
Hari yang di tunggu pun telah tiba, terlihat Bintang dan Ayah yang tengah sibuk menyiapkan pancing dan umpannya. Sedangkan Ibu dan kak Tya hanya duduk, sambil menikmati pemandangan di sekitar sungai.
"Ayo Ayah kita mancing di sebelah sana aja.." seru Bintang sambil menunjuk ke arah yang Ia maksud.
"Iya Bintang, ayo.. Ayah dan Bintang mancing dulu yaa,Bu.." sembari meninggalkan Ibu dan kak Tya.
"Hati-hati yaa Ayah, jagain Bintang nya.." sahut Ibu dengan senyuman.
"Yang banyak mancing ikannya yaa Ayah,hee.." seru kak Tya menimpali.
Sambil menunggu Ayah dan Bintang memancing, Ibu dan kak Tya memilih untuk mendengarkan musik dan saling bercerita.
Di tempat yang lain, Bintang sibuk dengan pancingannya. Bersama Ayah yang tampak serius memancing, sambil memperhatikan air sungai yang terlihat tenang.
"Ayah,, umpan Bintang di makan ikan nih.." seru Bintang sambil menarik pancingannya dengan keras.
"Horee,, Bintang dapat ikan Ayah, gede lagi.." ucap Bintang dengan begitu semangat.
"Pintar kamu Bin, umpan Ayah belum di makan juga.." sahut Ayah sambil melepaskan ikan yang di dapat Bintang dari pancingannya, lalu memasukkannya ke dalam tempat khusus untuk ikan pancingan.
"Bintang mau ambil umpan dulu yaa Yah, tadi Bintang lupa bawanya.." ucap Bintang sembari berjalan menuju tempat peralatan memancingnya.
"Jangan lama-lama Bin, nanti keburu ikannya pada kabur.." balas Ayah sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Iya Ayah iyaa.." sahut Bintang dengan senyuman manisnya.
Setelah beberapa jam memancing, Ayah dan Bintang pun sudah merasa lelah. Lalu memutuskan untuk menyudahinya, karena ikan yang di dapat juga sudah lumayan banyak.
"Minum dulu Ayah, Bintang, pasti kalian haus kan.." ucap Ibu sambil memberikan air minum pada suami dan putrinya itu.
"Gimana Ayah, Bintang, dapat banyak kan ikannya..!." tanya kak Tya sambil melihat tempat ikan yang berada di dekat Ayah.
"Wiihh,, keren Bu, ikannya lumayan banyak dan gede-gede juga.." ucap kak Tya sambil memperlihatkannya pada Ibu.
"Ayah dan Bintang memang jago kalau mancing.." puji Ibu yang merasa sangat senang.
"Jago juga kalau ngambek, kan Bu.." seru kak Tya yang sengaja menyindir adiknya itu. Sambil tertawa terkekeh-kekeh.
~***********~
Setelah cukup beristirahat, Bintang dan keluarganya segera bergegas untuk pulang. Meski waktu belum begitu sore, namun karena perjalanannya membutuhkan waktu yang cukup lama di sebabkan jalanan yang rusak. Mereka memilih untuk pulang lebih cepat, agar tidak kesorean sampai di rumah.
Beberapa jam kemudian, tibalah Bintang dan keluarganya di rumah.
"Huhhhh,, capek banget, gerah dan rasanya pengen tiduran.." ucap Bintang yang langsung duduk di kursi.
"Mandi dulu sana Bin, biar segar habis itu baru istirahat di kamar.." seru Ibu sambil membawa ikan hasil pancingan ke dapur.
__ADS_1
"Kak Tya dulu yaa yang mandi, udah gak tahan. Badan lengket banget rasanya.." ucap kak Tya pada Bintang, yang langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
"Capek ya Ayah, jalannya rusak banget jadi lama sampe rumahnya..." keluh Bintang pada Ayahnya.
"Tapi kamu senang kan, akhirnya bisa mancing lagi sama Ayah.." balas Ayah sambil mengusap keringat yang mengalir pada wajahnya.
"Seneng banget Ayah, apa lagi dapet ikannya lumayan banyak. Kapan-kapan kita mancing lagi yaa Ayah.." pinta Bintang pada Ayahnya.
"Iyaa pasti Nak, jadi sekarang anak Ayah udah gak ngambek lagi kan.." seru Ayah yang sengaja menggodanya.
"Ayah nih,, jangan buat Bintang kesel deh.." Bintang langsung memanyunkan bibirnya.
"Tuh kan, baru juga Ayah bilang. Udah ngambek lagi,hehehee.."
"Senyum dong, ayo senyum. Kan senyum Bintang paling manis se-Indonesia.." bujuk Ayah yang justru membuat Bintang semakin kesal.
"Ayah ngomong apa sih, gak lucu,mmmh.." Bintang pun langsung berdiri dan berjalan menuju kamarnya, meninggalkan Ayah dengan raut wajah yang bingung.
"Aneh,, dulu waktu aku bicara seperti itu ke Ibunya, langsung senang sekali. Kenapa Bintang justru jadi kesal,mmmh.."
Gumam Ayah dalam hati, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊