
30 menit kemudian.
Sean yang penasaran akan Ovin yang sedang berjalan bersua dengan seorang pria di malam hari menjadi daya tarik tersendiri baginya. Sean sendiri berpikir kalau ini bisa jadi bahan topik pembicaraan buatnya bersama temanya yaitu Franz besok disekolah, lepas satu hari tuan muda itu tidak masuk sekolah alias membolos dan meskipun sudah menghubunginya tetap tidak ada balasan, ok...sekarang ada balasan tapi
'Lambat sekali anak ini membalas pesanku.' Batin Sean melihat ada satu pesan yang berasal dari Tuan muda Franz. Tapi sayangnya Sean tetap tidak puas hati karena Sean kirim pesan kapan tapi di balas kapan.
Karena perasaan ingin membagi ceritanya tidak bisa si tahankan akhirnya Sean saling kirim pesan dengan Franz lagi.
" Dia makan malam di restoran mewah, apa ini yang namanya kencan? " Efek jones Sean yang membuat Sean sempat mengikutinya dan menemukan mobil sport biru yang kemarin sempat dilihatnya itu membawa kedua orang ini ke tempat restoran.
Dari tepi jalan tentu jelas terlihat Ovin dan pria asing itu sedang bercengkrama serius dari balik kaca restoran, dan bahkan saling menyuapi?!
'Ha?! Mata empat ternyata diam-diam menghanyutkan! Jangan-jangan laki-laki itu adalah pacarnya?' Teriak Sean di dalam hatinya. 'Tapi laki-laki itu jelas sudah seperti anak kuliahan!' Bertambah melayanglah imajinasi Sean terhadap dua orang di depan sana itu.
Menganggap kalau Ovin dan Chade benar-benar punya hubungan yang cukup serius.
'Pantas saja...aku terheran. Mereka bilang si mata empat berasal dari sekolah biasa yang ada di desa, mereka terus menjulukinya wanita miskin. Tapi yang jelas, aku melihat semua barang yang dia pakai, dari sepatu, jam tangan, tas, handphone, sampai pulpen yang dia pakai itu sebenarnya barang dari merek terkenal.
Itu adalah barang edisi terbatas yang hanya bisa di buat jika hanya di pesan saja. Walaupun terkenal, tapi sebenarnya tidak banyak orang yang mengetahui merek itu. Karena hanya segelintir orang saja yang tahu.
Tapi sangat jelas, semua barang yang dihasilkan adalah barang yang berkualitas tinggi. Karena itu, semua orang di sekolah tidak akan pernah menyadarinya, karena mereka tidak pernah tahu merk Aln itu merk apa, karena Aln adalah merk dari perusahan pelopor yang memonopoli perdagangan dunia bisnis, yaitu Abelson.
Jadi.....apakah dia mendapatkan semua barang bermerk itu dari laki-laki itu?' Pikir Sean dengan keras.
Sean pun terus mengamati mereka berdua dari restoran cepat saji.
__ADS_1
'Dia...pintar juga ya? Mendapatkan laki-laki kaya.' Batin Sean lagi.
___________________
Pukul 21:00 malam
Satu orang yang sedang asyik menonton tv ini tidak lain adalah Franz.
Selepas mendinginkan tubuhnya itu dari segala ancaman yang diakukan oleh saudara kecilnya, akhirnya dia bisa duduk santai. Dia duduk disofa dengan kaki di letakkan di atas meja, dan arah tatapannya itu ke ponselnya.
Televisi itu sebagai dalih untuk mencairkan suasana yang sunyi.
" Kenapa anak ini kirim pesan terus?" Gumam Fraz, jari jempulnya terus men scroll isi dari pean yang dibuat Sean kepadanya dari tadi. " Apa dia sedang menguntit orang? " Imbuhnya lagi, saat dia melihat Sean ternyata sedang ada direstoran cepat saji, dan kebetulan hasil jepretannya menampakkan satu mobil berwarna biru metalik, terparkir di restoran seberang. 'Mata empat siapa sih?'
-Siapa yang kamu maksud? Lebih baik jangan menggangguku.- Mengetik pesan untuk dikirimkan ke Sean.
CKELEKK.........
Sosok perempuan yang sangat dikenalinya baru saja pulang dari acara kencan malam?
Dia baru saja mendapatkan satu foto terbaru, dimana di dalam foto itu terpampang dengan jelas, seorang perempuan dan laki-laki duduk bersama saling berhhadapan di dalam restoran dan saling menyuapi makanan.
Franz mencoba memikirkan siapa ?
Pria yang baru saja di kencani Ovin?
__ADS_1
Istrinya itu berkencan dengan laki-laki lain, di belakangnya?
"............" Franz langsung memejamkan matanya, agar tidak terpengaruh akan foto yang terlihat mesra itu. 'Mau dia kencan dan jalan berdua dengan siapa, aku tidak peduli.'
Ok...pikirannya memang mengatakan itu secara gamblang pada dirinya sendiri. Tapi hatinya itu!
'Hahh! Ada apa ini? Kenapa hatiku merasa marah dengan melihat perempuan ini berkencan dengan laki-laki lain? Kan aku tidak menyukainya. Dia saja jelek seperti itu, kenapa aku jadi merasa cemburu sih?! Harusnya itu kabar bagus, jika dia sudah punya laki-laki lain, dengan begitu dia pasti akan menceraikanku.' Pikir Franz terhadap hati dan pikirannya yang tiba-tiba saja kacau karena foto yang diberikan dari Sean itu. " Baru pulang? " tanya Franz? 'Hei..kenapa mulutkku jadi bertanya kepada perempuan itu? Jelas dia pulang karena dia harus tinggal disini!' racau Franz.
" Iya. " Jawab Ovin sambil berjalan ke dapur untuk mengambil air es.
" Apa itu kencan dengan seseorang? " Franz seketika melempar ponselnya dengan kasar ke atas sofa di sebelahnya, dan mengernyitkan matanya sambil berpikir, 'Mulutku ini kenapa?! Kalau sudah seperti ini, dia jelas menganggapku menyelidiki dia kemana dan pergi kemana juga dengan siapa kan? Hahh~'
' Apa dia sedang menyelidiki ku?' Detik hati Ovin, mulai mencurigai Franz yang tahu dirinya pergi dengan seseorang, tapi juga bukan kencan pula. " Dari mana kamu tahu? " tanyanya, mencoba menyelidiki dari maan Franz tahu? 'Apakah karena yang tadi sore itu? AKu lihat, ada riwayat telepon dari paman yang di angkat, padahal jelas-jelas aku tidak mengangkat telepon.' selidik Ovin.
" Jadi, kamu punya pacar tapi malah me-. Ahhhh......sudahlah.. " Franz langsung mematikan televisi dan hendak balik masuk ke kamar. Dia sudah frustasi dengan akal sehatnya yang ingin menginterogasi Istrinya itu?
Persetan dengan Istri, mulutnya sedang tidak bisa Franz kendalikan untuk mengatakan hal lain.
'Dia mau berkata aku punya pacar tapi malah menikah dengan dia?' Terka Ovin akan kelanjutan dari kalimat Franz yang menggantung itu. " Bagian mananya aku bilang punya pacar? "
" Kamu bertemu dengan seseorang kan? Dan itu pasti pria. Padahal sudah menikah tapi malah keliaran dengan pria lain." protes Franz, dan pada akhirnya mengatakan apa yang terlintas dipikirannya. 'Sudahlah, dia mau berpikiran apa. Mulutku tidak bisa aku kendalikan untuk tidak bertanya.'
" Aku kira kita tidak saling peduli, apa sekarang itu peringatan dari sebuah kecemburuan?" Sindir Ovin secara terang-terangan. Dan sebenarnya di dalam hatinya dia sedikit senang, karena Franz yang dua bulan ini selalu mengabaikannya, untuk malam ini laki-laki itu akhirnya menanyakan sesuatu padanya yang pantas di tanyakan, sebab itulah tugas dari suami yang harus tahu kemana dan dengan siapa Istrinya pergi?
Ovin sejujurnya meraskan hatinya yang menggelitik itu, sebab tingkah Franz yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Langkahnya terhenti namun tidak membuat Franz untuk menoleh ke belakang. " Sudahlah, jangan katakan apapun lagi. Setelah ini aku tidak akan bertanya apapun tentang kamu mau berbuat apa itu terserah, yang penting jangan melibatkanku ke dalam urusanmu. " setelah itu Franz pergi menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
'Apa dia sedang sensi?' Ovin mengendikan bahunya, lalu satu persatu lampu rumah menjadi redup, lepas dirinya masuk ke kamar.