
Datanglah helikopter, hanya dengan jarak satu meter sebelum mendarat ke tanah, Chade langsung melompat masuk dan memerintahkan pilotnya untu segera pergi dari sana.
" Sekolah " perintah Chade saat itu juga.
Waktu yang benar-benar terbatas dan sayangnya lokasi awal Chade menuju ke sekolah sekalipun sudah menggunakan helikopter, jaraknya masih lumayan jauh dan itu membutuhkan paling tidak satu setengah menit.
'Anak ini, apa yang sebenarnya terjadi kepadanya? Dia kan buk-...tidakk..dia memang bisa berenang, tapi yang jadi permasalahannya disini, dia dituntut untuk menahan nafasnya selama mungkin. Ovin, bertahanlah...aku tidak akan membiarkanmu kenapa-kenapa.' Ungkap isi dari hati milik Chade.
Chade mengambil laptop yang sudah disiapkan, dan dengan cepat jari-jarinya menekan tombol keyboard.
Beberapa detik kemudian dilayar laptop muncul rekaman live Cctv sekolah tempat Ovin belajar.
Chade mencoba memeriksa apakah ada seseorang yang kemungkinan masih ada di sekitar sekolah?
Dengan kemampuannya untuk bisa meretas, Chade mencoba masuk ke sistem ke amanan sekolah dan mencari semua foto profil seseorang sebab tadi sempat melihat ada satu orang berjalan di koridor sekolah dan menemukan wajahnya itu.
Untuk mencocokkan foto wajah tadi dengan profil seseorang maka dengan kecanggihan teknologi sekarang, Chade akhirnya menemukannya siapa orang tersebut.
'Jordy! Bagus nak, kau harus selamatkan Ovin.' kebetulan ada nomor telepon jadi secara cepat Chade langsung menghubungi nomor Jordy.
___________________
Kembali ke sekolah.
Di saat Jordy berjalan menuju mobilnya, tiba-tiba saja ada satu panggilan dari nomor yang tidak di kenal menghubungi handphone nya.
DRRTT.......
'Siapa? Nomor tidak di kenal?' Karena tertera nomor tidak di kenal, satu kali, Jordy sengaja mematikannya.
DDRRTT...
'Berusaha sekali dia ini. Mengganggu.' satu detik kemudian kembali bunyi dan langsung segera di matikan lagi.
DRRTT..
'Sialan, dia sangat mengganggu!' satu detik itu lagi handphone miliknya benar-benar berdering kembali. Sehingga dengan sedikit menahan emosinya, Jordy pun akhirnya mengangkatnya. "Siapa?! Senaknya saja menelponku me-"
__ADS_1
" Kamu! Cepat ke gedung C. Waktumu-.. ! " perintah Chade dengan nada tegas lalu melihat jam tangan dan menyambung kalimat perintahnya tadi. " 10 detik! "
" Siapa ini!?! Kenapa juga aku harus kesana? " tanya Jordy yang tidak berpuas hati, sudah menelfon berkali-kali tanpa memperkenalkan diri, tapi justru langsung di jawab dengan nada perintah.
" INI PERINTAH BOCAH, JIKA KAMU TIDAK MENURUTINYA AKU YAKIN KAMU MASUK PENJARA KARENA MELALAIKAN PERINTAH SEDERHAN DARI ORANG YANG MEMERLUKAN BANTUANMU! " Bentak Chade pada pemuda bernama Jordy.
"......!" Jordy seketika langsung menjadi merasa ngeri dengan nada lantang dan penuh dengan penekanan itu, baru kali pertama dirinya dimarahi dengan teruk oleh orang lain tak dikenal. " I..iya....iya "
Dan anehnya, Jordy tanpa sadar jadi menjawab dan menerima perintah itu.
' Siapa orang ini? Langsung membentak main perintah. Padahal aku sudah telat pulang, tapi aku masa di suruh pergi ke gedung C? Bukannya disana itu kolam renang? Kenapa aku disuruh pergi kesana?' Bneka hati Jordy.
Ketika hendak mematikan panggilan misterius akan perintah nyleneh seseorang itu...
Chade langsung menyela lagi, " Jangan di tutup! "
'Arggh! Sebenarnya siapa sih dia?!' Jordy mengacak rambutnya yang tidak gatal itu, dan membiarkan headsheat nya menyala dan mendengarkan ocehan Chade.
" Lari bodoh! Apa ototmu lembek? Jangan-jangan jabatan ketua osis dan kapten hanyalah sekedar nama saja." Ucap Chade lagi, memberikan sebuah sindiran yang cukup tepat sasaran kepada Jordy yang sedang dilanda frustasi itu.
" Mana mungkin! Asal kau tahu, aku ini hampir setiap hari latihan basket." perotes Jordy kemudian dengan sekuat tenaga berlari kencang, sambil menahan deru nafas untuk menyeimbangkan dirinya sambil menjawab beberapa hal dengan Chade.
"Hampir? Heleh...aku saja setiap hari. Jika kita bertemu nanti, aku akan memperlihatkanmu siapa yang lebih bekerja keras disini." Pungkas Chade.
" Diamlah....Hah...hah....sebaiknya jelaskan alasannya, siapa kau kenapa aku disuruh pergi ke gedung C? " pinta Jordy agar maksud dan tujuannya benar-benar jelas.
"Ini menyangkut nyawa bocah. Jika kau tidak segera menyelamatkannya, aku akan menuntutmu, karena kau ketua osis yang kurang kompeten dalam mengawasi anak buahmu. Karena saat ini seseorang tenggelam disana, apa kau puas? " Bagi Chade intinya adalah itu.
" Siapa yang tenggelam?1 " efek dari nafas yang sedikit ter sengal-sengal, Jordy jadi malas membuat kalimat umpatan lagi.
" Atur saja nafasmu, jangan banyak bicara. Lihat, sudah lewat 15 detik. Semoga dia tidak kenapa-napa. Kalau aku punya kemampuan teleportasi, aku mana mungkin menyuruhmu. Cepat lakukan, jangan sampai keterlambatanmu membunuh seseorang." Chade memprotes Jordy yang tidak bisa berlari cepat itu.
'Orang ini, kenapa dia seperti sedang mengintai ku?' Pikir Jordy.
Dengan pikiran seperti itu, tentu saja mimik wajah Jordy dapat terbaca oleh Chade yang sebenarnya memang sedang memantau Jordy sudah berada di mana dan masih seberapa jauh dengan lokasi Ovin.
" Jika kau sedang berpikir sesuatu, itu benar. Aku sedang mengawasimu, aku menjawabnya karena ekspresi wajahmu sedang bertanya padaku kan? " jawab Chade sambil berlagak sendiri seakan dirinya benar-benar mampu menguasai apapun dari balik layar.
__ADS_1
"................." Seperti bisa membaca pikiran, tapi Jordy baru sadar kalau yang tadi ia dengar sedang di awasi berarti.....Jordy melirik ke satu sisi dan sisi lainnya, yang dimaksudnya itu adalah area tempat dimana Cctv terpasang. " Ahhh...hahh....aku mengagumimu, tapi....jangan dijadikan sebagai....hahhh....hhh.. kejahatan " tutur Jordy di sela-sela nafasnya yang memburu.
" Jangan asal bicara. Kau itu masih bau kecambah, selain kencur kecambah juga bau. Akulah pahlawan kalian. Jangan banyak membuang tenaga dengan berbicara kepadaku. Lebih cepat lagi larinya, sana hush!" jelas Chade, hanya agar tidak stress sendirian jadi sengaja menjawab dengan asal sekalipun menghina orang, karena itulah hobi Chade selain berkutat ke keyboard dan menggoda wanita.
'Gila.....jaraknya saja 200 m tapi diminta 10 detik, apa-apaan dia?' tentu dari tempat parkirnya tadi dengan gedung C itu sudah seperti dari ujung depan ke ujung belakang dan sebab lokasinya agak jauh maka Jordy paling tidak perlu waktu 1 menit untuk sampai, itu pun jika sedang bertenanga.
Detik demi detik pun berlalu, 40 detik juga sudah terlewati, setelah berlari lumayan jauh itu, dari arah depan akhirnya bisa melihat gedung C yang merupakan gedung olahraga renang.
Setelah beberapa saat kemudian, Jordy bisa akhirnya bisa berada di samping pintu masuk dan sayangnya pintunya sudah terkunci secara otomatis, setidaknya dengan kode alias kata sandi maka dia bisa masuk.
Jordy memiliki kewenangan untuk mengetahui semua sandi dari pintu gedung kecuali ruang guru.
Jadi jari-jarinya segera menekan tombol angka dan memasukkan kode untuk membuka pintunya.
TING....... ( kata sandi berhasil )
Jordy segera membuka pintu itu, dan berlari menuruni anak tangga, hingga tidak sengaja saat di lantai yang datar Jordy menemukan sepasang sepatu, kaos kaki, kacamata dan blezer tergeletak di pinggir kolam renang.
Hanya saja ada satu hal lain yang membuat dirinya sangat terkejut yaitu seorang perempuan tergeletak di dasar kolam yang sudah kering itu!
Tempat yang sepi sekalgus hening, sisa cahaya matahari sore itu masih menembus melewati dinding kaca dan menyinari tubuh bagian kaki perempuan yang tidak sadarkan diri itu. Handphone yang tergeletak tepat di depan wajahnya, seluruh baju yang basah itu membuat pakaiannya itu menempel di tubuh perempuan itu sehingga samar-samar Jordy melihat pakaian dal*am yang di kenakan perempuan tersebut. Rambut hitam kusut menutupi separuh wajahnya membuat Jordy segera turun ke dasar lantai kolam dan berjalan mendekat lalu setelah sampai ia pun berjongkok untum membalikkan tubuh perempuan itu dalam posisi terlentang.
Jari-jarinya sudah keriput dan tubuhnya juga dingin. Tapi yang terpenting itu identitasnya adalah.....
"Ovin?! Kenapa dia?!" Terkejut Jordy melihat sosok perempuan yang ternyata adalah orang yang harus dia selamatkan?
Tapi apakah Ovin ini masih bisa diselamatkan?
'Wajahnya pucat. Bagaimana ini?' Jordy sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah Ovin dan mencoba mendengar nafasnyA.
Tersirat rasa khawatir yang cukup mendalam di wajah Jordy, dia pun langsung mencoba pertolongan pertama dengan melakukan CPR kepada Ovin.
Jordy kembali menekan dada Ovin beberapa kali, keadaannya masih sama belum membuahkan hasil.
'Apa aku harus melakukan itu?' Pikirnya, dia merasa dirinya juga harus melakukan nafas buatan kepada Ovin yang sudah terdiam itu.
'Ovin, kenapa nasibmu seperti ini?' Jordy memejamkan matanya. Dia benar-benar sangat menyayangkan nasib Ovin yang selalu di kejar-kejar oleh Franz fanatik Franz yang sudah cukup keterlaluan itu, karena tanpa absen, Ovin selalu mendapatkan kejahilan dari para murid perempuan.
__ADS_1