Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Kekhawatiran Ibu


__ADS_3

"Kamu masih marah sama Ibu, Nak ?." tanya Ibu pada Bintang yang masih saja diam.


"Bintang gak marah kok,Bu.. Tapi tolong jangan di bahas lagi yaa, Bintang gak suka.." jawab Bintang sambil menarik nafas panjang.


"Yaa udah iyaa, Ibu gak akan membahasnya lagi. Sekarang habiskan sarapannya yaa.." ujar Ibu yang juga ikut sarapan.


Setelah menghabiskan sarapannya, Bintang segera pamit dan bergegas pergi ke sekolah. Sesampainya di sebuah halte, Bintang dan anak-anak lain menaiki kendaraan yang biasa mengantar mereka ke sekolah.


Tak lama kemudian Bintang pun sampai di sekolah, dan segera menuju ke kelasnya. Di kelas telah tampak Safa, Billa dan adiknya terlebih dulu sampai.


"Akhirnya datang juga kamu Bin, di tungguin dari tadi.." ucap Safa yang pertama kali melihat Bintang masuk ke kelas.


"Memang kenapa nungguin, mau ngasi sesuatu yaa.." balas Bintang sambil meletakkan tasnya di laci meja.


"Pr kamu udah selesai belum Bin ?" tanya Safa. "Kalau udah, aku boleh pinjam yaa.." sambung Safa sambil memasang wajah memohonnya.


"Oh jadi karena itu kamu nungguin aku, dasar nih anak.." ujar Bintang sambil menaikkan alisnya.


"Tadi aku udah nawarin pr punyaku, tapi dia bilang takut kalau jawabannya salah.." ucap Billa yang menyesal telah menawarkan diri untuk membantu Safa yang justru menolaknya.


"Pemilih sekali kau ini, yaa udah nih lihat aja. Tapi gak gratis..!" seru Bintang sambil memberikan buku pr nya pada Safa.

__ADS_1


"Okey siap bos Bintang, nanti aku traktir permen,hehehee.." sahut Safa sembari mengerjakan pr nya dengan senyuman senang.


~*********~


Setelah seharian mengikuti pelajaran di sekolah, Bintang dan teman-temannya pun akhirnya pulang. Kali ini Bintang pulang dengan semangat, seolah telah melupakan kejadian yang tidak mengenakkan kemarin.


Sesampainya di rumah, Bintang segera mencari Ibunya. Karena ada sesuatu hal yang ingin Ia bicarakan, hingga Ia lupa untuk mengganti pakaiannya.


"Ibu,, Ibu dimana ? seru Bintang yang belum juga menemukan keberadaan Ibunya.


"Ibu di sini Bin, di kebun belakang.." terdengar suara Ibu dari belakang rumah, Bintang pun langsung mencari arah suara itu berasal.


"Kirain Ibu kemana, Bintang cari dan panggil dari tadi gak ketemu. Ternyata di sini.." sahut Bintang yang melihat Ibunya sedang sibuk memetik sayuran.


"Ada yang mau Bintang omongin Bu, tapi kayaknya Ibu masih sibuk." sahut Bintang yang tidak mengganggu kesibukan Ibunya.


"Yaa udah kalau gitu sekarang kamu ganti pakaian dulu, terus makan. Sebentar lagi Ibu juga selesai.." ujar Ibu yang jadi penasaran dengan apa yang ingin Bintang katakan.


"Kalau gitu Bintang mau masuk dulu yaa,Bu.." ucap Bintang seraya meninggalkan Ibunya.


"Iya Bintang, masuklah.." sahut Ibu.

__ADS_1


~***********~


"Kamu mau ngomong apa tadi Bin ? Ibu jadi penasaran.." tanya Ibu pada Bintang yang kini berada di hadapannya.


"Itu Bu,mmmm... Anu itu Bu.." ucap Bintang dengan ragu-ragu.


"Itu anu apa Bin ?, ayo ngomong yang jelas.." sahut Ibu yang jadi bingung sendiri.


"Itu lho Bu,mmmm... Minggu depan ada pameran di kota A, pihak sekolah menyiapkan kendaraan untuk murid-murid yang mau ikut. Bintang boleh ikut kan Bu ?." tanya Bintang penuh harap, agar Ibunya mau mengijinkan.


"Gak boleh, Ibu gak ijinkan kamu pergi kemana-mana.." jawab Ibu yang kini memalingkan wajahnya.


"Tapi kenapa Bu ?, Bintang kan gak sendirian, ada teman-teman dan juga Bu guru yang mendampingi.." jelas Bintang agar Ibunya bisa mengerti.


"Ibu bilang gak boleh, yaa tetap gak boleh Bintang..!" seru Ibu dengan menaikkan nada bicaranya.


Mendengar itu, Bintang pun segera beranjak dari tempat duduknya dan bergegas ke kamar. Tanpa membalas lagi perkataan dari sang Ibu, dan terdengar suara pintu yang di tutup dengan keras. Bintang pun langsung menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur, dengan air matanya yang sudah mengalir begitu deras.


"Maafin Ibu, Nak.. Selama ini Ibu seringkali melarang kamu untuk tidak melakukan kegiatan apapun di luar rumah, serta membatasi ruang gerak kamu.." gumam Ibu dalam hati.


"Ibu hanya tidak ingin, kejadian buruk terjadi lagi sama kamu Bintang.." sambil mengusap air matanya yang telah terjatuh, dan berharap suatu saat putrinya itu bisa mengerti dengan semua yang telah Ia lakukan.

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊


__ADS_2