Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Bertemu Teman Baru


__ADS_3

Bintang yang tak ingin berlama-lama larut dalam kesedihan, akhirnya memutuskan untuk bekerja di kota P yang tidak terlalu jauh dari tempat orang tuanya tinggal. Setelah mendapat izin dari Ayah dan Ibunya, Bintang pun segera bersiap untuk berangkat ke tempat yang telah Ia rencanakan.


"Ibu,, Ayah,, Bintang berangkat dulu yaa, nanti kalau sudah sampai langsung Bintang kabari.." pamit Bintang pada kedua orang tuanya.


"Iyaa Nak, kamu hati-hati yaa di jalan. Jangan lupa berdo'a dulu.." ucap Ibu sambil memeluk Bintang.


"Iyaa Bintang, hati-hati dengan orang yang baru kamu kenal yaa.." ujar Ayah yang langsung membuat Bintang berpikir, tentang apa yang baru saja Ayah katakan.


"Iyaa Ayah, Bintang akan hati-hati.." balas Bintang sambil memeluk Ayahnya.


"Kak Tya, jagain Ayah dan Ibu yaa.." pinta Bintang seraya memeluk Tya dan ponakannya.


"Iyaa Bin, kamu tenang aja.." balas Tya sambil tersenyum.


Setelah berpamitan pada semuanya, Bintang segera masuk ke dalam mobil yang telah datang untuk menjemputnya. Tak lama kemudian, mobil yang membawa Bintang ke kota P segera melaju.


"Semoga Bintang baik-baik saja di sana yaa Ayah.." ucap Ibu sambil menarik nafasnya dengan dalam.


"Aamiin, semoga yaa Bu, kita do'akan saja.." balas Ayah.


"Ayah,, Ibu,, ayo kita masuk ke dalam rumah.." ajak Tya pada kedua orang tuanya.


~**********~

__ADS_1


Beberapa jam berlalu, mobil yang membawa Bintang kini telah sampai di depan sebuah rumah kontrakan. Ia langsung di sambut oleh seorang wanita, yang terlihat begitu senang dengan kedatangannya.


"Akhirnya kamu sampai juga, aku sudah lama menunggumu.." ucap wanita itu dengan antusias.


Bintang hanya tersenyum, sambil berjalan menghampirinya lalu berjabat tangan.


"Ayo kita masuk ke dalam.." ajak wanita itu pada Bintang.


"Kamu duduk dulu yaa, aku mau buat teh hangat buat kamu.." ucapnya lalu berjalan meninggalkan Bintang di ruang tamu.


Wanita itu bernama Fida, dia adalah teman Bintang yang baru Ia kenal melalui seorang teman. Fida juga adalah seorang lesbi, yang kebetulan tinggal di satu daerah dengan Bintang.


"Ini di minum teh nya Bin, selagi masih hangat.." seru Fida pada Bintang yang tersenyum.


"Beginilah tempat tinggal aku, Bin.. Mudah-mudahan kamu betah yaa, kalau memang nanti kamu tidak nyaman kita bisa cari rumah kontrakan lain yang lebih besar.


"Ini juga sudah cukup besar dan nyaman, lagi pula kan cuma kita berdua.." ujar Bintang yang masih menikmati teh nya.


"Apa teh nya kurang..? Mau aku buatin lagi, Bin..?" tanya Fida saat melihat air teh di dalam gelas yang di pegang oleh Bintang hanya tinggal sedikit.


"Tidak usah Fii, ini juga sudah cukup kok.." sahut Bintang sambil tersenyum.


"Nanti kalau kurang bilang aja yaa, jangan sungkan. Aku mau bawain koper kamu ke kamar dulu.." ucap Fida.

__ADS_1


"Biar aku aja, Fii.." seru Bintang sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Biar aku aja, tidak apa-apa kok. Kamu habiskan dulu teh nya.." sahut Fida yang berjalan menuju kamar.


Setelah menghabiskan teh nya, Bintang pun segera mengambil ponsel yang ada di dalam sebuah tas kecil miliknya. Lalu menghubungi Ibu, untuk memberitahu bahwa Ia telah sampai di tempat temannya.


"Kamu habis telepon Ibu yaa..?" tanya Fida yang telah keluar dari kamar.


"Iyaa Fii.." jawab Bintang.


"Sekarang kamu istirahat di kamar yaa, wajah kamu terlihat pucat.." ucap Fida sambil mengajak Bintang masuk ke dalam kamar.


"Kepalaku pusing banget, Fii.." ujar Bintang sambil memijit kepalanya.


"Yaa sudah, kamu bawa tidur dulu aja, Bin.. Aku juga mau keluar sebentar yaa.." ucap Fida sambil tersenyum.


"Iyaa Fii.." sahut Bintang seraya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Fida meninggalkan Bintang yang sedang istirahat, Ia lalu bergegas pergi ke toko swalayan untuk membeli sesuatu yang sempat Ia beli.


Bersambung...


🙏😊 A59

__ADS_1


__ADS_2