
Ini hari kedua Riko tidak masuk sekolah, Ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Billa telah memutuskannya. Farid yang sudah tau akan hal ini, berniat untuk menemui Billa kembali.
Namun di sisi lain, Billa yang merasa bahwa keputusannya sudah benar tidak ingin merubahnya lagi. Ia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, untuk kedua kalinya.
"Aku mau ke kantin, ada yang mau ikut gak ?" tanya Safa pada teman-temannya.
"Aku ikut Kak Safa.." seru Lusi, sambil bergegas memasukkan buku cerita miliknya ke dalam tas.
"Kamu Bill, Bin, gak mau ikut ?" tanya Safa lagi.
"Iyaa nanti aku dan Bintang nyusul, Faa..!" sahut Billa seraya menatap Bintang, dan Bintang bisa mengerti arti dari tatapan Billa padanya.
"Yaa udah kalau gitu, aku dan Lusi duluan. Ayo Lus..!" ajak Safa pada Lusi meninggalkan Billa dan Bintang di kelas.
"Riko masih belum masuk sekolah Bill ?" tanya Bintang yang hari ini tidak ada melihat Riko.
"Iyaa Bin, mungkin dia masih butuh waktu. Tadi malam aku hubungi, tapi gak di angkat juga.." jelas Billa masih dengan rasa bersalahnya.
__ADS_1
"Kamu biarkan dulu aja Bill, Riko pasti pengen sendiri dan menenangkan dirinya.." seru Bintang yang tidak ingin Billa terlalu memikirkannya.
"Kamu benar Bin, sekarang ke kantin yukk.. Safa pasti nungguin.." ajak Billa.
"Ayuk Bill, bisa ngomel-ngomel tuh anak kalau nungguin lama,hee.." ucap Bintang yang sudah hapal dengan kelakuan Safa.
Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Farid datang dan menghampiri Billa.
"Bisa ikut aku sebentar Bill ? Ada yang mau aku omongin.." tanya Farid yang langsung di balas anggukan oleh Billa.
"Bin, kamu ke kantin sendiri yaa, kayanya aku gak bisa pergi.." ucap Billa pada Bintang.
Farid sengaja mengajak Billa duduk di kursi yang ada di belakang kelas, karena di tempat itu jarang ada anak-anak yang melewatinya.
"Apa lagi yang mau kamu omongin Far, soal Riko lagi ?" tanya Billa yang tidak sabaran ingin tau, apa alasan Farid menemuinya.
"Iyaa Bill, soal Riko. Aku mau minta sesuatu sama kamu, Bill.." ucap Farid yang kini menatap Billa dengan serius.
__ADS_1
Mendengar perkataan Farid, hati Billa langsung merasa tidak enak. Seolah Ia sudah bisa menduga, apa yang menjadi permintaan Farid padanya.
"Minta sesuatu apa, Far ?" tanya Billa yang sebenarnya Ia tidak ingin tau.
"Aku minta, kamu balikan yaa sama Riko. Riko juga pasti menginginkan itu, Bill..!" pinta Farid yang merasakan hatinya sakit saat mengatakan itu.
"Balikan kamu bilang ?! Kamu sendiri tau jelas Far, apa alasan aku mutusin Riko. Tapi kenapa kamu bisa-bisanya ngomong seperti itu..?!" ucap Billa dengan nada kecewa.
"Iyaa aku tau, tapi aku juga gak bisa lihat Riko kaya gitu terus, Bill.. " jelas Farid.
"Kamu dengar yaa Far, kamu bisa aja gak peduli sama perasaan kamu sendiri dan mentingin perasaan Riko. Tapi gimana dengan perasaan aku, kamu mau aku bohongin perasaan aku sendiri seperti yang selama ini kamu lakukan..?!!" ujar Billa yang tidak bisa lagi menahan rasa kecewanya.
"Kamu bukan cuma egois Far, tapi juga pengecut..! Aku kecewa sama kamu..!!" seru Billa seraya bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan meninggalkan Farid.
"Bill, Billa tunggu..!" panggil Farid yang tidak mendapat sahutan dari Billa, akhirnya memilih untuk membiarkan Billa pergi.
Farid tetap duduk sendirian di kursi itu, sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Perkataan terakhir Billa masih terngiang jelas di telinganya, membuat hatinya terasa sangat sakit. Farid pun tersadar, bahwa apa yang telah Ia lakukan itu sudah menyakiti hati Billa dan membuatnya kecewa.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59