat Ibunya justru memeluk anak orang lain itu, dibuat heran sendiri.


'Kenapa Ibu tiba-tiba memeluknya? Apa yang sebenarnya terjadi?' Pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2