
Di sela-sela Franz benar-benar jadi tidak sengaja menekan miliknya itu akibat ulang di lakukan oleh sepasang kaki milik Ovin, tiba-tiba saja hal besar langsung datang.
JDERR...!
Kilatan yang datang itu menyambar salah satu pohon yang ada di samping persis mobil Franz, sampai pohon tersebut akhirnya terbakar, dan tumbang ke tengah jalan.
BRUUKK.....
Dan itu menyebabkan jalan yang ada di belakang mobil Franz sudah tertutup.
Dan di dalam mobil, sepasang wajah itu sudah saling menatap satu sama lain dengan ekspresi wajah terkejut mereka, karena tiba-tiba di hadiri petir yang benar-benar keras, sampai mereka sendiri dibuat sadar kembali, bahwa mereka berdua salah tempat.
"............" Franz menatap Istrinya itu, dimana tatapan matanya berakhir dengan kernyitan mata, sambil berkata."Menyingkir dari kursiku." Perintah Franz.
".............." Ovin yang sama-sama dalam kondisi masih tegang karena petir yang menggelegar tadi, tiba-tiba saja menurut.
Dia berpindah posisi dan duduk di kursinya lagi, setelah itu Ovin mengambil kedua sisi baju seragam putih miliknya untuk menutupi tubuhnya, sedangkan Franz yang awalnya diam mematung, dalam diam dia menghela nafas kasar. 'Hahh~ Hampir saja. Aku sampai berani ya, mau melakukan itu dengannya, dan di dalam mobil? Aku memang sudah sama-sama gila. Kelihatannya aku sudah tertular dengan kegilaan dari Ovin.'
__ADS_1
Franz pun memejamkan matanya sesaat, sebelum dia berganti posisi untuk duduk, dan memperbaiki posisi kursinya lagi, sebelum dia akhirnya kembali resleting celananya lagi.
Setelah itu, Franz dan Ovin pun saling diam, sehingga membuat suasana canggung di dalam mobil itu kembali muncul.
Franz sempat melirik Ovin yang saat ini memperbaiki bajunya?
Itu sudah tidak bisa di perbaiki jika tidak ada kancing baru. Jadi walaupun kedua tangannya itu sedang menutupi tubuh itu, Franz pun masih mampu untuk melihat sesuatu yang ada di dalam sana.
'Malam ini aku pasti tidak bisa tidur.' Benak hati Franz. Setelah selesai dengan celananya yang sudah dia resleting lagi demi menutupi pusakanya lagi yang sebenarnya masih meronta ingin di puaskan, Franz mau tidak mau harus menahan diri sampai di rumah.
Walaupun sungguh disayangkan, ya..Ovin sebenarnya menyangkan kalau dirinya tidak bisa merasakan apa yang sedang di dibayangkannya. Tapi melihat Franz seperti tidak membuat perhitungan padanya, Ovin pun diam-diam tersenyum simpul.
'Walaupun sedikit, tapi rasanya tidak masalah.' Pikir Ovin, seraya menatap keluar jendela.
Dan mobil yang dinaiki oleh mereka berdua pun kembali melaju menuju tempat tujuan.
BRRMMM.........
__ADS_1
_________
Sesampainya di rumah.
KLEK....
Bibi Ani yang kala itu sedang mempersiapkan makan malam untuk kedua majikannya, buru-buru berlari kecil untuk menghampiri kedua majikannya itu karena melihat mereka berdua basah kuyup?!
"Nona?! Apa yang terjadi kepada anda?" Tanya Bibi Ani khawatir dengan Ovin.
Saat Bibi Ani melirik ke arah Franz, Franz tanpa sepatah kata langsung pergi begitu saja meninggalkan kedua perempuan itu di lantai pertama.
"Nona..anda tidak apa-apa kan?" Bibi Ani menuntun Nona majikan itu pergi ke kamar.
"Aku tidak apa-apa."
'Tidak apa-apanya? Anda terlihat seperti akan di per-' Kalimat yang ada di dalam pikiran Bibi Ani pun menghilang, saat dirinya memperhatikan penampilan dari kedua pemuda tadi cukup menjadi bukti kalau kedua majikannya itu, 'Apa Tuan dan Nona baru saja melakukan itu?'
__ADS_1