Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
141 : PUM : Kejar di kejar


__ADS_3

"Dia ternyata bisa menghindari peluruku secepat itu? Sebenarnya apa-apaan dengan pria itu? Bagaimana dia punya refleks sebagus itu di saat dia saja sedang menggendong seorang perempuan." Gerutu wanita ini.


"Ada apa? Meleset ya?" Tanya seorang pria yang sedang duduk persis di lantai dengan bersandar di pagar.


"Kalau tahu kenapa tanya?"


"Padahal aku tanya baik-baik, tapi responmu itu cukup panas ya." Kata pria ini, membuat wanita yang sedang dalam posisi tiarap itu langsung membungkam mulutnya sendiri.


Pria yang sedari tadi hanya duduk diam itu, kini menoleh ke belakang, lalu mengangkat teropong nya, sampai dia melihat Chade ternyata benar-benar sedang menggendong seorang perempuan.


"Entah kamu bodoh atau apa. Chade bisa menghindari pelurumu itu berkat perempuan yang sedang di gendongnya itu." Beritahu pria ini.


"Ha? Kenapa kau bisa tahu?" Wanita ini juga langsung memeriksa teropong yang tersambung dengan senjata Steyr SSG 69. Sebagai sniper tentu saja ia menggunakan senjata ini untuk menargetkan lawannya, dan target yang ia miliki adalah Chade.


Sayangnya, Chade hari ini cukup beruntung karena masih bisa menghindari tembakan mautnya.


"Ya, kebodohanmu itu harus aku selesaikan dengan penjelasan singkat. Perempuan itu kan di gendong seperti itu, masa kau tidak tahu kalau di posisinya seperti itu, kepalanya bisa menghadap ke arah sini. Jadi sudah jelas kan, kalau dia orang yang menggagalkan tembakanmu?" Ejeknya.


"Kau- benar juga. Jadi sekarang kita harus apa?" Tanya ny. Walaupun agak tidak suka dengan sindirannya, tapi karena ucapannya itu memang benar adanya, ia pun jadi tidak bisa menyangkalnya.


Pria ini langsung menatap wanita yang ada di ada di sebelahnya itu.


______________


"Kyaa....!" Suara Kelvin langsung mengisi ketegangan di dalam mobil tersebut.


Ya, ketika mereka berempat berencana untuk pergi ke bandara, sekarang mereka berdua justru sedang di kejar-kejar oleh dua mobil polisi?!


"Chade! Apa yang sudah kau lakukan sampai membuat dua mobil polisi mengejar kita?!" Marah Franz kepada Chade yang kini justru terlihat senang, sampai bisa menyetir dengan begitu santai, bahkan di saat ada dua mobil polisi yang sedang mengejar mereka.


"Aku tidak melakukan apa-apa." Sahut Chade dengan santai. Lalu dengan kecepatan mobil di atas rata-rata itu, Chade benar-benar menjadi gila, dia sungguh menikmati momen dimana mereka di kejar-kejar oleh polisi dari negeri orang.


"Pengendara mobil berwarna putih plat xxxx harap berhenti!" Perintah sang polisi kepada Chade selaku orang yang menyupir mobil yang di naniki oleh mereka berempat.


Dan suara sirine dari mobil polisi yang terus berbunyi sepanjang jalan, sukses menarik perhatian banyak orang yang di lintasi oleh ketiga mobil yang sedang dalam posisi kebut-kebutan, antara mengejar dan di kejar.

__ADS_1


"Ha?! Untuk apa kami berhenti polisi gadungan seperti kalian?!" Teriak Chade atas jawaban dari perintah yang tidak akan Chade turuti.


Dan Chade sungguh seperti bar-bar, sampai senyuman Devil itu sontak menjadi ancaman untuk Kelvin dan Franz sebab tepat di depan, ada sebuah tikungan tajam.


"Chade!"


"Kyaa..! Paman! Kau ingin kita mati ya?!" Protes Kevin, saat Chade tiba-tiba saja berbelok dengan gaya yang cukup membuat adrenalin mereka berempat terpacu.


Bagaimana tidak, jika Chade dengan bangganya memberikan pengalaman mengesankan pada para penumpangnya layaknya seorang pembalap mobil dengan gaya berbelok separuh drifting.


Tapi di sini Chade dengan sengaja membuat celah tikungan yang lebih lebar dari seharusnya, karena tujuan utamanya adalah dia menggunakan bumper mobil bagian belakangnya itu untuk menyenggol Fire Hydrant System yang ada tepat di tikungan jalan persis.


"Rasakan kalian. Mau menantang aku? Kalian masih butuh sepuluh tahun lagi untuk melampauiku." Ejek Chade, sebab setelah berhasil membuat penutup dari Fire Hydrant System terbuka, tentu saja air deras langsung membanjiri jalanan kota, dan itu di tunjukkan kepada kedua mobil polisi itu.


BRAKK....


Salah satu mobil polisi itu langsung kena semprot air dalam jumlah besar, sehingga saat mengerem mendadak, mobil polisi lain yang ada di belakangnya persis langsung menabrak yang ada di depannya.


"Hei! Apa-apaan kau ini! Kenapa pakai berhenti segala!" Protes pria berpakaian polisi kepada rekannya yang ada di depan, karena gara-gara itu, mobil yang ia kendarai jadi menabraknya dari belakang. "Liat?! Mereka jadi kabur!" Bentaknya lagi.


"Tch...Kalau seperti ini bagaimana kita bisa menangkap pelanggar itu?" Gerutu pria berpakaian polisi ini, sebab gara-gara temannya itu, mereka berdua jadi kehilangan mobil yang di kendarai oleh Chade. 'Lebih baik aku beritahu beberapa temanku, agar mereka yang melihatnya langsung di cegat. Mereka tidak boleh keluar dari negara ini.'


_____________________


1 jam kemudian.


" Kenapa mereka mengejar kita?! " Franz tidak tahu apa yang terjadi belakangan ini sampai dimana detik ini dirinya dikejar oleh dua mobil polisi, untungnya tidak ada baku tembak.


"Berarti ada sesuatu di antara kita yang menarik perhatian mereka." jawab Chade dengan santai walau sedang nyetir dengan ngebutnya di jalan raya.


"................" Franz jadi terdiam sejenak memikirkan kembali perkataan Chade.


"Ck, apa kau takut? " tetibe Kelvin bersuara.


"Kalian berkomplot." Tegas Franz. 'Aku disini bagaikan orang bodoh dan mau mengikuti mereka kemana mereka mau pergi.'

__ADS_1


"Jangan dibawa jadi beban bocah, kau itu masih tidak pantas untuk memikirkan masalah yang seperti tadi." tutur Chade dengan mengejek.


" Aku bukan bocah! " dengan cepat Franz mencoba menelepon seseorang. Tapi sudah beberapa kali mencoba tetap saja gagal lagi dan lagi dan layarnya berakhir dengan tulisan berjalan.


Karena sudah kesal, Franz membanting handphone nya itu dengan keras sampai handphone itu pecah dan tak di sana dan sini.


" ............... " Chade melirik ke samping dan tersenyum tipis sambil berkata. "Apa yang kau pikirkan tentangku? " Tiba-tiba saja Chade malah memberikan Franz pertanyaan, padahal Franz sendiri dalam posisi sedang jengkel.


"Orang dengan rahasia gila." ketus Franz.


Dan jawabannya Franz berhasil membuat Chade tertawa. "Ahaha, aku suka sekali melihatmu frustasi dengan wajah marahmu itu. Setidaknya di sini jadi ada hiburan, setelah ketegangan tadi, ya kan?" lalu seketika wajah ramah itu berganti menjadi serius. " Apa yang membuatku dijuluki gila? "


Sontak pertanyaan yang di selimuti nada dingin itu membuat Franz jadi ikutan merinding.


Ya.


Franz tidak berani menatap tatapan tajam yang diberikan Chade lewat spion tengah mobil, sampai ketika hendak memberanikan diri untuk menatap matanya Chade, dirinya seperti orang yang disalahkan.


"Riwayat hidupmu sederhana, tapi tindakanmu diluar ekspetasiku terus." Jawab Franz dengan terpaksa.


"Itu karena kamu bodoh." Ejek Kelvin lagi, sekarang Kelvin sedang memainkan jam pintarnya dan mencoba mengirimkan lokasinya kepada Ethan.


Franz menoleh ke arah samping kanan sambil berkata, "Bocah tengik, cara bicaramu itu tidak pantas untuk usiamu. Mendingan minum susu mu sana dan bilang pada ibu mu agar dia bisa mendidik anaknya lebih sopan lagi bicaranya."


Jari-jarinya seketika terhenti, terus Kelvin menatap Franz. Dan Ovin sendiri, sama hal dengan dengan Kelvin, Ovin memang diam. Tapi tidak dengan tangannya, karena dia langsung memberikan pukulan ke lengan kiri Franz dengan keras.


PLAK.


"Ahw....." Sontak Franz langsung merintih. "Kenapa kau malah memukulku?!" Protes Franz kepada Istrinya yang terlihat sedang marah.


"Hei bocah, aku bisa menerima semua perkataanmu, tapi filter dulu jika berbicara pada mereka berdua." jelas Chade dambil memberitahu Franz kalau baik itu Ovin maupun Kelvin, mereka berdua sama-sama memiliki nasib yang sama, yaitu tidak memiliki Ibu.


Dan Franz dengan sembarangan mengucapkan kata-kata yang cukup sensitif.


'Lagi-lagi aku juga yang di salahkan.' Pikir Franz masih tidak puas hati dengan perlakukan dari mereka bertiga yang terasa terus-menerus memberikan masalah keapadanya.

__ADS_1


__ADS_2