Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
60 : PUM : Tenggelam


__ADS_3

Dan orang yang sudah berdiri di atas undakan tangga, adalah Franz.


" Bella! " teba-tiba ada satu teriakkan datang dari arah atas, dan itu Franz. Dialah orang yang baru saja menghubungi Bella.


" To...tolong! " sambil mengangkat satu tangannya ke atas untu memberikan maksud pada Franz agar menolongnya.


'Licik, dia pasti akan membuatku jadi tersangka. Hanya saja, **t**ernyata dia yang menelepon Bella tadi.' Mata Ovin pun menyipit karena terkejut dan tidak menyangka kalau dia belum pulang, dan justru sekarang yang dilihat dimata Ovin pada Franz adalah sebuah wajah khawatir pada satu orang yang ada di dalam air yaitu Bella, yah...Franz sudah menyebutkan alias meneriakkan nama Bella dengan lantang dan dengan nada khawatir, akan tetapi tatapan amarah itu tentu saja tertuju kepada Ovin yang sebenarnya menjadi korbannya. 'Pasti ini akan berakhir lebih buruk dari apa yang terjadi malam tadi. Mengingat dia menyukai Bella, tentunya pasti akan terjadi sesuatu padaku ya, kan?' Dalam diam Ovin pun tersenyum mencibir.


Pada akhirnya Ovin akan kena imbas dari apa yang terjadi kali ini.


Franz langsung berlari menuruni anak tangga dengan cepat sambil melepaskan blezernya sehingga tidak butuh waktu lama, Franz langsung menceburkan dirinya juga untuk menyelamatkan Bella-.


BYURRR....


Franz langsung berenang dan membantu Bella untuk keluar dari air.


Dengan kemampuan yang dimiliki oleh pria itu, tentu saja untuk sekedar menyelamatkan satu orang yang hampir tenggelam itu, tidak akan ada masalah apapun.


Sampai tidak berapa lama kemudian, Franz pun mampu menyelamatkan Bella.


" Uhuk....uhuk... " Setelah berhasil di angkat ke pinggir kolam, Bella memperlihatkan tubuh yang terkulai lemas seolah memang baru saja benar-benar akan tenggelam.


" Kenapa kau bisa jatuh? " tanya Franz khawatir terhadap Bella. Sekarang Franz pun sama-sama basah kuyup, sampai di balik kemeja putih dari seragam yang Franz pakai, tentu saja itu adalah salah satu dosa yang terus di bawa Franz, karena cetakan dari tubuh Franz yang atletis itu jelas-jelas terlihat.


" A..uhukk...aku tidak sengaja menjatuhkan ponselnya ke kolam, dan di...uhuk...uhuk...dia mendorongku masuk ke kolam untuk mengambilnya." jelas Bella dengan penuh kebohongan. Dia sangat puas bisa menuduh Ovin yang menjadi korban atas rencana licik milik Bella itu.

__ADS_1


Karena saat sebelum Franz masuk ke gedung sempat melihat perkara kejadian dimana Ovin membuat Bella terjatuh, maka dia pun mempercayainya.


Yah...Franz melihatnya dengan mata kepalanya sendiri sebab ada satu kaca besar yang terpampang jelas terpajang di sebelah mereka, maka hal itu pun membuat dirinya melihat kedua orang ini jadi saling mencebur ke air, jadi sekarang, Franz pun jadi punya tuduhan yang kuat untuk menyalahkan Ovin atas kejadian yang menimpa Bella itu.


Sekarang ketiga orang itu basah kuyup, Franz sedikit menunduk ke bawah dengan rambut serabai yang basah itu sambil bertanya dan sedikit memaki.


"Ovin! Dia kan tidak sengaja, kenapa malah mendorongnya ke kolam secara paksa untuk mengambil handphone murahmumu itu? Aku tahu kamu bisa berenang, kenapa tidak bisa mengambilnya sendiri saja?! " tanyanya dengan nada penuh penekanan, dimana semua ucapannya tentu saja mengandung banyak rasa kesal dan amarah dari setiap katanya itu.


" Dia yang melempar, dan menghalangiku untuk masuk ke air, tapi - " Belum sepenuhnya berbicara, Franz langsung memotong ucapannya itu.


" Sudahlah, aku melihatnya dari awal sampai akhir dengan mata kepalaku sendiri, jadi tidak usah dijelaskan lagi aku juga percaya dengannya." Sela Franz dengan cepat, ia menggendong Bella ala bridal style dan berjalan menuju ke arah pintu. Sebelum itu, dia pun sempat mengambil blazer nya untuk menutupi tubuh Bella yang basah kuyup itu sebelum akhirnya kedua orang itu benar-benar menghilang lepas pintu keluar itu tertutup rapat.


" Hahh.....padahal disini ada Cctv, kenapa dia sepercaya itu kepada mulut manis itu? Saking cintanya ya? " merasa risih dengan rambut yang menempel di wajahnya, ia menyibak rambutnya yang basah itu ke belakang dengan sedikit penekanan di kulit. 'Hmm...aku sendiri juga begitu sih.' Tatapannya pun berubah menjadi sendu, karena dia diperlihatkan kemarahan milik Franz lagi, dan lagi.


Sampai kapan dirinya akan terus menerima kesalahan yang tidak pernah di perbuatnya?


Yah....karena handphone nya ada di dasar kolam dan sejatinya dirinya memang bisa berenang, maka tanpa perlu membuang waktu lagi Ovin segera menyelam ke bawah sampai dasar kolam untuk mengambil barangnya yang tenggelam itu.


Di bilang murahan juga tidak murah sama sekali, entah harga murah dari handphone yang dikatakan Franz itu sebatas apa, tapi setidaknya ada hal yang paling penting, sebab Hanphonone miliknya itu tidak mati.


'Untung saja handphone ku masih menyala.' Pikir Ovin sembari dirinya masih menyelam dan melihat layarnya ternyata masih menyala karena ada notifikasi panggilan tidak terjawab, serta beberapa pesan masuk lainnya.


Tangannya ia ulurkan lalu menangkap barang miliknya sebelum berpindah tempat atau bergeser ke posisi lain sebab gelombang air yang tercipta sebab Ovin yang terus bergerak agar bisa menyelam alias berenang dengan benar. Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, ia segera berenang menuju ke permukaan air.


Tapi.........

__ADS_1


Satu hal buruk pun menimpanya.


"................! " Ada satu peringatan yang terjadi di dalam otaknya dan sekaligus kenyataannya, yaitu : ' Aku terseret ke bawah!?!'


Ovin menoleh kebelakang, di sana lubang pembuangan air tiba-tiba saja aktif, yang artinya seluruh air di kolam itu sedang di kuras.


Oleh karena itu, tubuhnya tidak bisa bergerak menuju ke permukaan dan yang ada justru malah sebaliknya yaitu turun ke bawah dan terus kebawah. Ovin berusaha menggerakkan kedua kaki dan kedua tangannya terus, dia tidak ingin terseret ke dalam arus air yang kian besar.


Tapi apa daya karena daya hisapnya terlalu kuat, maka usahanya ternyata memang tidak membuahkan hasil.


'Kenapa malah di hari ini dan disaat seperti ini?! Franz~' Wajahnya terus berusaha menengadah ke atas, dia berharap ada orang yang tiba-tiba datang. Namun tubuhnya pun kian terseret ke dalam air, dan akhirnya dia masuk kedalam dasar kolam dengan tubuh yang menempel pada lubang pembuangan itu, karena besar, maka masih bisa menyisakan ruang untuk air itu terbuang.


Selama beberapa bulan pasti ada penggantian air secara berkala tapi yang terpenting sekarang adalah Ovin jadi duduk terdiam tanpa bisa meronta alias berteriak untuk meminta pertolongan, yahhh....air yang tersedot itu secara tidak langsung juga membawa dirinya terseret dan terduduk ke lubang pembuangan air, dan Ovin ada di tengah-tengah karena kebetulan lubang yang ada di dasar kolam ada 5 buah.


Sekali berusaha, usahanya sia-sia karena tekanannya yang kuat.


Awalnya sempat panik, tapi kepanikan itu justru akan membuat dirinya kehilangan banyak tenaga sekaligus oksigen yang sekarang sudah semakin menipis.


'Aku tidak bisa menahannya lebih lama.' Pikir Ovin, sekalipun bisa berenang tetapi menahan nafas juga ada batasnya dan dirinya secara, hanya bisa bertahan tiga setengah menit, itu pun hasil latihannya selama beberapa tahun ini.


Tapi karena sudah terbuang di 25 detik pertama maka tidak tersisa waktu yang lama lagi.


Air terus berkurang, tapi tetap saja membutuhkan waktu paling tidak sepuluh menit untuk mengosongkan sepenuhnya air dari kolam itu.


'Apa aku akan berakhir di sini? Dengan cara tenggelam?' Ovin kemudian menutup matanya. Dia sangat membutuhkan bantuan seseorang, tapi sekalipun ada yang mau datang, apakah waktunya cukup?

__ADS_1


Apakah waktunya cukup untuk menyelamatkannya dari air dingin ini?


'Franz! Kenapa kau begitu bodoh! Dia itu hanya memanfaatkan perasaanmu saja. Tapi kenapa kau lebih memilih dia?!' Ovin pun jadi mengutuk suaminya sendiri yang bodoh itu. 'Padahal yang akan tenggelam itu adalah aku, tapi kau lebih memilih dia.'


__ADS_2