
"Woah....perempuan itu jeli juga. Dia sudah merusak peliharaan ku." Kata wanita berpakaian seksi ini. Walaupun mengenakan pakaian sekolah, tapi disebabkan seragamnya sangat press dengan body tubuhnya serta rok mini yang ia pakai, siapa yang tidak melihat melihatnya, kalau pakaiannya cukup seksi?
Dia duduk di tepi meja kerja, sambil memakan permen lollipop, perempuan ini kembali berkata. : "Apa yang akan kau lakukan kali ini?"
Seorang pemuda awal dua puluh tahunan yang sedang duduk di kursi sofa single itu, sesaat menyeruput teh miliknya, lalu menjawab : "Aku masih ingin mengamatinya, lepaskan saja lagi rongsokanmu itu."
Sedikit tidak terima dengan perkataan dari pemuda itu, perempuan ini langsung menggigit permen lollipop sampai pecah. "Walaupun kau menyebutnya rongsokan, tapi pada akhirnya kau butuh juga kan?"
TAK..
Pemuda ini tiba-tiba meletakkan cangkir teh nya ke atas lemek, dan menatap permukaan air tersebut.
Permukaan air teh itu awalnya memantulkan wajahnya. Tapi setelah lama di pandang, apa yang ia lihat bukanlah wajahnya sendiri, melainkan wajah dari dari seorang perempuan.
"Sebenarnya tidak juga." Kata pemuda ini, setelah menghilangkan segala pikiran dengan sosok wajah perempuan yang sempat terpantul di permukaan teh nya.
"Apa?" Perempuan ini mulai emosi. "Apa kau bilang barusan?"
"Tidak ada," Singkat pemuda ini.
Makin terpancing emosinya, perempuan ini langsung turun dari meja dan berjalan menghampiri laki-laki yang sedang duduk ini dengan merebut teh tersebut dengan kasar, hingga air teh yang ada di dalam cangkir itu sempat tumpah dan membasahi celana berwarna cream yang di pakai oleh laki-laki ini.
"Katakan, sebenarnya apa rencanamu itu."
"Kau tidak ada hak khusus untuk tahu." sahut laki-laki ini dengan singkat.
"Eldo, kau ini memang menyebalkan ya. Padahal aku sudah membantumu, tapi kau tidak mau memberitahuku apa rencanamu pada anak itu." Ujar perempuan ini dengan nada kesal.
__ADS_1
"Kenapa? Apa karena seperti itu saja, kau sudah kesal dan marah? Ingatlah statusmu itu. Walaupun aku memang memberimu kesempatan jadi pacarku, tapi kau tetaplah seorang anak dari kepala pelayanku. Jadi yang seperti itu memang sudah sewajarnya kan? Pembantu membantu majikan? Dan majikan punya kuasa sendiri pada pelayannya?" Eldo benar-benar memberi peringatan jelas pada perempuan ini.
Kesal dengan ucapannya Eldo, perempuan ini langsung meletakkan cangkir beserta lemeknya di atas meja dengan cukup kasar, hingga bunyi keramik yang saling beradu itu berhasil membungkam mulut diantara mereka berdua.
Dan perempuan tadi langsung pergi keluar untuk mencari udara.
'Ovin ya? Ternyata diam-diam dia bisa melakukan hal seperti itu kepada orang yang tidak di kenal sepertiku.' Pikir Eldo.
Eldo menoleh ke arah jendela. Tepat di bawah sana dia melihat ada dua orang laki-laki sedang berebut untuk menggenddong seorang perempuan, sedangkan satu anak kecil itu hanya dam sambil memperhatikan para kakak-kakak nya berdebat satu sama lain.
'Ternyata perempuan seperti itu saja bisa di kelilingi banyak laki-laki. Aku jadi ingin tahu sehebat apa perempuan ini, sampai mereka berdua berebut seperti itu.' Setelah berpikir seperti itu, Eldo mengambil tab miliknya.
Ketika layar tab itu menyala, dia melihat ada beberapa gambar milik Ovin saat di arena balap beberapa hari lalu. Waktu dimana Eldo sungguh di permalukan habis-habisan, dan semua itu gara-gara rencana Ovin.
Meskipun awalnya semua rekaman cctv di hari itu sudah di edit, dengan cara dipotong, sehingga Eldo sama sekali tidak mendapatkan rekaman mobil asing yang dikendarai Ovin, tapi setelah di pulihkan berkat pacar palsunya itu, Eldo akhirnya bisa mendapatkan rekaman utuhnya.
Dan hal itu pun sungguh mengejutkan Eldo, karena yang berhasil mempermainkannya sampai di permalukan seperti itu, adalah karena ulah dari murid sekolah lain.
Setelah puas, Eldo langsung melemparnya ke atas meja, sampai tab itu sempat terseret ke depan beberapa centimeter.
BRUK.
Merasa lelah karena ia tanpa sadar jadi tertarik untuk mengikutinya, Eldo langsung pindah tempat dan mendaratkan tubuhnya di atas sofa panjang.
'Ngomong-ngomong, aku sudah lama tidak menghubungi Bella. Kira-kira dia sedang apa ya?' Karena penasaran dengan kabar Bella, Eldo menghubunginya dengan melakukan video call.
Tidak lama kemudian Bella mengangkatnya.
__ADS_1
-"Ada apa? Tidak biasanya Video Call."- Tanya Bella.
"Mau bertanya kabar pada tunangan sendiri masa tidak boleh?" Seringai Eldo.
-"Berisik, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Soal pertunangan kita, aku sudah memberitahu Ayahku kalau aku ingin putus, jadi tidak lama lagi Ayahku pasti akan mengkonfirmasi pada keluargamu."-
"Oh ya? Walaupun kau sudah mengatakannya kepada Ayahmu sekalipun, Ayahku tidak mungkin akan menerima pemutusan secara sepihak ini." Ucap Eldo, berhasil menarik perhatian Bella yang kini sedang berendam di bathtub.
"Tidak ada kata putus di antara kita Bella. Karena keluarga kalian itu berhutang budi kepada keluargaku, jadi terima sajalah. Bahkan kalau bisa, setelah lulus nanti, kita berdua bisa menikah secepatnya." Sambungnya. Memancing emosi Bella yang sudah terlihat jelas di wajahnya yang sedang bersemu merah, karena sedang berendam dengan air hangat.
"Kau-' Ucapannya langsung terpotong
"Jadi ngomong-ngomong, dari pada kau marah seperti itu kepadaku, apa kau mau menceritakan soal murid perempuan yang sempat terkenal dengan pembullyan nya untuk beberapa bulan lalu?" Kata Eldo, membujuk Bella yang sempat di lana amarah.
-"Kenapa tiba-tiba membahas anak itu?"- Tatapan matanya berubah jadi bertambah sengit, seolah sedang mencari tahu lewat ekspresi Eldo yang bahkan sulit di tebak, karena saat ini Eldo hanya berekspresi wajah biasa dengan senyuman tipis sempat menghiasi bibirnya.
"Kelihatannya kau tidak menyukainya ya?"
Bella hanya diam, tidak mau menanggapi pertanyaannya Eldo itu.
"Aku hanya ingin melakukan sesuatu kepada anak itu. Tahu sendirikan? Kalau beberapa hari yang lalu, aku sempat di permalukan olehnya?"
Dahi Bella bertambah mengerut.
Eldo tertawa cekikian, lalu menambahkan. "Soal berita yang sempat kamu lihat sebelum di hapus oleh anak buahku, itu ulah dari perempuan di sekolahmu itu. Jika kau tdiak percaya, aku akan mengirimkan video memalukanku ini kepadamu."
Setelah panggilan diantara mereka berdua di akhiri secara sepihak oleh Eldo, tidak lama setelah itu Eldo mengirimkan rekaman cctv yang ia punya kepada Bella.
__ADS_1
Dan Bella yang masih berada di dalam kamar mandi sambil berendam, langsung berekspresi semakin serius, karena dia memang benar-benar melihat Ovin ada di dalam gambar itu persis.
Menambah bukti milik Bella, bahwa anak pindahan yang di rumorkan adalah sepupu nya Franz, memiliki segudang rahasia yang masih belum terpecahkan.