Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Kembali Pulang


__ADS_3

Bintang yang sudah memberitahu Pak Rudi, bahwa Ia ingin berhenti kerja. Kini sedang membereskan barang-barangnya, Bintang memutuskan untuk segera pulang. Terlebih saat kemarin Ia mendapat kiriman foto dari Fida yang membuatnya sangat terkejut, semakin membuat Bintang ingin secepatnya pergi dan jauh dari Fida.


"Aku harus segera pulang, aku tidak ingin Fida sampai kembali kesini dan berbuat hal yang nekat lainnya.." ucap Bintang seraya mengemas dan memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


Setelah memastikan semua barang telah selesai Ia siapkan, kini Bintang membawa barang-barangnya keluar dan mengunci pintu. Lalu Ia berjalan menuju rumah pemilik kontrakan, untuk menyerahkan kunci dan berpamitan.


"Ini kuncinya, Bu.." ucap Bintang sambil tersenyum.


"Iyaa Nak Bintang, kenapa terburu-buru dan tidak di pas kan satu bulan aja..?" tanya Ibu kontrakan.


"Tidak apa-apa kok Bu, di rumah mau ada acara jadi harus secepatnya pulang.." bala Bintang yang memberikan alasan.


"Apa Nak Bintang mau menikah yaa..?" tanya Ibu kontrakan lagi.


"Tidak kok Bu,hehee.." jawab Bintang yang rasanya pengen cepat-cepat pergi dari situ.


"Iyaa juga tidak apa-apa kok, Nak Bintang.." sahut Ibu kontrakan.


"Kalau begitu saya pamit dulu yaa, Bu.." seru Bintang sambil berjabat tangan.


Selesai berpamitan, Bintang segera meninggalkan Ibu kontrakan dengan nafas lega. Lalu Ia duduk di sebuah kursi, untuk menunggu mobil yang akan membawanya pulang ke rumah. Tak lama kemudian, mobil yang di tunggu pun datang dan Bintang segera berangkat.


~***********~


Di sisi lain, Fida sedang sibuk mencari cara bagaimana agar Ia bisa pergi dari rumah dengan izin suaminya.


"Kamu kenapa bengong Fii, mikir apa..?" tanya Bayu yang sejak tadi memperhatikan Fida.


"Gak bengong kok Mas, cuma mikir Fida yang masih ada di kota P. Pengen aku ambil atau di jual aja, Mas.." ujar Fida sambil tersenyum penuh arti.


"Yaa udah kalau mau di ambil atau di jual, biar Mas temenin kamu pergi ke sana.." seru Bayu tanpa rasa curiga.


"Gak usah Mas, aku bisa sendiri kok. Lagi pula kalau Mas ikut juga, nanti yang ngurus kebun di sini siapa..?" ucap Fida yang tidak ingin Bayu sampai merusak rencananya.

__ADS_1


"Benar juga, yaa udah kalau gitu kamu pergi sendiri aja tapi jangan lama-lama.." ujar Bayu.


"Iyaa Mas, gak lama kok.." balas Fida dengan wajah yang senang.


"Terus kapan kamu mau pergi ke sana, Fii..?" tanya Bayu.


"Mungkin hari sabtu atau minggu nanti, Mas.." jelas Fida.


"Ohh gitu, yaa udah gak apa-apa.." ucap Bayu sambil menyalakan rokoknya.


"Aku ke dapur dulu yaa Mas, mau siapin makan siang.." seru Fida sambil berjalan menuju ke arah dapur.


~**********~


Beberapa jam berlalu, mobil yang di tumpangi oleh Bintang kini telah sampai di depan sebuah rumah. Bintang yang baru keluar dari mobil langsung di sambut pelukan oleh kedua orang tua dan Kakaknya.


"Ayo masuk, Nak.. Ibu sudah masak makanan kesukaan kamu, kita makan yaa.." ajak Ibu sambil merangkul Bintang, putri kesayangannya.


"Iyaa Bu, pas banget Bintang udah laper.." sahut Bintang sambil memegang perutnya, lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


"Sini duduk Bin, Ibu sudah siapkan semua. Sekarang kamu makan yaa, makan yang banyak.." seru Ibu sambil menyerahkan piring yang sudah terisi penuh dengan nasi, lauk dan sayuran.


"Iyaa Bu, nanti Bintang nambah yaa.." sahut Bintang sambil menikmati makanan yang ada di hadapannya.


"Harus nambah dong, masakan Ibu kan enak banget.." seru Tya.


"Ohh yaa Kak, Rahma kemana kok gak ada lihat..?" tanya Bintang yang sejak tadi tidak melihat ponakannya.


"Rahma di ajak jalan sama Ayahnya, sekalian mau mampir ke rumah Bibi tadi katanya.." jelas Tya.


"Ohh gitu, Bintang pikir lagi tidur Kak.." balas Bintang.


Selesai makan, mereka pun berkumpul di ruang tengah. Bintang menceritakan pengalaman kerja di kota P, bagaimana suasana dan lingkungan di sana.

__ADS_1


"Bintang mau ke kamar dulu yaa, istirahat.." ucap Bintang setelah selesai bercerita panjang lebar.


"Iyaa Bin, istirahatlah dulu. Kamu pasti masih capek kan.." sahut Ayah.


"Iyaa Ayah.." balas Bintang.


"Ohh yaa Bin, kamu jadi beliin boneka buat Rahma..?" tanya Tya yang baru ingat dengan pesanannya pada Bintang.


"Iyaa ada kok Kak, ayo ikut ke kamar.." ajak Bintang sambil berjalan menuju kamar, meninggalkan Ayah dan Ibunya yang masih berbincang-bincang.


Di dalam kamar, Bintang segera mengambil bungkusan kecil berisi boneka dan memberikannya pada Tya.


"Kok bonekanya kecil, Bin..?" tanya Tya saat membuka bungkusan itu.


"Yaa kan Rahma masih kecil, jadi yaa bonekanya kecil biar enak kalau di buat main.." jelas Bintang.


"Iyaa juga yaa,hee.. Terus gimana, Bin..?" tanya Tya sambil tersenyum.


"Gimana apanya, Kak..?" ucap Bintang yang balik bertanya.


"Itu pacar kamu yang ada di sana, kok gak di ajak ke sini..? Ibu pasti kan mau kenalan sama calon menantunya,hahahaa.." ledek Tya sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Kakak apaan sih,m mmmh.. Sekarang dia udah jadi menantu orang lain, Kak.." sahut Bintang.


"Maksudnya, Bin..?" tanya Tya yang tidak mengerti.


"Iyaa, dia udah menikah, Kak.." balas Bintang sambil menarik nafasnya dengan dalam.


"Apa..! Kok bisa..?!" tanya Tya dengan ekspresi wajah yang terkejut.


Bintang pun mulai menceritakan semuanya dari awal hingga akhir, Tya yang mendengar Bintang bercerita dengan nada sedih hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2