Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
73 : PUM : Kemarahan yang terlampiaskan


__ADS_3

Tok.....Tok.....Tok......


" Ibumu memintamu turun " ucap Ovin pada Franz yang masih ada berada di dalam kamar.


" Bilang aku sudah makan, jadi jangan menggangguku lagi " Ketus Franz.


"....................." Tidak bisa membantah, Ovin turun kembali.


Dia mengerti perasaan itu, perasaan marah karena ibunya lebih menyayanginya dibanding dia.


" Dia punya banyak alasan, kalau begitu kita saja yang makan ini sampai habis. " Kata Ibunya Franz.


Nyona Jean, dia adalah ibu dari 3 orang anak dan salah satunya ialah Franz Herden. Sebenarnya dirinya sudah mengenal Ny.Jean dari 3 tahun lalu namun ianya jarang bertemu dengannya, tetapi dari kian pertemuan, pertemuannya di rumah sakit Ny.Jean menyebutkan ingin meminang dirinya (Ovin) sebagai menantu untuk anaknya yang kedua yaitu Franz dan anak ini terkenal nakal sebab sering mengabaikan perintahnya sebagai seorang ibu. Franz cenderung lebih penurut pada sang ayah ayah yaitu Tn.Nikos.


Tapi sayangnya beberapa hari setelah kecelakaan angka persentase hidupnya Tn.Nikos semakin menurun, maka dari itu Tn.Nikos pun menyetujui usulan Istrinya untuk menikahkan anaknya dengan Oktavin, hanya saja siapa sangka permohonan kedua orang itu benar-benar memaksa diri Ovin untuk mengatakan iya. Lalu setelah Ovin mengatakan iya, dia di seret keluar secepatnya untuk melakukan persiapan.


4 jam berikutnya entah apapun itu, Ovin sudah dipersiapkan dengan gaun pengantin dan matanya di tutup lalu di bawa ke tempat yang sama lagi yaitu kamar VIP rumah sakit yang di tinggili Nyonya dan Tuan.


' Mereka juga seperti menjebakku, dan Franz juga sama dijebak.'


Walaupun kabar kematian Tn.Nikos ada benarnya, tapi semua takdir akhirnya sudah tertulis juga.


Awalnya memang ragu, namun siapa sangka kalau pernikahannya itu adalah seseorang yang wajahnya benar-benar dapat ia lihat.


Terakhir kali yang di ingat adalah dulu saat menabraknya ketika di taman dan karena itu sekarang dirinya bisa menghilangkan ketegangan jika bisa melihat orang ini sekalipun jarang dan hanya bisa melihatnya dari jauh.


" Oh iya.....ujian juga sudah selesai, kalian butuh liburan juga. Kebetulan ibu baru beli jet pribadi, ibu berikan padamu saja ya? " Kata Ny.Jean dengan wajah berharap.


" Uhukk....uhuk...uhuk... " Ovin yang sedang minum pun dibuat terkejut dan dubuat tersedak oleh minuman yang diminumnya sendiri. ' Jet! Maksudnya pesawat pribadi itu?' pikirnya. " Kenapa bukan untuk dia? "


Menunjuk ke belakang atau lebih tepatnya ke atas di lantai dua, Franz juga pasti mendengarnya jika pendengarannya tidak bermasalah. Dan kalau Franz benar-benar tahu kalau Ny. Jean ini memberikannya jet, mengamuk sudah Franz nanti.


" Alah....dia sudah banyak mobil, ibu juga tahu dia tidak memberikan salah satu mobilnya untukmu apa lagi meminjamkannya, jadi sekarang kamulah yang punya pesawat pribadi itu. Jangan sungkan...ayo makan-makan " Ny.Jean meletakkan beberapa udang, daging ke atas piring Ovin dan membujuknya untuk makan serta menghiraukan orang yang sedang memberikan tatapan tidak suka.


' A..apa aku baru memenangkan lotre?' Ovin menangis senang dalam hati sambil mengupas kulit udang dan melahapnya.


Sekiranya sudah jam 9 malam, Ny.Jean berkata kalau ia akan menginap untuk semalam.


Maka dari itu, ada satu kekesalan terbesit di dalam hati.


" Kenapa kalian pisah ranjang?" Tanya Ny.Jean pada dua anak yang sedang ia interogasi.

__ADS_1


" Kita berdua masih remaja, jadi suka hati kita mau sera- " Jawab Franz dengan cepat dan penuh dengan alasan.


" Bukan itu masalahnya, masalahnya kalian berdua sudah menikah masa tidur di kamar terpisah ?! Ganti! Ibu ingin melihat kalian berdua mulai sekarang tidur di kamar yang sama. Seperti waktu itu, setidaknya jika Ibu menginap disini, maka kalian harus tidur bersama. " perintah Ny.Jean pada kedua anak itu.


Ovin dan Franz sama-sama melirik satu sama lain.


" Cepat masuk." perintahnya lagi.


" Tapi itu kamarnya dia. " protes Franz, tidak mau tidur di kamar yang bukan miliknya. Padahal udah beberapa kali tidur disana.


" Kamarnya kamu atau bukan cepat masuk. " sambil menatap dengan tatapan tajam serta aura membunuh yang kuat akan kemarahan dari seorang ibu, Ny.Jean mendorong paksa masuk ke dua anak muda ini ke dalam kamar Ovin.


CKLEKK.........( Suara kunci dari luar )


" Ibu! Ibu tega ya?! Anak ibu sebenarnya aku atau dia sih? " menggedor-gedor pintu dengan keras namun pada akhirnya tidak di gubris oleh ibunya jadi di akhir tindakannya adalah menendang pintu itu sendiri. " Ini karena kamu yang datang ke kehidupanku, semuanya lebih memilihmu ketimbang aku! Lalu soal Jet, akh dengar semuanya, padahal aku sudah dari lama ingin memiliki itu tapi kau merebutnya juga dariku." Tegas Franz.


" Salahmu arogan dan nakal. Kalau mau jet, aku bisa memberikanmu itu. Aku tidak butuh jet juga, jadi jet dari Ibumu bisa jadi milikmu. " jawab Ovin sambil mengendikkan kedua bahunya, dan melangkahkan kakinya naik ke atas kasur lalu menarik selimut.


'Kenapa dia tidur di kasur!' Franz cepat-cepat naik ke kasur juga lalu mengusir Ovin dengan mendorongnya hingga jatuh..


JDUGG........


" Aww........... " meringis sakit sebab kepalanya menghantuk pinggir meja, jadi ia sengaja masih berbaring untuk menahanakan rasa sakit yang hendak mereda itu.


" Tapi ini rumahku. " Franz merebut balik selimutnya.


" Rumahmu juga rumahku. " tarik lagi.


"..............." Tiba-tiba Franz menarik selimutnya lagi seutuhnya dan melempar ke lantai. Sambil berbisik tepat di telinga Ovin, " Sebaiknya jangan pernah memprovokasi pria saat di kamar yang sama apa lagi di atas ranjang seperti ini."


"Memangnya kenapa? Aku bersedia juga, jika kau menginginkannya." Balas Ovin sambil mendelik tajam Franz yang masih tersulut emosi itu.


Ovin mendoring tubuh Franz dan membuat laki-laki ini terbaring di bawahnya persis.


Dua tatapan mata yang sama-sama dalam tahanan emosi membuat mereka berdua tidak bergerak sama sekali.


"Kau pikir aku tidak tahu ya?"


"Tahu tentang apa?" Tanya Franz cukup penasaran dengan apa yang di maksud oleh Ovin ini.


"Di ponselmu, aku tahu kau pasti menyimpan beberapa Video tentang itu, dan kau mempraktekannya di dalam kamar mandi kan?" Meskipun Ovin mengatakan itu, tapi raut wajahnya tidak berubah sama sekali dari ekspresi datarnya.

__ADS_1


"Apa?!" Franz mengerutkan keningnya. Bagaimana Ovin bisa tahu, padahal tidak pernah sekalipun mengambil handphone nya, dan apalagi mendengar mempraktekkannya di dalam kamar mandi? 'Dari mana dia tahu itu?! Jangan-jangan di kamar mandiku ada kamera tersembunyi. Dia bisa masuk kedalam kamraku saja sudah cukup membuatku terkejut, ini lagi, tahu aku sedang apa di dalam kamar mandi, berarti dia ini benar-benar sudah tidak bisa aku biarkan begitu saja.'


"Apa? Jika mau aku bisa membuatmu praktek denganku langsung." Tekan Ovin, melihat pria di depannya itu benar-benar berekspresi bagus seperti harapan, kebingungan dan sudah mulai kembali di sulut emosi yang lebih.


"Pergi!" Teriak Franz sambil mendorong keras Ovin dari atasnya, karena dia benar-benar merasa di permainkan oleh perempuan di depannya ini.


BRUK...


Ovin hampir saja terjatuh terjungkal ke belakang dari atas tempat tidur, tapi tidak jadi.


"Turun dari tempat tidur ini." Tekan Franz, lagi-lagi dia tidak bisa mengendalikan emosinya sekaligus kehilangan kata-katanya karena apa yang dikataan oleh Ovin tadi, sungguh tidak bisa Franz sangkal detik itu juga, karena dalam beberapa waktu ini, jujur saja Franz memang selalu saja seperti terus-terusan di kelilingi oleh suara, tubuh dan aroma Ovin.


Dan saat ini?


Mereka berdua kembali ada didalam kamar yang sama, padahal dua hari yang lalu saja sudah diberikan peringatan agar tidak dekat-dekat dengannya.


'Tapi apa ini? Dia sungguh perempuan yang menakutkan. Dia benar-benar punya pikiran untuk melakukannya denganku? AKu tetap tidak akan, tidak akan pernah!' Teriak Franz seraya mengambil selimut yang tadi dia lempar lalu langsung menutup tubuhnya dengan selimut itu.


Sedangkan Ovin hanya melihat tingkah suami di depannya itu sungguh lucu, karena tidak tahu harus apa sebab godaan yang Franz berikan justru Ovin di lempar balik untuk Franz lagi.


Franz yang masih kekanakan itu pun jadi salah tingkah lagi. Dan itu cukup menjadi pemandangan antara sakit dan menyenangkan untuk Ovin, karena rupanya Franz sungguh merasa di bandingkan dengan dirinya hanya karena kasih sayang?


'Padahal Ibumu menyayangimu. Tapi dalam bentuk lain, kenapa kau selalu saja marah karena itu?' Benak hati Ovin, Dia pun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan, sambil memijat pangkal hidungnya, karena rasa pusing itu memang masih ada di tempatnya.


Ovin beranjak dari tempat tidur, mengambil obat yang tersimpan di laci, dia pun pergi untuk mengambil air dan memakan obat.


Setelah minum obat, ovin pergi ke dalam kamar mandi sampai dari dalam situ, tiba-tiba saja ada suara keras muncul.


BUKHH...


'Suara apa itu?' Franz yang masih dalam mode mara-mara ngambek, dibuat sedikit terkejut dari dalam kamar mandi sana.


KLEK..


Ovin pun akhirnya bisa keluar dengan perasaan yang sedikit senang, sebab ada sesuatu yang berhasil dilampiaskan.


Namun apa itu?


*


*

__ADS_1


*


Cermin yang terpajang di dinding di atas wastafle persis, sudah benar-benar retak semua.


__ADS_2