
Setelah melalui perjalanan yang jauh, Bintang pun akhirnya tiba di rumah dengan selamat. Ibu dan Ayah menyambutnya dengan bahagia dan juga haru, karena putri kesayangan mereka kini telah kembali pulang.
Tak lupa Bintang pun segera menghubungi Sarah dan Anya, untuk mengabarkan bahwa Ia telah sampai di rumah dengan selamat. Lalu melanjutkan obrolannya dengan kedua orang tua dan juga Kakaknya. Setelah cerita panjang lebar, Bintang bergegas masuk ke kamar untuk beristirahat.
"Bin,, kamu belum tidur kan..?" terdengar suara Tya dari luar kamar Bintang.
"Belum Kak, kenapa..?" sahut Bintang yang membukakan pintu kamarnya.
"Kakak mau tau cerita tentang Fida, kamu ceritain yaa.." pinta Tya yang merasa sangat penasaran.
"Harus sekarang yaa Kak, gak besok aja..?" tanya Bintang yang masih merasa lelah dan pusing karena mabuk perjalanan.
"Iyaa sekarang aja, mumpung Rahma udah tidur.." ujar Tya.
Mau tidak mau akhirnya Bintang pun menceritakan semuanya, dari tentang Fida, Nadya dan juga Sarah yang kini menjadi kekasihnya.
"Yaa ampun Bin, menyedihkan banget sih percintaan kamu. Kenapa gak langsung cerita ke Kakak..?" tanya Tya yang kesal, karena selama ini Bintang menyembunyikan kesedihan dari dirinya.
"Gak apa-apa Kak, masih bisa di tahan sendiri kok,hee.." sahut Bintang sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terus sama yang sekarang gimana, siapa tadi namanya, Bin..?" tanya Tya.
"Namanya Sarah, Kak.. Orangnya baik, perhatian dan pengertian juga.." jelas Bintang.
"Syukurlah kalau gitu, tapi kita juga kan gak tau nantinya gimana, Bin. Karena setiap orang bisa berubah, entah itu berubah jadi lebih baik atau sebaliknya.." ujar Tya yang tidak ingin adiknya itu kembali merasakan kecewa.
"Iyaa Kak, memang benar apa yang Kakak katakan itu. Tapi semoga aja gak seperti itu lagi yaa, Kak.." harap Bintang.
"Aamiin,, semoga aja, Bin.." balas Tya.
"Yaa udah, kalau gitu sekarang kamu istirahat lagi. Jangan begadang, cepat tidur.." seru Tya pada Bintang.
"Jangan pacaran lho yaa, tidur tidur.." seru Tya sambil tersenyum dan berlalu pergi untuk pulang ke rumahnya, meninggalkan Bintang sendiri di kamar.
~**********~
Di sebuah kamar yang lain, terlihat Ibu dan Ayah yang tengah berbincang-bincang dengan raut wajah serius. Ada hal penting yang sedang mereka bicarakan, dan itu menyangkut tentang putri kesayangan mereka, Bintang.
"Ibu yakin mau membahas soal itu sama, Bintang..?" tanya Ayah serius.
__ADS_1
"Iyaa Ayah, Ibu ingin tau langsung kebenarannya dari Bintang sendiri. Bukannya Ibu tidak percaya dengan Ayah, tapi rasanya masih sulit di percaya kalau anak kita seperti itu.." ujar Ibu seraya menghela nafasnya dengan berat.
"Iyaa Bu, Ayah mengerti. Tapi apapun yang nanti Bintang katakan, Ibu harus bisa menerimanya yaa.." ujar Ayah pada Ibu sambil tersenyum.
"Apa Ayah tidak bisa, menceritakan semuanya sekarang..?" tanya Ibu yang merasa sangat penasaran.
"Suatu saat nanti Ibu juga akan tau semuanya, sekarang kita tidur yaa.. Sudah malam, Ibu jangan terlalu memikirkan hal itu. Bintang anak kita, dia tau apa yang harus di lakukan. Kita hanya harus mendukungnya, apapun keputusannya nanti.." ujar Ayah sambil memeluk Ibu, dan mencium kening wanita yang sangat di cintainya itu.
"Iyaa Ayah, Ibu mengerti maksud Ayah. Nanti jika waktunya sudah tepat, akan Ibu bicarakan masalah itu dengan Bintang.." ucap Ibu sambil tersenyum.
"Iyaa Bu, bicarakanlah nanti baik-baik den Bintang. Jangan membuatnya sedih atau merasa terpojokkan, walau bagaimanapun Bintang adalah putri kita.." jelas Ayah.
"Sekarang kita tidur yaa, Bu.. Ayah sudah mengantuk, kapan-kapan kita bahas lagi.."
Seru Ayah sambil merebahkan tubuhnya, di iku oleh Ibu yang berbaring di samping Ayah. Keduanya saling berhadapan, tersenyum dan akhirnya memejamkan mata hingga tertidur lena.
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1