
"Billa, tunggu..!!" seru Farid sambil berlari menghampiri Billa.
"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu mutusin Riko ?"
Tanya Farid yang belum mengetahui alasan Billa memutuskan Riko, karena Riko sendiri masih tidak ingin bercerita apapun padanya.
"Aku mutusin Riko, karena dari awal aku memang gak ada rasa sama dia. Aku tau, kamu pasti juga akan menyalahkan aku.." jawab Billa dengan raut wajahnya yang merasa bersalah.
"Tapi kamu bisa belajar untuk menyukai Riko, Bill..!" sahut Farid yang merasa tidak terima teman baiknya di perlakukan seperti itu.
"Aku gak bisa Farid, karena aku menyukai orang lain.."
"Dan orang lain itu, adalah kamu. Aku tau, kamu juga merasakan hal yang sama.." sambung Billa menjelaskan.
Degg...
Seketika Farid terkejut mendengar itu, Ia tidak menyangka perempuan yang di sukai oleh Riko teman baiknya itu ternyata menyukainya.
"Kamu salah Bill, aku gak mungkin menyukaimu. Perempuan yang di sukai oleh teman baikku sendiri.." sahut Farid yang berusaha menutupi perasaannya pada Billa.
"Ternyata benar tebakan aku, kamu pasti gak akan mengakuinya. Tapi gak papa, aku bisa ngerti kok..!"
Ucap Billa sambil berlalu pergi, meninggalkan Farid yang terlihat mematung. Ia tidak tau harus mengatakan apa, semakin Ia menahan dan menutupi perasaannya rasanya semakin sakit.
~**********~
__ADS_1
"Kamu kenapa Bill ? Dari tadi diem aja.." tanya Safa yang melihat Billa sejak tadi tidak berbicara apapun.
"Aku gak kenapa-kenapa kok Fa.." balas Billa sambil memaksakan diri untuk tersenyum.
Ia tak ingin teman-temannya tau, tentang apa yang telah terjadi antara dia dan Riko.
"Syukurlah kalau gitu, aku pikir kenapa. Oh yaa Bill, Riko kemana ? Aku belum ada lihat dia, kan Bin.." seru Safa sambil menatap Bintang.
"Ohh, Riko hari ini gak masuk, gak enak badan katanya.." jawab Billa sambil menarik nafasnya dengan dalam.
Bintang yang sudah bisa menduga tentang apa yang terjadi pada Billa dan Riko, hanya mendengarkan tanpa bisa banyak bicara. Ia juga bisa melihat, ada kesedihan yang saat ini tengah di rasakan oleh perempuan yang Ia sukai itu.
"Bill, apa kamu mau ikut ke perpustakaan ?" tanya Bintang yang sengaja ingin membuat Billa bisa bercerita padanya, tanpa ada orang lain.
"Iyaa aku ikut, kamu gimana Faa ?" tanya Billa yang sebenarnya sudah tau jawaban dari Safa.
"Yaa udah kalau gitu, aku dan Bintang ke perpustakaan dulu.."
Sahut Billa yang kini berjalan menuju perpustakaan bersama Bintang, tanpa mereka sadari bahwa ada seseorang yang dari tadi memperhatikan dari balik jendela kaca.
"Kamu baik-baik ajakan, Bill ?!" tanya Bintang yang merasa cemas dengan keadaan Billa.
"Aku gak baik Bin, sekarang Riko pasti membenciku. Begitu juga dengan Farid.." ucap Billa dengan wajah tertunduk, berusaha menyembunyikan kesedihannya dari Bintang.
"Memang apa yang di katakan Farid, Bill ?" tanya Bintang.
__ADS_1
"Farid nyalahin aku, karena aku udah putusin Riko, Bin.." jawab Billa dengan tatapan matanya yang kini terlihat berkaca-kaca.
Bintang yang melihat itupun merasa tidak tega, Ia ikut merasakan kesedihan yang saat ini Billa rasakan.
"Kamu yang sabar yaa Bill, Riko dan Farid pasti butuh waktu untuk menerima semuanya. Aku percaya, suatu saat nanti mereka pasti bisa mengerti.." ujar Bintang yang mencoba menenangkan Billa.
Bintang tidak ingin, perempuan yang Ia sayangi itu larut dalam kesedihan. Karena itu juga akan membuatnya sangat sedih, dan kepikiran.
"Makasih yaa Bin, kamu udah dengerin curhatan aku dan tenangin aku. Sekarang aku udah ngerasa lega.." ucap Billa sambil mengukir senyum di wajahnya.
Bintang pun segera membalasnya dengan senyuman penuh arti, yang hanya Bintang sendiri yang tau arti dari senyumannya itu.
"Sama-sama yaa Bill, sekarang jangan sedih dan nangis lagi. Nanti cantik kamu hilang, kemana aku harus nyari,hee.." goda Bintang sambil tertawa kecil.
"Iish,, kau ini Bin, pinter gombal ternyata.." ucap Billa yang juga ikut tertawa.
~*********~
Di dalam kelas, terlihat Farid yang masih sibuk dengan pemikirannya. Terutama dengan apa yang di ucapkan oleh Billa, yang mengatakan bahwa Billa menyukainya.
"Aku harus gimana sekarang, Riko teman baikku. Tapi aku juga menyukai Billa, meskipun aku gak bisa mengakuinya. Gimana kalau Riko tau itu, huuhhh..!!"
Ucap Farid dalam hati, sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia merasa frustrasi memikirkannya, tanpa tau apa solusi terbaik yang harus Ia lakukan.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59