
TAP.....
TAP......
TAP.......
" Perempuan genit, kau mau kemana?! "Satu pertanyaan itu berhasil membuat langkah Ovin langsung terhenti.
Benar saja....setelah berita yang begitu menggegerkan itu tersebar, Ovin pun jadi punya banyak ancaman yang akan terus saja berdatangan.
Seperti saat ini.
Ovin benar-benar dihadang siswa lain dan itu perempuan pula. Rata-rata merekalah yang akan turun tangan jika ada yang melibatkan tuan muda yang diagung-agungkan itu masuk dalam kehebohan seperti yang terjadi dan hal itu dikarenakan melibatkan Ovin juga.
Anak pindahan yang menurut mereka semua, sangat ingin mereka bully habis-habisan, karena apa?
Karena Ovin sudah beberapa kali membuat kehebohan besar, seperti Jeryy, adalah salah satunya, dan waktu itu juga, Ovin yang membagikan air minumnya bersama dengan Franz, dan yang lebih parahnya kali ini, Ovin ketahuan pergi ke dalam bar, serta masuk ke rumah milik Tuan muda Franz?!
Mana ada perempuan yang menerima pangeran mereka juga Ovin kuasai setelah berhasil membuat sorang seperti Jerry mengakui rasa sukanya kepada Ovin.
Ovin saat ini melirik ke arah kanan dan kiri.
Mereka semua tahu apa yang ingin Ovin lakukan, yaitu mencari jalan keluar.
"Tidak ada jalan untukmu, jika ada maka bayar dulu dengan apa yang ada di tas mu. " perintah perempuan ini kepada Ovin, untuk memberikan tas yang di gendong itu.
" Apa kalian ingin memalakku? " Tanya Ovin, seakan dia tidak tahu apapun apa yang sedang di rencanakan oleh sekumpulan siswi perempuan yang sedang berdiri menghalangi jalan keluarnya.
"Jika iya kenapa? Apa ini masalah? Lihat dibelakangmu sudah banyak yang berkumpul untuk menggandengmu ke tempat eksekusi."
Ovin mengernyitkan matanya, dibelakang benar-benar ada satu kelompok datang ke arahnya.
"Eksekusi? Memangnya apa yang ingin kalian lakukan kepadaku?" Tanyanya lagi. 'Aku hanya harus melewati mereka bertiga. Ingat, untuk beberapa hal. Lebih baik lari dari pada menghajar mereka dengan kekuatanmu.'
Prinsipnya adalah menghajar orang jahat, tapi lain lagi jika penjahatnya ini lebih ke bully ketika di sekolah.
" Di dalam tas ku tidak ada barang berharga " tuturnya. "Kenapa kalian sangat menginginkanku sekaligus tas ini?" Di balik kacamata yang selalu dia pakai, Ovin pun memperhatikan mereka satu persatu, tanpa ada yang tertinggal sedikit pun.
__ADS_1
"Karena apapun yang kau miliki, termasuk sosokmu itu, kau harus di singkirkan dari sekolah ini."
"Iya..kau benar-benar perempuan pembuat onar."
"Selama ini sekolah ini baik-baik saja, tapi semenjak kedatanganmu, setiap hari pasti ada saja keributan, dan itu semua berasal darimu."
"Dasar, jal*ng, padahal kau sudah punya jerry, kenapa kau sangat ingin mendapatkan pria lain? Apa kau butuh pria untuk memuaskanmu? Sampai pergi ke bar, jangan-jangan kau sudah tidak perawan lagi."
"Sudah tidak perawan, itu akan jadi masalah sekali. Jika tidak segera di keluarkan dari sini, bisa-bisa nama baik sekolah ini akan tercoreng."
Satu persatu diantara mereka pun saling mengungkapkan rasa kesalnya terhadap Ovin yang setiap harinya selalu membuat onar.
Segala hinaan, dan menjahilinya, tidak membuat Ovin kapok dan memilih keluar dari sekolah.
Dan yang kali ini, adalah kali kedua membuat satu sekolah berhasil di gegerkan dengan Ovin yang masuk ke dalam sebuah bar, dan membuat Franz ikut jadi bahan topik utama atas permasalahan yang dimiliki oleh Ovin.
"Sayangnya kalau sudah seperti ini, kau harus lebih di disiplinkan lagi. Salahkan dirimu itu yang suka membawa sial, mau tidak mau kau harus di beri pelajaran dengan kekerasan Kalian....cepat beri ja*lang itu pelajaran paling berharga dari kita. " Perintah Merli kepada teman-teman yang sudah dia bawa untuk memberikan Ovin pelajaran?
"Ok Merli. Demi kebaikan semua perempuan disini, setidaknya kita harus menyingkirkan satu kotoran ini dari tempat kita." Perempuan ini pun sudah lebih dulu maju sambil mempersiapkan bogem miliknya.
Tentu saja, bogem yang sudah dia persiapkan itu akan dia gunakan untuk memberikan Ovin sebuah pelajaran paling bagus.
"Dan sekalipun kau mau kabur, kau akan tetap di hadang oleh semua orang yang punya pikiran sama dengan kami." Sela murid perempuan lainnya.
Sama hal nya dengan perempuan tadi, ianya juga berjalan maju sambil menarik ujung dari lengan blazer seragamnya agar bisa memberikan ruang agar kedua tangannya bisa mendapatkan ruang gerak lebih.
Sudah seperti preman yang akan memalak, menindas, orang yang ada di bawahnya, maka Ovin pun saat ini benar-benar akan menghadapi perkara yang cukup mirip itu.
DRAP....
Dan kedua orang perempuan itu pun secara serentak berlari menuju tempat dimana Ovin sedang berdiri terkepung mereka.
'Aku sangat tidak mau berurusan dengan mereka, tidak....tidak....tapi kali ini-' Melihat dirinya akan menjadi bulan-bulanan untuk mendapatkan kekerasan dari mereka semua yang menginginkan derita untuk diberikan kepada Ovin, Ovin pun terpaksa melakukan hal paling terbalik yang pernah ada.
Dia terpaksa berlari menghindari berurusan dengan mereka semua.
" Pengecut, tangkap dia!" perintah siswi yang tadi menghadangnya, Dengan di bantu beberapa orang temannya maka ketiga orang yang baru datang dari sisi lain itu pun berhasil menutupi jalan keluar Ovin.
__ADS_1
"Mau kemana kau~" siswi ini mulai menghadang akan kedatangan Ovin yang sedang berlari kearahnya.
Lalu dua orang lainnya pun turut berjaga di kedua sisi samping kanan dan kiri.
"Tangkap dia!"
".............." Ovin mendelik pada satu orang perempuan yang datang dan baru saja keluar dari gudang penyimpanan alat kebersihan.
SYUHT...
Bogem mentah yang datang mendadak dari samping kirinya itu pun berhasil Ovin hindari dengan membungkuk.
"Jangan biarkan dia lolos dari kita!"
Ketiga orang yang sudah bersiap dengan kedatangan Ovin pun berlari bersama dan mulai untuk melakukan hadangan sekaligus serangan.
'Hyaahh...." kedua perempuan itu ingin menangkapnya dari dua sisi seara bersamaan.
'Kenapa mereka masih sempat-sempatnya ingin menangkapku? Kenapa juga baru sekarang mereka ingin menghajarku, kenapa tidak dari kemarin?' Demi menghindari gelombang kedua itu, Ovin justru langsung berhenti dan memperhatikan kedua tangan dari dua orang yang akan bersama-sama untuk menangkapnya.
Tidak seperti bayangan mereka yang akan menangkap Ovin dengan cukup mudah, kedua serangan yang akan dia dapatkan dari dua orang yang datang dari kedua sisi itu justru Ovin layani.
Ovin berhenti sejenak, melihat kedua tangan yang hendak datang itu, Kedua tangan Ovin pun dia angkat, dan mencengkram masing-masing pergelengan tangan mereka berdua, setelah itu Ovin pun tarik ke belakang, dan secara otomatis tubuh mereka langsung terhuyung ke depan dan...
BRUKK...
'Sekolah elit apaan ini, mereka justru di didik seperti anak jalanan.' kutuk Ovin, sekalipun sistem dari pendidikan sekolahnya yang baru ini sangat di akui, tapi siswa dari kalangan atas ini kebanyakan di manja.
"Dia...sudah berani melawan! Hajar saja sampai babak belur, kalau bisa rusak itu wajah menyebalkan, agar dia tidak punya muka lagi untuk datang kesini!" Perintah Merli. Pada akhirnya dia pun mengerahkan rasa kesalnya itu untuk membuat teman-temannya itu mengeroyok Ovin yang hanya sendirian.
'Sekalipun ada guru yang melapor dan mencoba melindungi muridnya yang di bully, pada akhirnya guru itu sendiri akan di bully orang tua murid dan akhirnya di pecat dari pekerjaannya.' Dengan kesabaran yang sedang coba dia tahan, Ovin pun mencoba memejamkan matanya, sekumpulan orang yang datang mencoba untuk menyerangnya?
Ovin pun dalam diam tersenyum mencibir karena melihat tekad dari mereka semua benar-benar harus di acungi jempol, sebab akhirnya tindak kekerasan di sekolah ini akan benar-benar terjadi?
Ovin sempat melirik kearah cctv yang kebetulan ada di sudut koridor. Ah...sebenarnya itu adalah cctv yang dengan sengaja Ovin pasang, dan dianya cukup tersembunyi, hingga mereka semua tidak akna menyadari hal itu.
'Akan aku anggap kalian sedang memancing diriku untuk membalaskan apa yang kalian semua lakukan ini.' Batin Ovin. Tanpa perlu pikir panjang lagi, agar diirnya terlihat seperti menjadi korban sungguhan yang akan di keroyok pastinya, Ovin lebih memilih kabur dari sana lebih dulu. 'Kalau semua orang di penjuru kota melihat hal ini, kira-kira apa yang akan terjadi? Merli, dan kalian semua...jangan salahkan aku, karena kalianlah yang membuatku melakukan ini. Kisah manakah yang akan merusak nama baik sekolah ini? Aku atau kalian, kalian pilih sendiri.' pikir Ovin, sebelum akhirnya dia pergi berlari.
__ADS_1
_