Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Terbongkar


__ADS_3

Sarah yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kini telah tiba di kost-an Della. Ia menyuruh Bintang untuk mengetuk pintu dan memanggil Della, sedangkan Sarah dan yang lainnya bersembunyi di balik dinding dekat pintu.


"Ayo buruan Bin, ketuk pintu dan panggil dia. Aku udah gak sabar mau ngasih dia pelajaran,mmmh.." seru Sarah pada Bintang yang langsung mengetuk pintu dan memanggil Della.


Tokk,, tokk,, tokkk..


Terdengar suara ketukan pintu, yang membuat Della dan Riska terkejut. Mereka berdua pun bergegas mengenakan pakaian mereka dan hanya memakai celana pendek dan juga tank top.


"Siapa sih malam-malam begini yang bertamu, ganggu aja. Orang lagi asyik-asyiknya juga.." gerutu Riska yang terpaksa harus menghentikan kegiatan panasnya.


"Mungkin tetangga sebelah, sebentar yaa aku buka dulu.." ucap Della seraya berdiri dan berjalan menuju pintu, lalu membukanya dengan perlahan.


Setelah pintu di buka, Della sangat terkejut melihat Bintang yang berdiri di depannya. Namun tak lama, Ia di buat lebih terkejut lagi saat Sarah tiba-tiba muncul dari arah samping dan di ikuti oleh teman-temannya yang lain.


"Sini Lu cewek breng***..!" bentak Sarah yang langsung menyeret Della masuk ke dalam, lalu mendorongnya ke tembok.


"Sayang, tutup dan kunci pintunya..!" perintah Sarah pada Sandra.


"Ka-kalian, kenapa bisa datang ke sini..?" ucap Della dengan terbata-bata, karena merasa ketakutan seraya menutupi dadanya yang penuh dengan tanda merah.


"Jadi ini alasannya, kenapa selama ini sering ada tanda merah di tubuh kamu..! Ternyata kalian ada hubungan..?!" ucap Bintang dengan raut wajah yang sangat kecewa.


"Gak sayang, kamu jangan salah paham dulu. Sebenarnya..."


Belum sempat Della menyelesaikan ucapannya, Bintang langsung menghempaskan tangan Della.


"Cukup Dell..! Aku udah tau semua kebohongan kamu, gak ada lagi yang perlu kamu jelasin..!" seru Bintang.

__ADS_1


"Dengerin aku dulu sayang.." pinta Della pada Bintang.


"Aku udah muak dengan sandiwara kamu, aku gak pernah mau lagi lihat muka kamu itu..! Sarah,, selebihnya aku serahkan ke kamu.." ucap Bintang seraya menghapus air matanya, lalu pergi meninggalkan mereka semua di ikuti oleh Anya yang mengejarnya dari belakang.


"Sayang,, Jangan pergi..! Dengerin aku dulu, aku bisa jelasin semuanya. Bintang..!" teriak Della.


"Udah cukup sandiwaranya..! Sekarang waktunya Lu rasain akibat dari apa yang udah Lu lakuin ke teman Gue..!" ucap Sarah yang segera menampar wajah Della berulang kali, lalu menjambak rambutnya.


"Sayang,, kamu urus Riska, cewek mur**** itu. Dia juga harus di kasi pelajaran..!" perintah Sarah pada Sandra, lalu Sandra pun mulai menghajar Riska yang sejak tadi diam ketakutan.


"Ampun Sarah, jangan pukul aku lagi. Kita kan teman.." rengek Riska sambil berlutut di depan Sarah.


"Gue gak pernah merasa punya teman baji**** seperti Lu..!" seru Sarah sembari melayangkan tamparannya tepat di wajah Riska yang langsung meninggalkan bekas merah.


"Dulu kalian juga berusaha kan untuk bohongin dan manfaatin aku, tapi gagal. Sekarang kalian malah bohongin dan manfaatin Bintang, teman baik aku. Rasakan ini..!"


Sarah lalu menendang Della dengan sekuat tenaga, lalu menjambak rambutnya. Begitu juga dengan Riska, yang mendapat perlakuan sama dari Sandra.


"Iy-iyaa Sarah, aku ngerti.." jawab Della lirih.


"Luka Lu ini gak seberapa, di bandingkan dengan apa yang udah Lu dan pacar sia*** Lu itu lakukan pada Bintang.." ucap Sarah yang menatap tajam ke arah Della.


"Nindy, ayo rekam sekarang..!" seru Sarah pada Nindy seraya mengedipkan matanya, untuk mengisyaratkan sesuatu.


"Siap boss..!"


Sahut Nindy yang langsung mengeluarkan ponselnya dan merekam Della dan Riska dengan pakaian yang agak terbuka dan robek-robek.

__ADS_1


"Kalau kalian berdua masih berani bohongin dan manfaatin orang lain lagi, Gue akan sebarkan video kalian..!" ancam Sarah pada Della dan Riska yang sebenarnya video itu tidak ada, karena Nindy hanya berpura-pura merekamnya.


"Jangan sebarkan Sarah, aku mohon sama kamu.." rengek Della.


"Iyaa Sarah, kami janji gak akan melakukan itu lagi. Jadi, tolong hapus rekamannya yaa.." pinta Riska sambil menangis tersedu-sedu.


"Kita lihat aja, dasar sam***..!!" seru Sarah sambil tersenyum sinis.


Keluarga Sarah memang memiliki pengaruh yang sangat besar, karena itu Ia bisa melakukan apapun yang dia mau. Termasuk menjebloskan Della dan Riska ke penjara, tapi Ia tidak ingin melakukan itu. Mengingat masalah ini berkaitan dengan hubungan sesama jenis, yang bisa membawa dampak buruk pada nama baik keluarga besarnya.


"Ayo kita pergi..!" ajak Sarah pada Sandra dan Nindy.


Mereka lalu mencari Bintang dan Anya, yang sejak tadi telah pergi. Sedangkan Della dan Riska, kini sibuk mengobati luka pada tubuh mereka. Lalu bergegas membereskan barang-barangnya, karena besok pagi-pagi sekali mereka harus pergi dari kota B.


~**********~


Di sebuah taman, terlihat Anya yang sejak tadi berusaha untuk menenangkan Bintang yang masih meneteskan air mata. Untuk kedua kalinya Anya merasa bersalah, karena waktu itu telah mendukung Bintang untuk bersama dengan Della.


"Ayo Bin, kita pulang. Sekarang udah hampir larut malam. Udaranya juga semakin dingin, nanti kamu masuk angin.." ujar Anya yang ikut merasakan kesedihan Bintang.


"Sebentar lagi yaa Nya, aku masih pengen di sini.." sahut Bintang seraya menghapus air matanya.


"Kenapa terjadi seperti ini lagi yaa Nya, aku benar-benar bodoh banget..!" ucap Bintang sambil menangis tersedu-sedu.


"Kamu yang sabar yaa, Bin.." balas Anya seraya memeluk Bintang, Ia pun sangat sedih dan tidak terima dengan apa yang terjadi pada Bintang.


Tak lama setelah itu, mobil Sarah pun tiba untuk menjemput mereka. Dalam perjalanan pulang, mereka semua terdiam. Hanya terdengar suara sesenggukan dari Bintang, yang berusaha untuk menahan tangisnya...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59


__ADS_2