Pernikahan Usia Muda

Pernikahan Usia Muda
142 : PUM : Rencana Milik Ovin


__ADS_3

Ovin hanya memandang jalanan dari pintu samping jendela dan sama halnya dengan Kelvin, ia juga sama-sama mengalihkan pandangannya ke tempat lain ketimbang menatap ke samping kanan yang ada Tuan muda manja nya.


Maka dari itu setelah perselisihan beberapa saat tadi, suasananya menjadi canggung.


Dan Chade yang tidak mau dalam situasi kacau itu di tambah dengan suasana hati yang semakin buruk karena tiga orang penumpangnya, Chade pun kembali angkat bicara.


"Ovin sayang, bagaimana kondisi jalan raya, kita sekarang harus keluar dari negara ini." Ucap Chade, meminta bantuan pada keponakannya itu agar terlihat lebih berguna di mata Franz yang terlihat sedang kesal sendir.


Ovin yang tiba-tiba saja di panggil dengan kata sayang di belakangnya, membuat Ovin langsung sadar dari lamunan sesaat nya.


"Di bawah kursimu." Mmberikan kode lagi kepada Ovin agar bisa bekerja.


'Apa yang mau dia ambil?' Diam-diam Franz mencuri-curi pandang Istrinya yang sedang membungkukkan tubuhnya ke bawah untuk mengambil sesuatu yang ada di bawah kursinya?


Franz tidak tahu apa itu, tapi beda lagi dengan Ovin yang sudah tahu apa yang ada di bawa kursinya itu.


Dan sebuah tas tipis berwarna hitam berhasil Ovin keluarkan dari bawah kursi yang dia duduki.


Tanpa perlu menunggu lama Ovin mengeluarkan laptop berwarna hitam.


"Berikan aku kacamatanya." Pinta Ovin kepada Franz, karena Franz lah yang menyimpan kacamata milik Ovin, sebab Ovin sama sekali tidak membawa tas ataupun punya saku di bajunya, sedangkan untuk sementara dia ingin menghentikan dulu untuk pemakaian kacamatanya.


"Nih." Franz yang masih di selimuti rasa marah tapi juga penasaran, membuat ekspresi wajah Franz di mata Chade terlihat unik.


Ovin pun memakai kacamatanya, dan setelah memakainya, Ovin membuka laptop nya.


Barulah, untuk pertama kalinya Ovin pun memainkan kesepuluh jarinya di atas di atas keyboard untuk mencari informasi yang di inginkan oleh Chade tepat di depan mata Franz.


"Bagaimana hasilnya? Kita harus kemana?" Tanya Chade lagi.


'Apa-apaan dengan gerakan jarinya yang sangat cepat itu.' Franz semakin penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Ovin di depannya persis.


Dengan ke sepuluh jarinya yang bergerak dengan cukup cepat, maka bola matanya pun sama-sama menganalisis data yang dia terima dengan cepat, bahkan hasil yang kini sedang meretas, deretan kalimat yang tidak banyak orang pahami langsung scroll otomatis ke atas, dan setelah berhasil melakukan pekerjaannya, Ovin pun menjelaskan rute yang harus Chade tempuh agar sampai di bandara.


"Seratus meter di depan sana, ada mobil polisi yang sudah siap menghadang kita. Tapi jika kita berbelok ke arah kanan, kita juga akan ketemu."


"Berarti belok ke kiri?" Tanya Chade, dia mulai memperlahankan laju mobilnya.


"Jangan, kita belok kanan dua puluh meter lagi. Tepatnya kita akan melewati gang. Dengan lebar tiga setengah meter, itu cukup di lalui mobil, meskipun di samping kanan dan kiri ada tong sampah besar."

__ADS_1


Sesuai dengan rencana yang sudah di beritahu oleh Ovin, Chade langsung mengambil arah kanan, dan masuk kedalam gang.


"Setelah itu?"


Masih serius menatap layar laptop, Ovin memberikan arahan lagi. "Belok kiri, di perempatan jalan kita akan lurus melewati empat blok, barulah kita ambil arah kanan. Kita akan pergi melewati terowongan sepanjang seratus enam puluh meter, di sana ada orang yang sudah akan menjemput kita."


"Wah, mama hebat, bagaimana mama bisa punya ide cemerlang seperti itu?" Tanya Kelvin, masih saja sengaja memanggilnya mama. "Apa mama mau mengajariku main laptop juga?"


Namun karena Ovin terdiam, Kelvin mencoba menilik ke arah belakang, dan melihat kalau Ovin dan Franz sudah saling bertatap wajah dengan masing-masing wajah memperlihatkan rasa keterkejutannya.


"Apa?" Tanya Ovin dengan polos.


"Apa kau baru saja meretas?" Tanya Franz sambil mengambil kacamata yang di pakai oleh Ovin.


Dan Franz pun jadi melihat wajah Ovin tanpa kacamata itu, justru lebih bagus ketimbang memakai kacamata .


'K-kenapa dia tiba-tiba memandangku serius seperti itu?' Ovin yang mulai salah tingkah, tanpa di sadari dia menelan saliva nya sendiri.


"Hoi bocah, jangan ganggu sayangku lagi kerja kau mau kita di kurung di negara ini?" Tegur Chade kepada Franz yang terlihat seperti mau menggoda keponakannya dengan wajah serius yang memang terlihat jadi lebih maut dengan kesan seksi.


__________________


Untuk mendapatkan efisiesi waktu, tentu saja cara untuk mengetahui mobil yang di kendarai Chade lewat ke arahnya adalah dengan mengandalkan cctv, dan jika sesuai dengan ciri serta plat nomor, dia akan segera mengejarnya.


Tapi sudah lima menit berlalu, dia sama sekali belum membuahkan hasil.


"Mungkin yang lainnya nemu mereka." Karena penasaran, maka ia pun menghubungi teman-temannya yang sudah ada pada titik masing-masing.


Satu dua orang sama sekali nihil, yang ketiga dan ke empat juga nihil.


Sampai temannya yang ke lima, tiba-tiba menelepon. -"Aku menemukan mereka. Dia sekarang ada di jalan xxx"-


"Aku akan ke sana." Memtuskan panggilan tersebut.


______________


BRRMMM...........


"Waduh paman, mereka menemukan kita!" Panik Kelvin kepada Chade.

__ADS_1


Chade yang memang punya kebiasaan yang sama seperti Ovin, yaitu suka makan lolipop, dia pun dengan santainya kembali menginjakkan kembali gas mobilnya dengan lebih dalam.


'Dia berani sekali sampai mengundang polisi negara ini untuk menangkap kami. Dasar licik. Tapi waktunya sekarang sedang mepet, aku tidak akan membiarkan kalian menangkap kami.' Dengan wajah serius Chade langsung menaikkan kecepatan mobilnya dan akhirnya masuk kedalam terowongan.


'Sebenarnya kenapa merkea mengejar mobil ini? Mana mungkin karena mereka ingin menilang, pasti ada alasan lain. Dasar, dua oran merepotkan, saku selalu saja masuk dalam situasi menyebalkan ini.' Pikir Franz.


"Ada truk tronton, kita bisa masuk." Ucap Ovin lagi, memberikan hadiah kejutan bahwa mobil yang mereka naiki itu harus masuk kedalam truk tronton.


-"Hei Vin, aku akan membuka pintunya, temanku akan menggantikan posisi mobil kalian, jadi tunggu dulu."-


Suara yang keluar dari speaker laptop itu pun menjadi awal rencananya untuk membuat mengalihan.


"Wow...! Itu hebat! Kakak yang tadi membuka pintu truk nya!" Kelvin yang kagum dengan cara kakak sepupunya membuat rencana hebat, matanya langsung berbinar melihat adanya mobil lain berwarna putih yang memiliki model yang sama dengan yang di naiki oleh mereka berempat baru saja keluar dari dalam truk tronton.


"Kak, saat masuk." Perintah Ovin.


Chade pun langsung mengatur kecepatannya agar tidak terjadi benturan antara dinding truk dengan body mobilnya.


Perlahan namun pasti, dua mobil itu akhirnya bertukar posisi, sehingga saat mobil yang di kendarai Chade masuk kedalam truk, maka mobil pengalih nya tadi langsung di kejar oleh polisi.


'Dia sampai bisa memikirkan rencana seperti ini?' Tatap Franz terhadap Istrinya yang baru saja menghela nafas.


_____________


"Mereka lama." Gumam Ethan, dia sekarang sedang berdiri di samping pesawat pribadi miliknya.


"Sebentar lagi Tuan dan Nona muda juga datang." Sahut sang pramugari kepada sang majikan.


Dan tepat sesuai dengan apa yang di katakan oleh pramugari tadi, mobil sport berwarna putih sudah datang.


"Bersiap, buka pintu bagasi pesawat. Kita berangkat." Perintah Ethan pada pramugari tadi.


"Baik Tuan." Jawanya.


Ethan pun sempat melirik ke arah mobil yang hendak masuk kedalam bagasi pesawat. Sebuah tatapan menyelidik yang membuat siapapun yang melihatnya akan mengira kalau Ethan sedang membuat rencana picik untuk orang-orang yanga ada di dalam mobil itu, sebab sudah membuatnya menunggu sampai setengah jam lamanya.


'Mereka, baru saja mendapatkan masalah ya? Siapa? Yang berani mengusik keluargaku?' Tatapan matanya yang dingin itu langsung Ethan bawa masuk kedalam pikirannya. 'Aku akan menyuruh Desniel untuk menyelidikinya.'


Karena sudah tidak ada waktu lagi, Ethan pun naik ke masuk kedalam pesawat.

__ADS_1


__ADS_2