Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Bintang Kecil


__ADS_3

Dia bernama Bintang, gadis kecil yang berusia 8 tahun dan baru duduk di kelas 2 Sd. Namun begitu di usianya yang masih anak-anak, Bintang memiliki hati dan perasaan serta pemikiran yang berbeda dari anak-anak lain yang seusianya. Ia tumbuh dengan hati yang cacat dan pemikiran dewasa sebelum waktunya. Pagi itu di sekolah, Bintang telah sampai di kelasnya.


"Hai raa, kamu sudah sampai dari tadi ?" Tanya Bintang pada Hira, teman sekelas yang di sukainya.


"Iya Bin, oh ya apa pr matematika kamu sudah selesai ?" tanya Hira ke Bintang.


"Udah donk, pasti kamu mau nyontek yaa.." jawab Bintang pada Hira yang sudah tau kebiasaan teman perempuannya itu.


"Hebat kamu Bin bisa tau, boleh ya ya yaa.." pinta Hira.


"Kamu kan baik hati, tidak sombong dan.."


Belum selesai Hira bicara, Bintang sudah menyelanya.


"Iya iyaa boleh, tapi bayar. Biasa traktir hahaa.." ucap Bintang sambil tertawa melihat wajah Hira yang memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Kau ini perhitungan sekali, kapan gratisnya." sahut Hira kesal. "Tapi baiklah, nanti jam istirahat aku traktir." ucap Hira lagi yang lebih memilih menuruti permintaan Bintang.


"Okey boss, di tunggu." ucap Bintang dengan semangat lalu meninggalkan Hira yang tengah sibuk mengerjakan pr nya.


~************~


Setelah beberapa jam berlalu, bel pulang pun berbunyi. Bintang dan teman-temannya bergegas merapikan buku-buku dan peralatan belajar lainnya. Tidak terkecuali Hira yang terlihat lebih terburu-buru, dan segera menuju pintu keluar begitu saja. Bintang yang melihat itu pun segera berlari.


"Raa, tunggu..! Kenapa jalan cepat sekali, padahal tidak ada setan yang mengejar.." ucap Bintang seraya menggoda Hira.


Rumah Hira dan Bintang memang tidak terlalu jauh dari sekolah, hingga setiap harinya mereka pergi dan pulang sekolah dengan berjalan kaki.


"Jadi begitu yaa, gimana kalau kamu makan di rumahku saja. Sekalian kita bisa mengerjakan pr yang di berikan Bu guru tadi bersama-sama." Ajak Bintang ke Hira yang semakin mempercepat langkahnya.


"Maaf Bin, aku tidak bisa. Aku makan di rumahku saja, karena ibu pasti sudah menunggu dan menyiapkan makanan kesukaanku.." ucap Hira pada Bintang yang hanya terdiam.

__ADS_1


"Kamu marah Bin ?" tanya Hira memastikan.


"Aku gak marah kok, tapi lain kali kamu harus mau yaa.." pinta Bintang sambil tetap tersenyum menutupi rasa kecewanya.


"Iya aku janji, lain kali pasti aku ke rumah kamu." hibur Hira yang tau kalau temannya itu kecewa padanya.


"Ya sudah kalau begitu raa, sampai ketemu besok. Daa.." pamit Bintang sambil berlari dan melambaikan tangannya pada Hira.


"Ish,, anak itu aku masih pengen ngomong, main kabur aja.." ucap Hira dalam hati yang kesal dengan kelakuan teman baiknya itu.


Meski sering kali membuatnya kesal karena ulah dan kelakuan Bintang padanya, tapi baginya Bintang juga teman yang paling baik. Karena selama ini Bintang lah yang selalu ada dan membantu Hira, saat ia dalam masalah atau kesulitan. Walaupun kadang Hira merasa aneh dengan sikap dan perlakuan Bintang terhadapnya, yang terkesan tidak biasa. Tapi Hira juga tidak pernah mempermasalahkannya.


Bersambung.....


**Saya penulis baru dan ini karya pertama saya, mohon koreksi dan dukungannya. Terimakasih..** 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2