
Sudah hampir seminggu berlalu, sejak Bintang kembali lagi ke kota T. Kini Ia sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk, sambil sesekali meneguk kopi hangat yang di belinya.
"Mbak Bintang masih sibuk yaa..?" tanya Jelita pada Bintang yang tengah mengecek semua buku laporan di hadapannya.
"Iyaa nih Jell, kamu mau bantuin..?" ujar Bintang sembari tersenyum.
"Gaklah Mbak, aku mau pulang aja. Udah ada janji sama si itu,hee.." jawab Jelita dengan berbisik.
"Mojok terus yaa sekarang.." ledek Bintang yang tau kalau sekarang Jelita sudah punya pacar.
"Gak tiap hari lho Mbak.." ujar Jelita.
"Tapi tiap malam yaa, Jell.." ucap Bintang sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Iish,, Mbak Bintang ini, fitnah itu.." gerutu Jelita sambil memainkan ponselnya.
"Aku duluan yaa Mbak, udah di tungguin di depan,hee.." seru Jelita yang bergegas pergi meninggalkan Bintang.
"Iyaa iyaa yang lagi kasmaran, hati-hat Jell.." sahut Bintang yang melihat Jelita berjalan dengan terburu-buru.
"Iyaa Mbak,hee.." balas Jelita seraya melambaikan tangannya.
Bintang pun kembali melanjutkan pekerjaannya, Ia berniat untuk menyelesaikan semua agar besok tidak perlu lembur kerja. Karena Bintang ingin mengajak Sany dan Resha jalan-jalan, seperti yang telah Ia janjikan pada Resha sebelumnya.
"Sudah jam segini, kok kamu belum pulang, Bin..?" tanya Pak Tama yang baru selesai memeriksa kondisi pabrik.
"Ehh,, Pak Tama, saya lembur Pak..! Masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.." jawab Bintang sambil tersenyum ramah.
"Ohh begitu, biar besok bisa malam mingguan yaa,hee.." seru Pak Tama dengan tawanya.
"Bapak bisa aja.." sahut Bintang dengan wajahnya yang malu.
"Tidak apa-apa, Bin.. Namanya anak muda, Bapak juga seperti itu.." ucap Pak Tama.
"Jadi Bapak juga seperti itu..?" tanga Bintang dengan ekspresi yang sedikit terkejut.
"Iyaa seperti itu, tapi dulu Bintang. Kalau sekarang yaa, tiap malam juga seperti malam minggu,hehee.." ujar Pak Tama sambil tersenyum.
"Keren tuh, Pak..!" seru Bintang sambil mengacungkan jari jempolnya.
"Yaa sudah, kalau begitu Bapak tinggal dulu yaa, Bin.." ucap Pak Tama sambil berjalan menuju pintu keluar.
__ADS_1
"Iyaa Pak Tama, silahkan.." sahut Bintang yang segera menyelesaikan pekerjaannya.
~**********~
Keesokan paginya, Bintang yang sudah bangun terlebih dulu terlihat sedang sibuk di dapur. Ia sengaja menyiapkan sarapan dan bekal untuk semuanya, lalu mengajak Sany dan Resha jalan-jalan serta bermain di taman.
"Pagi sayangku,, udah bangun yaa.." sapa Bintang pada Sany, sambil mengecup kening dan membelai lembut wajahnya.
"Iyaa sayang, aku ke kamar mandi dulu yaa.." seru Sany yang bangkit dari tempat tidurnya.
"Tantee.." ucap Resha dengan lirih.
"Resha udah bangun juga yaa sayang.." ujar Bintang sambil mencubit pipi Resha yang begitu menggemaskan.
"Iyaa Tante, jadikan kita jalan-jalannya..?" tanya Resha yang sudah tidak sabar.
"Jadi dong sayang, tapi Resha mandi dulu terus sarapan yaa.. Nanti mandi sama Tante, masih ada Mamaa di kamar mandi.." ucap Bintang sambil mengacak-acak rambut Resha.
Saat menunggu Sany selesai mandi, tiba-tiba ponsel milik Sany berbunyi. Bintang yang mendengarnya langsung mengambil dan melihatnya, ada pesan dari nomor yang tidak di kenal.
"Ngapain kamu pegang-pegang handpone aku..?! Mau kamu periksa yaa, gak sopan banget..!" bentak Sany sambil mengambil ponsel miliknya dari tangan Bintang dengan kasar.
"Sayang,, aku bukan mau periksain, cuma tadi..."
Bintang pun terdiam mendengar itu, sambil menarik nafasnya dengan dalam. Ia tidak menyangka Sany bisa bersikap kasar seperti itu, jauh berbeda dari sebelumnya.
"Tante,, ayo mandi, biar nanti kita bisa cepat jalan-jalannya.." ajak Resha sambil menarik tangan Bintang.
"Iyaa sayang, Resha ke kamar mandi duluan yaa.. Nanti Tante nyusul.." ucap Bintang pada Resha yang telah berjalan menuju kamar mandi.
"Nanti aku mau mengajak Resha jalan-jalan ke taman dan tempat bermain, kamu ikut kan sayang..?" tanya Bintang yang melihat Sany sudah terlihat rapi.
"Aku mau pergi sama temen, ada urusan. Kamu pergi aja berdua sama Resha, gak usah nungguin aku.." ujar Sany sambil pergi meninggalkan Bintang.
"Tapi San,mmmh.." ucap Bintang yang menahan apa yang ingin di katakannya.
~**********~
Kini Bintang dan Resha sudah siap untuk berangkat, namun Bintang terpikirkan sesuatu.
"Sayang,, gimana kalau kita ajak Tante Ayu juga, Resha mau gak..?" tanya Bintang pada Resha.
__ADS_1
"Mau Tante,, biar rame karena Mamaa kan gak bisa ikut.." sahut Resha dengan raut wajahnya yang terlihat sedih.
"Iyaa sayang, Tante hubungi Tante Ayu dulu yaa.." ujar Bintang.
Tak lama kemudian, Ayu pun datang dan mereka segera pergi dengan membawa sepeda motornya masing-masing. Karena jarak taman yang tak jauh, jadi kini mereka telah sampai.
"Akhirnya, sampai juga.." ucap Bintang sambil menurunkan Resha dari motornya.
"Resha..! Jangan lari-lari sayang, hati-hati mainnya yaa..!" seru Bintang yang melihat Resha langsung berlari menghampiri sebuah ayunan yang ada di taman.
"Kita duduk di sini aja, Bin.." ujar Ayu pada Bintang.
"Iyaa Mbak, di sini lebih teduh.." balas Bintang sambil duduk di samping Ayu.
"Sany kenapa gak ikut, Bin..?" tanya Ayu tiba-tiba.
"Katanya ada urusan sama temennya, jadi gak bisa ikut Mbak.." jelas Bintang.
"Kebiasaan anak itu, masih tetap gak mau berubah.." ucap Ayu dengan nada kesal.
"Maksud Mbak apa yaa..? Apanya yang berubah..?" tanya Bintang penasaran.
"Gak ada papa kok, Bin.. Ayo kita main ayunan juga.." ajak Ayu.
"Tunggu, Mbak..! Tolong jujur sama aku, sebenarnya apa yang terjadi antara Mbak dan Sany..?" tanya Bintang lagi.
"Mbak kan sepupunya Sany, pasti Mbak tau kan tentang Sany dan teman-temannya..? Karena selama ini, Sany selalu melarang aku untuk kenal sama teman-temannya, Mbak.."
Jelas Bintang yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya, akan sosok Sany yang penuh rahasia.
"Mmmh,, aku minta maaf yaa, Bin.." ucap Ayu lirih.
"Jangan minta maaf Mbak, ayo cepat cerita semuanya. Sebenarnya ada apa ini ? Apa yang kalian sembunyikan dari aku, Mbak..?!" desak Bintang.
"Sebenarnya,, aku bukan sepupunya Sany.." ujar Ayu yang tertunduk.
"Kalau bukan sepupunya Sany, lalu Mbak siapanya..?!" tanya Bintang yang mulai merasakan sesak dalam dadanya.
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1
(Penasaran yaa siapa Ayu sebenarnya 😁 ayo dukung Author terus, biar tetap semangat up-nya, terimakasih.. 🙏 Sehat & bahagia selalu buat pembaca setia "RHSL", Aamiin..) 😊