
Di suatu tempat yaitu lapangan Golf.
Satu orang pria dengan tubuh bagus ini memakai baju olahraga disertai topi yang ada di kepalanya untuk melindunginya dari matahari yang masih bersinar cukup cerah?
Cerah untuk matahari yang tidak lama lagi akan tenggelam.
Sekalipun sudah sore, tapi rasa santainya bisa digunakan untuk main golf dan dibelakangnya ditemani 2 wanita cantik bertubuh ramping serta seksi sekalipun juga sama-sama memakai pakaian olahraga, tapi itulah...justru lekuk tubuhnya terlihat jelas karena desain pakaiannya disesuaikan dan pas di tubuh si pengguna.
TALKK......
Bola kecil nan putih melambung tinggi dan mendarat di sisi sebuah lubang dengan adanya satu tiang bendera sebagai penanda.
PROKK......PROKK.......PROKK.......
Suara tepuk tangan dari kedua wanita itu.
" Anda hebat Tuan, sekali pukul sudah dekat dengan target." puji wanita ini.
" Iya, sedikit lagi bolanya masuk. " puji wanita yang satunya lagi.
__ADS_1
"Hmph..tentu saja sayangku. Karena keberuntungan selalu saja ada di pihakku, satu pukulan seperti itu akan membawaku kemenangan."
"Benar Tuan, anda hebat. Tapi kenapa jika anda sehebat ini, anda tidak ikut lomba main golf tingkat internasional? Kan lumayan Tuan, anda jadi lebih bisa terkenal, dan punya banyak uang." Ucap wanita itu.
Pria yang di panggil Tuan ini pun lantas menoleh ke belakang dan menjawab : "Untuk apa aku mengikuti turnamen yang merepotkan itu. Aku tidak membutuhkan uang lagi, karena sudah banyak, dan buat apa piala kosong yang bisa aku dapatkan itu?" Jelas pria ini, yaitu Chade.
"Pfft...piala kosong ya, memang benar sih. Mungkin saja piala kosonng itu cicik untuk di jadikan pot bunga mewah."
"Ah...idemu lumayan juga." Puji Chade dengan seringaian liciknya. Kedua orang wanita cantik yang berdiri untuk menemaninya pun terkekeh melihat tingkah majikannya yang terkesan playboy, tapi sebenarnya tidak juga.
TRINGG.......TRIINGGG.......TRINGG.....
Sampai satu wanita lainnya muncul dengan membawakan ponsel milik..
Sambil menerima handphone miliknya, Chade pun sedang menatap heran dengan nomor milik keponakannya itu, tidak biasanya keponakannya membuat video call dengannya.
Dengan cepat tanpa perlu memikirkan hal lain yang membuat adik angkatnya menunggu lama, dia langsung menerima panggilan itu namun...
" Apa kamu sedang latihan menyelam lagi? " selidik Cahde pada keponakannya sekaligus perempuan yang sudah dia anggap sebagai adiknya itu, karena Chade berpikir di sore seperti ini ternyata Ovin masih sempat berlatih membuat rekor baru menahan nafas terlama di dalam air.
__ADS_1
Beberapa detik Ovin mengarahkan kamera depan ke segala arah sebelum akhirnya sengaja dimatikan dan diganti dengan membuat pesan.
' Tolong! Cepat datang ke sekolah gedung C! 1 menit!'
pesan yang sangat singkat tapi padat.
"..............!" Chade membelalakkan matanya 'Dia dalam bahaya!' Chade langsung berlari dimana tangannya langsung mengambil jaket coat dan sambil menelepon temannya yang sekiranya dekat dengan lokasi sekolah. Tapi niatannya dari ide itu berubah dengan memanggil temannya yang ada di markas untuk.....
Tut....( mematikan panggilan )
20 detik kemudian...
SWOSSHH........
SWOSHHH......
SWOSSHHH.....
Datanglah helikopter, hanya dengan jarak satu meter sebelum mendarat ke tanah, Chade langsung melompat masuk dan memerintahkan pilotnya untu segera pergi..
__ADS_1
" Sekolah " perintah Chade. "Waktumu 30 detik." sambungnya lagi.
Waktu yang benar-benar terbatas dan sayangnya lokasi awal Chade menuju ke sekolah sekalipun sudah menggunakan helikopter, jaraknya masih lumayan jauh dan itu membutuhkan paling tidak 1 menit.