Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
Pum : Kecelakaan Tunggal


__ADS_3

" Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan informasinya? " tanya Bella kepada rekan kerjanya lewat panggilan telepon.


-"Aku mendapatkannya tapi hanya beberapa."- jawab perempuan di ujung telfon sana.


"Katakan saja. " pinta Bella, sembari duduk dan kakinya sedang di pijat oleh beberapa pelayannya.


Ketika dirinya mengulurkan tangan kanannya, satu minuman jus jeruk di ambilkan dan sekarang sudah berada di tangannya lalu kemudian dia menyeruputnya.


-"Oktavin, dia bukan kerabat dari Tuan muda Franz, tapi masih belum diketahui pasti dia berasal dari keluarga mana, sebab data pribadinya 90 persen palsu.


Lalu pria bernama Ethan tidak ada hubungan darah dengan gadis itu, kemungkinan pria bernama Ethan adalah kenalannya Ovin."-


"Kenapa kau sama sekali tidak bisa mendapatkan informasi secara rinci?"


-"M-maaf Nona, kami sudah mencoba melakukan yang terbaik untuk mencari latar belakang dari perempuan ini, tapi ada saja orang yang bisa melangkahi satu langkah di depan kami.


Orang ini selalu berhasil memanipulasi data pribadinya, entah itu Ovin ini sendiri atau orang lain, kami masih belum bisa mencapai tingkatan untuk melacak orang ini."-


Penjelasannya itu pun sukses membuat Bella benar-benar yakin, kalau ada sesuatu pada Ovin yang serba menciptakan kejutan.


"Padahal aku sudah memberikan kalian banyak waktu," gumam Bella, "Bagaimana sih, kalian bekerja?"


-"Maaf Nona. Lalu.. Masalah sekolah lamanya, dia sering melakukan hal yang sama."- imbuhnya.


"Melakukan hal sama? Apa maksudnya itu? " langsung menyodorkam gelas ke pelayannya dan segera bangkit dari bangku santai nya.


-"Di tiap pelajaran biasa, soal nilai...Ovin selalu membuat nilainya separuh, tapi jika di ujian asli, rata-rata dia mendapatkan nilai sempurna, mungkin saja itu hanyalah sebuah trik,"-


"Eh...dia licik juga. Apa cuma segitu?" seringaian licik tersungging di bibir merahnya, sembari berjalan menuju balkon kamarnya.


-"Ah...i..iya, aku masih belum mendapatkan informasi lebih jauh, tapi saya akan berusaha dalam waktu dekat, anda punya segudang informasi,"- jawabnya cepat, ketika jari-jari tangannya mengetik keyboard dengan cepat, dan sesekali menekan tombol mouse.


"Tidak apa, usahakan selanjutnya dapatkan info lebih banyak dari ini. Tapi jangan sampai mulur juga, aku tidak mau tahu, sesuai yang kau katakan tadi, kau harus segera menemukan semua informasi mengenai perempuan itu!" perintahnya, lalu segera menutup telfonnya.


Sesaat Bella pun terdiam sambil berpikir, 'Di balik wajah polosnya, dia memang licik. Apa dia memang sepintar itu? Bisa mengungguli nilaiku?' pikirnya.

__ADS_1


____________________


Di kediaman Abelson.


"Kau mau pergi kemana?" tanya Ethan, dia mencoba menyamai langkah kaki Ovin yang pergi masuk ke dalam garasi.


"Aku ingin jalan-jalan," jawabnya dengan singkat, mengambil kunci salah satu mobil di garasi.


"Tapi Ovin, jika kau sekarang pergi, ada kemungkinan Franz akan menemukanmu.


Beberapa hari ini dia terus meretas CCTV di kota, dia sedang mencoba terus untuk menemukanmu.


Jika kau ketahuan, sia-sia saja kau selama ini bersembunyi," ucap Ethan, dia mencoba untuk memberikan peringatan kepada Ovin.


Tapi dari raut wajah keponakannya itu, tampak kalau Ovin tidak akan menghiraukan perkataannya.


"Yah, lagi pula bukannya sudah ketahuan?" tatap Ovin terhadap paman pertama nya itu, sambil menunjuk pada sebuah alat pelacak yang begitu kecil, terletak di bawah plat nomor yang ada di belakang mobil milik Ethan persis.


"Apa? Aku kenapa tidak menyadarinya?" panik Ethan, langsung mengambil alat pelacak bentuk kepingan koin seratus dan berbentuk pipih juga. "Jangan-jangan Franz, waktu itu-"


"Dan soal operasi mata yang paman katakan waktu itu, aku sebenarnya ingin. Tapi aku masih memerlukan waktu untuk mempersiapkan hatiku. Hanya saja, apakah sudah ada pendonor?" imbuh Ovin, tiba-tiba mengalihkan percakapannya.


"Aku hanya menawarimu, tapi aku akan berusaha untuk mencari pendonor mata untukmu. Aku akan mengusahakannya, tapi yang penting jika bosan, bukannya kita bisa pergi bersama-sama?"


Ovin menggelengkan kepalanya, tidak mau. "Aku ingin sendirian, kapan-kapan saja ya paman?" senyum Ovin dengan ketulusan hati yang di buat dengan sedikit keterpaksaan.


"Tapi Ovin, ka-"


BRRMM...


BRRMM...


Belum juga menasehati keponakannya itu, Ovin sudah menancap gas mobilnya sendiri, dan akhirnya sudah pergi begitu saja, tanpa meninggalkan pesan apapun.


"Ovin, sebenarnya apa sih yang kau pikirkan?" frustasi Ethan, seraya menggenggam erat alat pelacak itu, kemudian dia pun melempar dengan kasar, sampai akhirnya rusak. "Padahal sampai beberapa hari yang lalu, di nangis parah, tapi sekarang? Apakah aku saat muda dulu, aku suka seperti itu juga?"

__ADS_1


Hanya dengan memikirkan baj*ngan Franz, Ethan pun jadi langsung marah, dan akibatnya, dia tidak bisa menahan tenaga yang dia keluarkan untuk melempar alat pelacak itu.


Namun, ketika Ethan melemparkan alat pelacak itu tepat ke arah pintu garasi, tiba-tiba saja Kelvin muncul dengan mobil mini, dan akhirnya benda itu pun langsung kena kepalanya Kelvin.


"Akhhw...!" mengaduh kesakitan. "E-ehh~"


Gara-gara Kelvin sedang mencoba masuk ke garasi yang lantainya lebih tinggi dari lantai luar garasi, mobilnya pun mundur dan oleng.


BRUK ...


Kecelakaan tunggal pun terjadi.


"Ayah! Aku kecelakaan!" teriak Kelvin dengan posisi tubuh sudah jatuh tersungkur ke lantai.


"Ups..!" Ethan pun segera berlari menghampiri Kelvin. "Kelvin, apa ada yang terluka?" buru-buru menolong anaknya untuk duduk sebentar sambil bersandar ke tangannya, dan memperhatikan semua tubuh Kelvin.


Dari situlah, dia pun melihat ada darah di sikunya Kelvin.


"A-ayah, ta-tanganku berdarah, i-ini bagaimana? B-ba-" belum juga selesai bicara, wajah Kelvin yang sudah berubah jadi pucat, akhirnya langsung pingsan di tempat.


Ethan sesaat terkejut, karena Kelvin pingsan.


Tapi mengingat ada satu orang yang sama-sama punya ketakutan yang sama dengan Kelvin, Ethan pun mencoba untuk berpikiran tenang.


"Kelvin, kenapa kau sama seperti Ibu mu sih? Takut darah?" gumam Ethan, merasa bersalah sendiri, karena melihat anaknya malah pingsan, di saat sedang bermain sendirian, dan itu gara-gara diri Ethan yang ceroboh.


"Hmm? Kecelakaan tunggal macam apa ini?" tanya Chade, dia baru saja keluar dari semak-semak, karena mencoba menangkap tikus yang baru saja kabur, tapi secara tidak sengaja, melihat Ethan sudah menggendong tubuh Kelvin. "Lalu kenapa ada mobil yang hilang? Apa Ovin pergi?"


"Ya, dia pergi karena bosan."


"Apa?! Bagaimana jika si ba*ngan bau kencur itu menemukan gadis kita?! Apa kau tahu kemana perginya?!" sebab Chade sangat khawatir, dia pun mencoba untuk menyusul Ovin pergi.


"Dia langsung kabur, jadi aku tidak tahu," jawab Ethan.


"Ahhh! Anak itu, awas saja kalau Franz itu bertemu dengan Ovin, aku akan mencabik-cabik mulutnya, dan memasukkan tikus ini kedalam mulutnya yang kebetulan beracun itu," ancam Chade dengan wajah bengis sambil memperlihatkan tikus yang berhasil dia tangkap.

__ADS_1


__ADS_2