
Di salah satu taman, dua orang tengah duduk dan satu orang di antaranya itu duduk memandang temannya dengan tatapan herannya.
" Franz, aku sedikit melihat suatu perubahan padamu. " Tanya Sean. Dialah orang yang sedang menatap waah Tuan muda tampannya itu dengan tatapan heran.
Kini tangan kanannya menopang dagunya dan pergi mantap kawannya itu lebih lekat lagi.
"Benarkah? " jawab Franz dengan santai. Dia saat ini sedang duduk di bawah pohon rindang sambil membaca buku.
" Iya...." Sahut Sean dengan singkat.
Dimananya dari aku yang berubah? " tanya Franz dengan mulut mulai di sini dengan snack wafer rasa kacang.
" Aku jarang melihatmu makan seperti ini, apalagi membaca buku? Padahal kamu sudah pintar, apalagi yang mau dipelajari oleh orang sepertimu? Kamu benar-benar belajar keras ya?" Antara pujian di bumbui sindiran. Itulah yang diucapkan oleh Sean kepada Tuan muda Franz yang sedang duduk santai, seperti tidak ada masalah apapun, sampai buku yang jarang di sentuh, seperti sebuah barang tabu pun, kini justru di sentuh dan apalagi sedang di baca dengan khidmat.
Hal ini terjadi tanpa di sengaja, sebab sepulang dirinya bertemu dengan Ovin, Sean secara tidak sengaja menemukan Tuan mudanya sedang belajar di taman. Sekalipun hanya memegang satu buku catatan tapi tetap saja terlihat jarang Sean temui peristiwa yang seperti ini.
"Dimana kesan playboy mu itu? Aku merasa sudah jarang sekali melihat itu." Tanya Sean dengan wajah penasaran.
" Memangnya aku harus melayani mereka terus, sesekali layanilah dirimu sendiri. Ibuku bersikeras agar aku masuk ke unifersitas yang terkenal itu." rutuk Franz.
" A..a..aku memaklumi ibumu itu. " Mendengar kata ibu, maksudnya betulan ibu nya Franz lantas seketika bulu kuduknya beridiri. Sean mengenal kedua orang tuannya Franz dan pernah bertemu ibunya itu dalam kondisi dirinya di ancam karena ketahuan pernah mengajak anak kesayangannya itu ke bar. " A...apa....ibumu sudah baikan? "
Seketika tangan kanannya langsung menutup bukunya dan melirik ke arah Sean.
"................." Franz terdiam menunggu apa yang dimaksud oleh Sean ini.
"Tentang dua bulan yang lalu, apakah Ibumu sudah baik-baik saja? " Tanya Sean lagi, memperjelas pertanyaan pertamanya.
__ADS_1
Memangnya apa yang terjadi dua bulan yang lalu?
Dua bulan yang lalu, atau lebih tepatnya seminggu setelah dirinya melakukan pernikahan dadakan dengan Ovin, Ayahnya yang baru saja terlibat kecelakaan bersama dengan Ibunya, akhirnya meninggal dunia.
Hal itu memang seperti sebuah pukulan yang cukup besar, sebab Ayahnya yang biasanya bersikap tegas terhadapnya, sekarang sudah tidak ada lagi.
" Yhaa......dia terlihat biasa-biasa saja, jangan mengkhawatirkan hal itu. " Ketus Franz.
Ibunya memang sangat bersedih ditinggal ayah, tapi mengingat menangisi orang yang sudah pergi juga tidak ada gunanya juga. Bukan bermaksud dirinya tidak menangisi sang ayah atau tidak kehilangannya, dalam hatinya yang terdalam Franz sangat terpukul, tetapi jika menangisinya terus maka berarti tidak merelakan arwahnya untuk tenang, dan secara logika juga kejadian yang akan terjadi oleh semua manusia adalah kematian.
Selama kenangan indah orang yang disayanginya terus disimpan di dalam hati dan pikiran, maka, "Baikpun ayahku sudah pergi, selama aku mengingatnya ayahku akan terus berada disini, dihati. " Imbuh Franz. Sambil menyntuh dadanya.
Franz sebenarnya memang cukup kehilangan sosok Ayah yang tegas itu. Tetapi, karena semuanya sudah berlalu, maka yang bisa dia lakukan adalah menyimpan itu di dalam hatinya.
Sedangkan Sean jadi terdiam 'Dia memang sedikit berbeda, tapi apa yah?' Selidik Sean pada Tuan muda yang sedikit pasif akan kebiasaanya yang dulu. Tapi di tengah-tengah pikirannya itu, Franz tiba-tiba saja pergi," Eh...kamu mau kemana? "
_____________
'Teman', sekalipun memiliki banyak teman, tapi mereka hanya saling memanfaatkan satu sama lain. Teman bukanlah hal tabu, tapi jika memilikinya maka siap-siap untuk saling memanfaatkan 'Kekayaan'?.
Banyak yang mengaku menjadi temannya, tapi di baliknya itu ada niat yang terselubung jika memiliki teman seseorang yang kaya. Yaitu memanfaatkan hartanya saja.
'Dan aku disini, tidak ada kata teman disini. Jerry? Dia hanya sekedar partner kerja. Sebentar lagi Ujian, dan ini membuat kepalaku pusing.' Ovin pun memijit pelipisnya sendiri, sakit kepalanya sangat mengganggu konsentrasinya untuk mengulas pelajaran yang sempat tertinggal karena alasan tertentu.
Tapi sayangnya, di tengah-tengah dirinya sedang membaca dan mencoba memasukkan semua materi itu kedalam otak kecilnya, tiba-tiba kejutan itu datang juga.
BYURRRRR..........
__ADS_1
AIr yang begitu melimpah segera membasahi tubuhnya. Dan asalnya dari atas.
Oleh karena itu, sekarang tubuhnya dari atas rambut hingga ujung kaki serta buku yang sedang di bacanya basah semua.
" Ah...maaf, mata empat. Airku tumpah, tapi aku sengaja. " tutur Merli, orang yang sengaja mengguyur Ovin dengan air mineral dari lantai dua persis.
Ovin pun menyeka dagunya dengan punggung tangannya, dan kembali di berikan dongeng singkat oleh Merli.
" Eh, iya. Buku yang terlihat rumit itu kelihatannya jadi sudah menjadi cantik. Jadi gampang dibaca, kan? " Kata teman Merli, saat dia melihat buku yang dibaca oleh Ovin dengan seriusnya tadi, sudah jadi lepek.
Ovin langsung menutup kedua sisi buku menjadi satu dan berkata. "Apa yang kamu katakan memang benar. Buku ini sekaligus tulisan yang ada di dalamnya jadi lebih cantik. Dan bahkan lebih cantik ketimbang wajah ber aspal kalian. Jadi kalian tidak perlu minta maaf."
".................!" Sontak saja Merli dan kedua temannya itu langsung membelalakkan matanya. Ovin yang biasanya pendiam dan tidak menggubris semua kejahatan mereka, tiba-tiba membalas ucapannya.
"Ha? Mulutmu ternyata sudah bisa di pakai untuk bicara ya?" Cibir Merli dengan senyuman sinisnya. "Karena bibirmu itu satu-satunya yang disentuh oleh Tuan muda Franz, kelihatannya itu harus di jahit." imbuhnya.
Tapi tidak sesuai harapannya untuk memprovokasi Ovin, Ovin berdiri sambil memperbaiki posisi kacamatanya dan kembali berkata : " Eh tahu tidak? Perundungan juga terjadi di antara binatang lain selain manusia loh.
Ada beberapa contoh simpanse yang berkelompok untuk merundung. Ada kecenderungan bagi ikan mas untuk menyerang yang lemah.
Sebuah kelompok yang menolak anggota yang lemah atau yang tak menuruti adat adalah insting alami sebuah organisme hidup dimanapun.
Umat manusia yang dilengkapi akal sehat pun, masih memiliki hal itu. " Jelas Ovin, kacamatanya sengaja dilepas dan ia masukman ke dalam saku sambil tersenyum manis namun memiliki makana lain...
' Fakta bahwa kalian berperilaku begini, membuktikan bahwa intelektual kalian mendekati binatang. Apa boleh buat juga.' Makna itu adalah menyindir.
" Apa...apaan dia itu. Apa dia sedang bersikap sok pintar~. Bikin kesal saja. " gumam Merli sambil geram sendiri.
__ADS_1
'Apa dia memiliki sisi lain?' Franz berada di samping tembok, dan kebetulan tidak sengaja saat hendak pergi ke kelas mendengar perbualan Ovin dan Merli yang selalu menjadi dalam pembully an kepada Ovin.