
"Apa kalian berdua adalah suami Istri?"
DEG....
'Jordy?' Detik hati Franz.
Seketika, satu pertanyaan itu membuat suasana di dalam kamar itu semakin menegang. Rahasia yang sudah di sembunyikan dengan baik, kini ada satu orang lagi yang mengetahuinya, dan orang itu adalah Jordy.
'Darimana dia bisa tahu? Atau-' Senyuman tawar yang tidak bisa Franz perlihatkan secara langsung, tercetak di dalam benak hatinya. Baik itu dirinya maupun Ovin, mereka berdua sebenarnya sama-sama menggunakan kalung dengan cincin sebagai bandul.
Mereka berdua lakukan karena ada satu alasan tersendiri. Jika sewaktu-waktu dirinya membutuhkan cincin nya untuk di pakai di depan Ibu nya yang sering menuntut ini dan itu, maka ia hanya tinggal memakainya, setidaknya ia tidak akan dengan cerobohnya hanya menyimpannya di rumah, atau di saku, maupun di tas, yang kemungkinan besar bisa hilang, dan omelan lagi dari sang Ibu, akan diberikan kepada Franz sendiri, karena mengingat Ibunya justru lebih sayang kepada Ovin, ketimbang dirinya yang merupakan anak kandungnya.
Tapi apa yang terjadi sekarang? Hal paling cerobohnya adalah, rupanya kamar yang Franz dan Ovin tempati itu adalah kamar yang di gunakan oleh Jordy, sang ketua Osis.
Makannya, di saat mereka berdua sebenarnya memiliki kartu akses untuk semua pintu di semua tempat di kapal pesiar ini, maka kartu yang di gunakan oleh Jordy sendiri adalah kartu khusus dari kamar itu sendiri.
__ADS_1
Maka dari itu, rahasia pun pada akhirnya terbongkar dengan begitu cerobohnya.
'Kira-kira setelah ini, siapa lagi yang akan tahu?' Franz jadi merasa berat hati untuk bicara dengan Jordy yang terlihat menginginkan sebuah penjelasan?
'Padahal dia tidak punya hubungan apapun dengan Ovin, tapi ekspresi wajahnya itu, memang ingin aku bicara menjelaskannya.' Franz tentu saja merasa ogah.
Kenapa harus menjelaskan urusan pribadinya dengan Jordy yang notabene nya adalah orang luar?
"Mphh...mphh...!" Di antara kedua orang yang sedang berdiri saling menatap dengan tatapan seperti musuh bebuyutannya, Ovin yang masih memiliki sisa tenaga, tentunya, terus saja meronta, memberontak ingin lepas dari dalam kepompong itu sendiri.
Pada akhirnya, jika bukan karena sebuah perjodohan dan di akhiri pernikahan, sebenarnya Franz sudah pasti hidup lebih bebas tanpa ada bayang-bayang dari rahasia yang d tutupi layaknya seseorang yang menyembunyikan sebuah kejahatan.
Franz tidak mau, dirinya benar-benar tidak mau kalau fakta dirinya sudah menikah tersebar ke segala penjuru sekolah.
Apa jadinya jika rahasia miliknya terbongkar? Sudah pasti akan banyak orang yang menjahuinya, dan di hujani dengan ejekan, karena dirinya tiba-tiba menikah muda, padahal latar belakangnya dirinya memiliki banyak hubungan dengan wanita lain.
Dan apakah semuanya akan berakhir di sini?
__ADS_1
Jordy, yang merupakan ketua Osis? Apakah laki-laki ini akan memberitahukannya kepada orang lain? Sebuah dendam lama yang di miliki oleh Jordy kepadanya, sudah pasti akan membuat rahasianya menjadi kartu AS untuk Jordy.
"Kenapa tidak menjawabnya? Apa kau akhirnya punya rasa malu jika kau ternyata diam-diam sudah menikah?"
"Apa kau sedang mengancamku?" Ekspresi Franz jadi semakin datar, ia tidak suka diancam, tapi tentu saja kebetulan yang tidak terduga pasti akan datang juga kepadanya.
"Aku hanya bertanya, jadi kenapa aku bertanya kau bahkan tidak menjawabnya? Bukankah itu pertanyaan mudah?"
"Jika kau sudah tahu sendiri kenapa juga aku harus menjawab pertanyaan mu."
Tentu saja alasan Jordy bertanya lagi, dari apa yang sudah jelas dengan mata kepalanya sendiri, ia ingin jawaban yang keluar dari mulut Franz langsung.
"Padahal dengan kelakuanmu selama ini, kau bukanlah orang yang bisa menghargai perempuan, termasuk adikku yang sudah jadi korban. Apa kau juga akan membuat dia jadi korbanmu selanjutnya?" Kini pertanyaannya berbeda, dan merujuk kepada kelakukan Franz dulu, sehingga ia pun berbicara sedikit mengenai masa lalu mereka berdua yang sempat kelam.
Dan Franz yang begitu mendengar hal itu dari mulutnya Jordy langsung, membuat Franz jadi teringat dengan masa lalunya itu.
Jelas, Jordy masih belum bisa mengampuni Franz, tapi karena suatu alasan pula, Jordy selama ini pun hanya diam dan melihat Franz dari tempatnya saja, bagaimanakah Franz hidup sebagai seseorang yang tidak begitu mempedulikan arti dari keberadaan seorang perempuan, yang mana, Franz selama ini menganggap kalau perempuan adalah seseorang yang di jadikan sebagai hiburan dan layaknya baju yang sering di ganti-ganti.
__ADS_1