Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
PUM : Debat


__ADS_3

" Menjagamu? Kenapa terdengar dia lebih lama bersamamu dari pada apa yang aku pikirkan?" Franz tidak terkejut karena sudah memperkirakan kira-kira hubungannya itu berapa lama.


" Tentu saja, sudah 6 tahun lebih. " Ovin segera berdiri, melangkahi salah satu tangannya Franz yang masih membuat sebuah penjara untuknya, ia pun berjalan pergi menuju toilet.


'Apa? Selama itu?! Ovin? Chade? 6 tahun? Bagaimana bisa? Dia yang berhubungan dengan Chade selama enam tahun, tapi tiba-tiba malah menikah denganku? Apa dia benar-benar sangat butuh pria?' pikirnya.


Franz yang ingin meminta penjelasan lebih, sayangnya saat hendak menghentikan Ovin pergi dari hadapannya, Franz hanya dapat menangkap udara kosong saja karena gadis itu sudah terlanjur masuk ke dalam kamar mandi.


Berdiri dalam diam, otaknya jadi penuh dengan pertanyaan pasal gadis misterius ini. Bagaimana tidak misterius jika sampai sekarang identitasnya tidak banyak yang ia dapatkan.


Gadis yang tiba-tiba muncul dalam kehidupannya dan langsung menjalin hubungan yang terikat dengan ikatan pernikahan.


"Tch..." decih Franz, wajahnya langsung berpaling ke tempat lain, lalu kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku jaketnya.


Kehidupannya tahun ini benar-benar gila, kegilaannya itu bagaimana bisa dirinya terjebak dalam situasi yang terlihat dikendalikan oleh gadis itu, padahal penampilannya saja tidak menarik, wajah polos dengan kacamata sering menempel di wajahnya itu selalu mengusik matanya.


'Ekspresinya, aku sangat tidak suka, dia terlihat sering menahan emosinya.' batin Franz. 'Tapi, jika mulutnya sudah bicara, dia hanya mengeluarkan kata-kata yang tidak mengenakkan.' karena berbeda dengan apa yang terjadi beberapa bulan yang lalu, Franz pun terkadang semakin terusik dengan cara bicaranya Ovin yang selalu saja mengganggu pikirannya.


Padahal awalnya Ovin adalah seseorang yang akan memilih lebih banyak untuk diam saja, tapi entah setelah kejadian apa, kebiasaan untuk menjadi seorang yang pendiam itu sudah menghilang dari diri gadis itu, dan justru bertingkah jadi lebih liar.


Tapi dari semua perubahan itu, hanya ada sikap yang tidak bisa menghilang dari gadis belia itu, yaitu ketika Ovin tengah berdiri sendirian sambil melamun, seakan tengah melihat masa lalunya dengan tatapan yang sangat mendalam.


Sementara Franz yang masih setia berdiri di tempat yang sama selama beberapa menit itu, akhirnya seakan dirinya menunggu gadis itu selesai mandi.


CKLEK....


Pintu kamar mandi terbuka, Ovin terlihat sedang mengikat ikat tali pinggangnya, karena dirinya hanya keluar dengan menggunakan jubah mandinya.


'Kenapa dia masih saja disini?' alisnya bertautan ketika ia melihat Franz masih di kamarnya. Namun, mengabaikan keberadaan dari pria itu, Ovin segera melangkahkan kakinya, berjalan cepat menuju di mana kopernya ia letakkan di samping kasur.


WUSHH......

__ADS_1


Sekelebat, Ovin berjalan melewati Franz yang sedang berdiri di seperti orang kehilangan arah itu.


'Dia sudah kel-' tapi pikirannya Franz seketika langsung kosong.


Yah, ketika Franz hendak menanyakan sesuatu lain pada gadis itu, namun gadis itu segera berjalan melewatinya. Tapi entah sekelebat apa yang tercium di hidungnya, intinya ia tiba-tiba saja merasakan aroma yang menyenangkan.


'Wa-wangi?! Wangi apa ini?!' pikir Franz.


Matanya terbelalak, bau harum yang menyerbak di hidungnya, berhasil menghentikan kakinya melangkah untuk mendekati Ovin yang sedang jongkok di depan koper itu.


'Dia wangi sekali, wangi apa ini? Wangi sampo, tapi kenapa bisa sewangi ini? Apa dia menggunakan opium pada tubuhnya untuk memikatku? ' pikir Franz lagi, kembali berburuk sangka dengan Ovin yang hanya sekedar mandi saja.


Tapi, begitu Franz melihat Ovin hendak pergi lagi kedalam toilet, karena ingin berpakaian di dalam kamar mandi, sekaligus meneruskan urusannya untuk melanjutkan mandinya yang belum sepenuhnya selesai, Franz langsung mencengkram salah satu tangannya.


"Sebenarnya kau mandi pakai apa?" tanpa sadar mulutnya bertanya seperti itu.


Dan yang merasa tangannya tertahan, Ovin langsung menoleh kebelakang dengan sebuah pertanyaan .


Mata Franz yang semula terpejam, kini perlahan membuka matanya karena sudah terangsang oleh bau yang sangat manis menyeruak masuk ke indera penciumannya.


"Minggir, jangan menghalangiku." Pungkas Ovin. Dia berusaha untuk pergi, namun tangannya rupanya tetap saja tertahan karena cengkraman tangannya Franz.


Namun, karena di saat yang sama pula lengan jubah mandinya tertahan oleh tangan Franz juga, Ovin yang terus bergerak ingin melepaskan tangannya dari cengkraman nya Franz itu, secara otomatis bagian sisi dari lengan yang kena tarik itu langsung terbuka meski ikat pinggangnya masih terikat dengan betul.


Dan dari situlah, sepasang matanya jadi kembali di nodai oleh penampilan gadis yang mana, di balik jubah mandinya itu, tentu saja Ovin masih belum memakai apapun.


'Menarik sekali, padahal kecil, tapi bisa-bisanya aku menganggap bentuk kecil seperti bakpau itu, sebagai sesuatu yang imut. Apa otakku benar-benar sudah terkontaminasi?' benak hatinya tat kala matanya Franz melihat satu sisi menggemaskan dari dada gadis ini yang tidak sengaja diperlihatkan ke dirinya.


Dalam diam, Franz jadi tersenyum tawar dengan godaan itu sendiri.


Meski hanya menampakkan separuh sisi kiri dada yang hampir memperlihatkan seluruh gundukan itu, tapi hal itu ternyata sukses membuat dirinya langsung traveling.

__ADS_1


'Dia selalu membuatku menjadi gila sendiri. Harus tahan, lagian dia tidak ada apa-apanya dengan wanita lain di luar sana. Anggap saja dia hanya patung.' Tepatnya karena patungnya terlalu sempurna juga terlalu nyata, Franz pun jadinya tidak bisa mengalihkan perhatiannya itu.


"Franz, mau sampai kapan kau mencengkram tanganku? Apa-" Dengan ekspresi wajah datar, matanya menatap satu tujuan ke arah dimana Franz selalu membawa harta berharganya. "Kau mau melakukan itu denganku ya~"


Senyuman tipisnya itu pun berhasil membuat Franz akhirnya salah tingkah sendiri.


"Melakukan apa? Jangan berpikir hal yang tidak-tidak, sana pergi, jangan menodai mataku." Cetus Franz, dia pun kembali pada sifatnya yang super gengsi, menolak kenyataan kalau sebenarnya Franz ini bingung harus menanggapi ucapannya Ovin dengan alasan apa lagi, selain alasan konyol.


"Nah terus tadi, kau baru saja mengintip, ya kan?" ledek Ovin.


'Mulutnya, aku ingin sekali membungkamnya.' Tapi Franz yang tidak bisa membungkam mulut dari perempuan ini, memutuskan untuk diam saja, dan langsung mendorong tubuh Ovin untuk pergi dari hadapannya, karena keberadaan dengan penampilannya Ovin saat ini sudah sukses menggoyahkan hati nya Franz.


"Ngaku saja, aku mau menerimanya kok, dengan begitu ur-" Seketika mulutnya Ovin langsung Ovin bungkam sendiri. 'Tadi hampir saja.'


Ia hampir saja mengatakan jalan keluar lain selain dari mereka berdua harus menjalani pernikahan selama lima tahun dulu, dan Franz akan menerima warisannya sendiri, ada cara paling cepat agar bagian warisan untuk Franz turun, adalah agar mereka berdua lebih dulu memiliki anak, maka syarat Franz menerima bagian harta warisan milik Ayahnya itu, bisa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


"Kau tadi bilang apa?"


"Tidak bilang apa-apa." Ovin dalam diam tersenyum licik, melihat Franz bersikeras terus mendorong tubuh Ovin agar pergi dan masuk kembali ke kamar mandi.


Namun, begitu mereka berdua mau mengakhiri perdebatan mereka berdua, kejadian di luar perkiraan mereka pun kembali terjadi.


Pintu, yang sebenarnya sudah tertutup, serta otomatis terkunci juga, tiba-tiba saja terbuka.


KLEK...


"Akhirnya aku bisa pul-" Begitu tangannya sudah memutar knop pintu kamar yang ingin ia tempati, kejutan pun langsung dia dapatkan. "Lang?" akhir kalimatnya dipenuhi tanda tanya karena dia cukup terkejut sebab ada dua wajah yang sangat ia kenal, rupanya ada di dalam kamar yang hendak ia huni itu.


'A-apa? Penampakkan apa ini?!' Pikir pria ini setelah melihat ke dalam kamarnya dan ternyata ada dua orang sedang bermandikan bau romantis musim panas yang tidak lain adalah Franz dan Ovin itu sendiri.


Karena kebetulan dirinya memegang hp, jari jempolnya tak kuasa untuk menekan tombol kamera.

__ADS_1


CKREK.......


__ADS_2