Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
28 : PUM : Perasaan


__ADS_3

Keterdiaman diantara mereka berdua menghasilkan suasana aneh yang di sadari oleh Ovin sendiri.


Meskipun begitu, Ovin tetap akan menunggu apa yang akan dikatakan oleh murid baru ini, yang mengaku sebagai Jerry?


Ovin sedikit mendongak ke atas untuk menatap wajah dari laki-laki ini.


Mau seberapa keras Ovin mencoba untuk memperhatikannya, sayangnya dia tetap tidak bisa melihat ekspresi wajah seperti apakah yang sedang Jerry buat itu.


Benar....


Karena penyakit anehnya itu, dia benar-benar tidak bisa melihat kesenangan yang bisa di raskan oleh kebanyakan perempuan.


Disaat mereka merasa bahagia, dan merasa senang ketika mereka bisa melihat wajah semua laki-laki tampan yang pastinya banyak mereka temui, maka tidak dengan dirinya.


Dia tidak bisa menikmati apa yang bisa di nikmati oleh mereka. Karena itu, bisa menjadikan Franz, salah satu dari dua orang yang wajahnya mampu Ovin lihat, adalah salah satu keberuntungannya. Apalagi mengingat laki-laki itu sudah menjadi suaminya, maka dia pun bisa menikmati wajahnya Franz yang kebetulan tampan itu.


Sekalipun Franz tetap bersikukuh tidak senang dengan hubungan yang sudah terjalin dengannya, Ovin tetap tidak mempermasalahkannya.


Sebab...


Franz sebenarnya punya hutang besar pada dirinya.


Karena itu, Ovin akan tetap mempertahankan apa yang sudah dia dapatkan itu.


Tetapi kembali ke satu orang yang ada di depannya itu.


Jerry.


Setelah laki-laki ini mengatakan dirinya sebagai Jerry, yang masuk dalam kelompuk dari unit Kelinci hitam, maka semua ingatan yang dimiliki Ovin langsung terkumpul semua.


'Jerry ya? Berarti orang yang waktu itu aku selamatkan?' Pikir Ovin. Dia tidak bisa mengalihkan tatapannya kepada Jerry, sebab dia sendiri tidak dapat melihat seperti apakah wajah yang dimiliki Jerry ini, maka dari itu, Ovin pun tidak bisa membuat ekspresi apapun saat itu juga.


Namun tidak seperti apa yang sedang Ovin ekspresikan, Jerry justru saat ini sedang menatap Ovin dengan tatapan sendu, dimana bibirnya pun menyunggingkan senyuman lembut.


Karena apa, itu adalah dikarenakan perempuan yang selama ini dia sukai akhirnya ada di depannya.


Dan menatap wajahnya?


Itu justru terlihat seperti Ovin sedang menunggu-nunggu apa yang akan dikatakannya. Bahwa, "Ovin, aku....menyukaimu."

__ADS_1


WUSHHH......


Jendela koridor yang kebetulan di buka itu, tiba-tiba memasukkan angin lembut. Membuat dua orang yang sedang berdiri saling berhadapan itu, akhirnya mendapatkan dua perasaan itu, yaitu dingin dan juga kehangatan.


Dimana kehangatan yang sempat terbawa angin tadi, seperti sebuah hadiah kecil yang disembunyikan oleh tuhan, kalau ternyata ada ada juga laki-laki yang menyukai dirinnya?


"......................" Ovin sepintas terdiam untuk mencerna semua ucapan yang barusan Jerry katakan, bahwa laki-laki di depannya itu baru saja menyatakan perasaannya? 'Dia menyukaiku?'


Walaupun yang sangat di sayangkan adalah, dirinya tidak mampu melihat apa yang sedang Jerry ekspresikan itu, tapi Ovin sudah tahu.


Dia sudah tahu bahwa perasaan yang baru saja di ungkapkan oleh Jerry ini benar-benar tulus.


Tapi sayangnya....


"Kenapa kamu menyukaiku?" Hanya satu itu saja yang tiba-tiba terlintas di dalam pikirannya.


Padahal ketika semua orang membencinya, apalagi Franz, karena dirinya bukan tipe idealnya, tapi kenapa laki-laki yang ada di depannya ini menyukai dirinya?


Kelopak matanya terkulai, lalu berkata lagi : "Padahal kamu tahu sendiri apa kekuranganku, kenapa malah menyukaiku?" Imbuh Ovin lagi.


"Apakah menyukai seseorang haruslah orang yang sempurna juga? Kamu benar-benar masih polos ya?" Sekalipun Jerry mengatakan seperti sedang menyindir Ovin, karean punya pikiran yang dangkal, tapi sejujurnya Jerry sangat senang dengan kesederhanaan dan kepolosan yang dimiliki oleh perempuan ini. "Bukankah jika ada satu orang memiliki kekurangan, maka pastinya ada satu orang lagi yang datang untuk menutupi kekurangan itu?" Timpal Jerry.


Lalu apa alasan di balik dirinya bisa menyukai perempuan ini?


Di balik penampilannya yang terlihat sederhana ini, sebenarnya tersembunyi satu hal yang tidak bisa di perlihatkan kepada orang lain, tapi Jerry sendiri sudah mengetahuinya rahasia yang disembunyikan perempuan ini.


Walaupun satu masalah yang dia ketahui tentang Ovin, yaitu Ovin memiliki penyakit yang membuatnya tidak bisa melihat seperti apa wajah lawan bicaranya, lebih tepatnya khusus untuk laki-laki saja, tapi yang namanya hati tetap tidak bisa di bohongi.


'Aku memang jarang bertemu dan berbicara dengannya. Selama ini aku mencoba untuk memendamnya, karena aku pikir, lambat laun pasti rasa suka ini bisa menghilang. Tapi sayangnya setelah satu tahun berlalu pun, aku ternyata tidak bisa menghilangkan perasaan ini.


Yang ada, aku jadi semakin memikirkannya, apalagi setelah aku mengetahui alasan Ovin sangat jarang muncul di markas itu adalah karena kamu ternyata sudah mulai menjadi anggota pasif. Sampai tanpa pikir panjang, aku jadi mencoba mencarinya, dan ternyata alasan dari dia sudah tidak begitu aktif untuk melakukan misinya lagi adalah karena ingin jadi perempuan normal.


Cukup wajar sih, dia pasti ingin merasakan duna sekolah, maka dari itu, aku pun tanpa sadar jadi mengikutinya. Jika bukan karena hati, aku pasti tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini.' Pikir Jerry.


Jerry dan Ovin sebenarnya adalah anggota yang sama dari salah satu pasukan khusus. Tetapi karena mereka di tempatkan di kelompok yang berbeda, maka Jerry pun tidak bisa menemuinya secara langsung.


Seperti mengungkapkan perasannya yang baru saja dia lakukan tadi kepada orangnya langsung.


Sebenarnya mau di pikirkan dari sudut manapun, Jerry sadar kalau dirinya sudah seperti orang bodoh. Karena secara kebetulan dia saat ini menjadi anak pindahan. Dan secara tiba-tiba menembak pujaan hatinya?

__ADS_1


Kalau saja ada lubang tikus, maka Jerry sudah pasti akan masuk kedalamnya.


Tapi karena lawannya adalah Ovin. Perempuan yang sudah berhasil mencuri perhatiannya sejak kali awal dia bertemu dengannya, maka Jerry pun harus menahan perasaan malu itu.


Ya....


Jerry awalnya adalah anak dari korban kasus perdagangan manusia. Dia diculik dan dibuat untuk jadi pendonor, atau lebih tepatnya adalah penculikan yang bertujuan untuk mengambil organ dalamnya dan akan dijual di pasar gelap.


Tetapi, di hari terakhirnya kemungkinan bisa bernafas itu, ada organisasi rahasia yang mengungkapkan kasus perdagangan ini.


Dari lima orang yang datang itu, sekalipun semuanya menutup wajahnya namun suaranya jelas hanya ada satu perempuan diantara mereka berlima, dan perempuan itu adalah Ovin.


'Dialah orang yang melepaskan ikatanku dari meja operasi,' setidaknya itulah kisah singkat Jerry bertemu dengan Ovin.


Tapi apa yang terjaid setelah mengungkapkan perasannya kepada perempuan ini?


Jantungnya akhirnya dibuat berdebar kencang. 'Aneh...kan? Padahal dia tidak melakukan apapun kepadaku. Tapi jantungku ini benar-benar tidak bisa aku kontrol.' keluh Jerry.


"Tapi jerry...." Ovin sengaja menggantungkan kalimatnya, yang mana hal itu membuat Jerry semakin dilanda penasaran, apakah ungkapan perasaannya tadi di terima atau tidak?


"Ya?"


"Jika kamu berada di posisiku, kamu akan merasakan sendiri tersiksanya tidak bisa melihat wajah pasanganmu. Itulah alasannya kenapa aku lebih suka bersikap tidak saling kenal saja " Ucap Ovin terus terang.


Walaupun perkataannya memang sedikit menusuk dan sekaligus pedas, tapi jika tidak di katakan langsung kepada Jerry, maka hal itu sama saja dengan dirinya sebagai penjahat hati.


Selama beberapa waktu Jerry menatap Ovin, dan akhirnya Jerry menghela nafas pelan. Dia akhirnya tahu apa maksud dari apa yang barusan Ovin katakan tadi, bahwa perasaannya baru saja di tolak.


'ini memang menyakitkan. Tapi setidaknya setelah aku mengatakan perasaanku padanya secara langsung, bebanku terasa jadi menghilang setengahnya.' Benak hati Jerry.


Memang disayangkan, karena dirinya baru saja mendapatkan penolakan, tetapi Jerry akan tetap mencoba mengerti dengan keputusannya.


Jerry pun tersenyum simpul seraya menjawab, "Aku mengerti. Setidaknya aku berterima kasih bisa mendapatkan jawaban secepat ini. Tapi apakah aku masih bisa menjadi partner kerjamu? " Tanya Jerry memberi jalan untuk gadis yang sudah menolaknya, dengan berusaha berlapang dada dan menerima kenyataan yang ada.


Ovin melirik pada satu tangan yang tiba-tiba diulurkan ke arahnya. Tanpa basa-basi lagi, Ovin pun meraih tangan itu dan berjabat tangan.


"Ya." Jawab Ovin singkat.


Setelah berjabat tangan tanda sebagai pertemanan sekaligus kesepakatan bersama, Jerry dan Ovin pun berjalan dengan arah berlawanan.

__ADS_1


'Aku mengakui perasaanmu itu tulus padaku. Tapi sayangnya kamu terlambat. Maaf, karena aku sudah memiliki lebih dari sekedar sepasang kekasih biasa.' Batin Ovin. Dia terus berjalan pergi menuju ke kelasnya sambil melihat sebuah cincin pernikahan miliknya yang sengaja dia sembunyikan dengan dibuat bandul kalung.


Sedangkan Jerry, dia berjalan perlahan untuk menikmati setiap langkah yang dia ambil itu seraya berpikir : 'Apakah kamu menolakku karena sudah punya kekasih? Aku menang datang terlambat. Tapi bisa satu sekolah denganmu, bagiku, itu sudah lebih dari cukup agar aku bisa melihatmu terus.'


__ADS_2