Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
PUM : Cemburu


__ADS_3

BRAKK.......


Tepat di belakangnya, seseorang langsung mendorong pintu itu sebelum Ovin sendiri yang menutup pintu dengan perlahan.


Bagaimanapun, saat Ovin menoleh samping kiri, terlihat ada satu tangan terpampang di depan matanya sedang menutup jalan keluar miliknya, dan tangan itu miliknya Franz.


"Apakah rasanya enak?" tanya Franz dengan sorotan mata tajamnya dan suara yang begitu rendah penuh dengan penekanan.


"Apanya yang enak?" ketika Ovin hendak pergi ke sebelah sisi kanannya, di masa yang sama pula, tangan kiri dari pria ini di angkat dan langsung saja membuat Ovin terperangkap dalam penjara dari tubuhnya Franz ini.


Ovin yang akhirnya bisa keluar dari siksa dari rasanya sesak nafas karena mimpi buruknya, malah harus kembali terikat dengan ikatan dari emosi milik laki-laki yang ada di depannya ini.


"Jangan pura-pura tidak tahu!" ketus Franz di saat itu juga. "'Katakan, apa rasanya enak?"


Yang ditanya pun makin bingung maksud ucapan orang ini karena tidak jelas sama sekali, namun karena otaknya tidak kehilangan akal untuk melepas diri dari kondisi terpojok nya itu, Ovin mulai sedikit merendahkan tubuhnya dan berjalan ke samping.


BRAK...

__ADS_1


" Siapa yang menyuruhmu pergi?!" katanya lagi, di saat itu pula Franz ikut sedikit berjongkok, menyesuaikan tinggi perempuan ini, sebab perempuan ini hampir saja kabur dari pandangannya.


'Sebenarnya anak ini kenapa sih? Tadi tiba-tiba datang dan terlihat khawatir, tapi sekarang dia malah terlihat marah.' lain kata lain pikiran, itulah yang bisa Ovin ungkapkan untuk situasinya saat ini.


Karena posisi dari mereka berdua, Ovin pun secara tak sadar, iris matanya menatap bibir Franz itu. Bibir yang entah berapa kali orang itu gunakan untuk mencium perempuan lain?


"Dimana dia menyentuhmu?. " Entah rasa apa yang muncul di dalam tubuhnya, hatinya terasa mulai berkecamuk tiap kali melihat pria bernama Chade itu dekat dengan si mata empat.


Tentu saja Franz kali ini entah kenapa tiba-tiba saja di tengah jalan harus teringat kembali dengan momen yang terjadi tadi siang, dimana Chade berduaan dengan Ovin, tepat di dalam kolam renang.


"Apakah dia menyentuhmu disini?" jari jempolnya menyentuh pipinya Ovin yang masih lembab karena basah.


Kemudian jarinya Franz yang tadinya berada di pipi, perlahan berpindah dari pipi menuju bibir.


"Atau disini?" Franz sangat mengingatnya, kalau perempuan yang saat ini ada di depannya bermesraan di dalam kolam dan apatah lagi berciuman.


Setidaknya itulah yang ia lihat dari tempat ia berdiri, yaitu melihat Ovin dan Chade yang nampak berciuman di depan umum, tepat ketika mereka berdua ada di kolam.

__ADS_1


"Apa rasanya nikmat?" tanyanya lagi.


Meski tatapannya Franz kini terlihat datar, tapi sorotan matanya yang hanya terpaku pada apa yang sedang disentuhnya membuktikan bahwa dirinya itu sedang cemburu.


"Apa ini perasaan cemburumu?" sela Ovin dengan cepat dengan nada lemah, sembari tangannya menghentikan belaian jempol tangan kanan Franz yang sedang menyentuh bibirnya Ovin sendiri. 'Jika Franz sampai bertanya seperti ini, dan mengatakan aku punya hubungan dengan Chade belum lama ini, berarti dia ini memang melihatku yang ada di kolam renang bersama dengan pamanku? Pantas saja paman Chade tiba-tiba terus dekat-dekat denganku saat dia tiba-tiba masuk kedalam kolam denganku.' pikir Ovin, sampai perasaan menyentuh tangan hangat milik Franz, sangat begitu sampai ke hati.


"...! " Franz segera membelalakkan matanya dan menjawab. "Apa?! Cemburu?. " sadar yang sedang diperbuatnya tadi, buru-buru Franz melepaskan tangannya dari genggamannya Ovin dan secepatnya untuk berdiri. "Aku mana mungkin cemburu. Aku hanya memberimu peringatan, kalau Ibu bisa saja mengawasi kita, tapi kau seenaknya pergi dan berduaan dengan pria lain di belakangku. Bukannya kau sedang membuat perkara?" terus terang Franz.


'Padahal sudah terlihat jelas dari tindakannya itu.' menatapnya dengan begitu datarnya, mendengar sangkalan Franz yang sangat klise.


Bagaimana tidak klise? Cara menyangkal ucapannya saja seperti novel yang pernah dibacanya.


"Dan, aku cuma-" Franz menunduk seraya tangannya mencengkram wajah polosnya Ovin itu dan menatapnya dengan sangat intens. " Tidak mau melihat atau mendengar, kau dekat dengan pria lain, jika kau mengerti statusmu harusnya kau tahu.


Kau menikmati berada di satu atap denganku, sudah menyingkirkan status lajangku, dan menjilat orang tuaku demi berada disisiku, jadi harusnya kau tidak usah menggoda mantan pacarmu karena sekarang statusmu sekarang ini juga sudah berubah. Dan si Chade, jauhi dia." jelas Franz panjang lebar.


"Aku tidak pernah menjilat pada orang lain maupun orang tua mu dan kenapa aku harus menjauhinya? Dia hanya menjagaku." jawab Ovin, dia berusaha keras melepaskan cengkraman wajahnya yang di cengkram Franz agak sedikit kuat itu dan berhasil.

__ADS_1


"Menjaga apa, padahal kau bisa menjaga diri sendiri, kenapa pakai bantuan dari orang lain segala? Kau pasti sedang mencoba untuk menarik perhatian orang lain, ya kan?" Papar Franz, membuat emosi mereka berdua jadi sama-sama naik.


__ADS_2