
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Bintang dan Alya masih terlihat sibuk melayani pembeli. Hingga membuat mereka pulang lebih lama dari biasanya, tapi mereka senang karena penjualan hari ini meningkat.
"Akhirnya selesai juga, ayo Mbak sekarang kita pulang.." ajak Alya sambil menggandeng tangan Bintang dan berjalan menuju pintu keluar.
Di luar sudah terlihat seseorang yang menunggu Alya, dia adalah pacar Alya sekaligus calon suaminya.
"Aku duluan yaa, Mbak.." pamit Alya sambil tersenyum.
"Iyaa Al, hati-hati di jalan.." seru Bintang sambil melanjutkan langkahnya untuk kembali pulang.
Bintang yang kini telah berada di depan kost-an, segera membuka pintu yang ternyata tidak di kunci.
"Kemana aja kamu..? Kenapa baru pulang..?!" tanya Fida yang lagi-lagi mulai mengajak bertengkar.
"Tadi di jam mau pulang justru rame, jadi pulangnya agak lama.." jelas Bintang sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Bohong..! Kamu pasti habis pacaran atau jalan-jalan kan sama cewek itu.." tuduh Fida pada Bintang tanpa bukti.
"Maksud kamu, Alya. Dia kan teman kerja aku, dan dia juga sebentar lagi mau menikah.." ucap Bintang yang baru keluar dari kamar mandi, lalu duduk bersandar di sudut ruangan.
"Banyak alasan, kamu memang gak pernah mau ngaku.." seru Fida merebut ponsel Bintang yang Ia pegang, lalu memeriksanya.
"Pasti udah kamu hapus semua kan, biar aku gak lihat..?!" seru Fida yang tidak menemukan apa-apa di ponsel milik Bintang.
"Terserah kamu, aku capek dan ngantuk. Aku mau tidur.." ucap Bintang yang merebahkan tubuhnya yang terasa pegal-pegal dan sakit semua.
"Hey,, anj***..! Aku belum selesai ngomong..!" bentak Fida sambil menarik tangan Bintang.
__ADS_1
"Cukup, Fii..!!" teriak Bintang. "Aku muak berantem terus sama kamu, gak pagi siang malam kamu terus seperti ini..!" seru Bintang yang merasa sangat emosi.
"Kalau kamu mau ngajak berantem, lebih baik kamu pergi aja. Aku benar-benar muak lihat kamu..!" ucap Bintang yang langsung membuat Fida terdiam.
Fida tidak menyangka Bintang akan berkata seperti itu padanya, karena sebelumnya Fida tidak pernah melihat Bintang semarah itu. Ia pun langsung terdiam, hatinya terasa begitu sakit mendengar apa yang barusan Bintang katakan.
"Jadi kamu mau aku pergi..? Jadi kamu udah gak peduli lagi sama aku..? Hiks,, hiks,,hiikks.."
Fida langsung menangis sesenggukan, Bintang yang melihat itu hanya menarik nafasnya dengan dalam. Ia merasa sangat lelah dengan situasi seperti ini, yang membuatnya seakan ingin pergi jauh da Fida. Seketika itu, Bintang pun teringat dengan apa yang di katakan Nadya padanya.
"Kamu udah gak peduli lagi sama aku, jadi buat apa aku hidup. Hiiks,, hiikks,, hiikkss.." ucap Fida yang kini telah memegang sebuah pisau dan ingin melukai tangannya.
Bintang yang melihat itu, sontak langsung merebut pisau yang di pegang oleh Fida dan membuangnya.
"Kamu apa-apaan sih, udah gila yaa..!" seru Bintang yang membuat tangisan Fida semakin menjadi-jadi.
Untuk menenangkan Fida, akhirnya Bintang memeluknya dan menyuruh Fida untuk tidur. Setelah lelah menangis, Fida pun tertidur dan di ikuti oleh Bintang yang juga kelelahan.
Keesokan harinya saat jam istirahat kerja, Bintang menghubungi Nadya untuk memberitahukan sesuatu hal yang penting.
***Bintang: "Assalamu'alaikum, Nad.."
Nadya: "Wa'alaikumsalam, Bin.. Kamu lagi apa..? Udah makan belum..? Kamu baik-baik ajakan..?"
Bintang: "Aku baik-baik aja Nad, udah makan juga tadi.."
Nadya: "Syukurlah kalau begitu, terus gimana keputusan kamu, Bin..?"
__ADS_1
Bintang: "Aku akan ikuti saran dari kamu, Nad.. Karena aku udah gak kuat lagi menghadapi Fida.."
Nadya: "Iyaa Bin, apapun keputusan kamu pasti dukung. Terus kapan, Bin..?"
Bintang: "Secepatnya Nad, nanti kalau udah siap semua langsung aku kabari.."
Nadya: "Aku tunggu yaa, Bin.. Kamu baik-baik di sana.."
Bintang: "Iyaa Nad, terimakasih. Udah dulu yaa, nanti kalau ada apa-apa aku hubungi lagi. Wassalamu'alaikum.."
Nadya: "Iyaa Bin, wa'alaikumsalam***.."
"Habis telepon sama pacarnya yaa, Mbak.." seru Alya dari belakang.
"Ehh, kodok loncat,, yaa ampun Al kamu ngagetin aja deh, huhhhh.." sahut Bintang sambil mengelus dada.
"Hehee,, maaf Mbak Bintang, sengaja.." balas Alya sambil tertawa terkekeh-kekeh. "Benarkan pacarnya, Mbak..?" tanya Alya penasaran.
"Bukan Al, cuma teman kok.." jawab Bintang sambil menghindar dari Alya.
"Bohong yaa, masa iyaa sama teman tapi senyum-senyum gitu.." ledek Alya. "Ayo ngaku aja, jangan malu-malu, Mbak.." ujar Alya sambil tersenyum.
"Yaa udah, aku ke kamar mandi dulu, Al.." ucap Bintang sambil berlalu pergi meninggalkan Alya yang masih belum selesai berbicara.
"Tuh kan, malah kabur. Berarti benar dong yaa,hee.." ucap Alya pada dirinya sendiri.
Sembari menunggu Bintang, Alya merapikan dan menyusun pakaian-pakaian yang terlihat berantakan. Di temani dengan alunan lagu yang di putar, membuatnya menjadi bersemangat dan sesekali ikut bernyanyi.
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59