Rahasia Hati Seorang Lesbi

Rahasia Hati Seorang Lesbi
Kenyataan Yang Pahit


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu, kini Riko telah masuk sekolah kembali. Tapi Ia masih belum ingin bertemu dan berbicara dengan Billa, meskipun Billa ingin berbicara untuk mengetahui tentang keadaannya.


"Aku senang sekali, sekarang kamu udah masuk sekolah lagi, Rik..!" ucap Farid sambil menepuk pundak Riko.


"Iyaa Far, aku juga senang bisa bertemu kamu dan teman-teman. Aku minta maaf yaa, karena waktu itu aku melarang kamu untuk datang ke rumahku.." ujar Riko dengan wajah bersalahnya.


"Gak papa Rik, aku bisa ngerti kok. Tapi sekarang, keadaan kamu baik-baik ajakan ?!" tanya Farid sambil menatap serius wajah Riko.


"Aku baik-baik aja Far, cuma hati aku yang gak baik,hee.." sahut Riko sambil tertawa kecil, untuk bisa menutupi kesedihannya.


"Iyaa Rik, aku tau. Kamu yang sabar yaa..!" ucap Farid yang berusaha menenangkan Riko.


"Makasih yaa Far, kamu memang teman terbaikku..!!" seru Riko dengan tersenyum.


"Tapi Rik, apa kamu udah nemuin Billa ?!" tanya Farid.


"Maaf yaa Far, untuk saat ini aku gak mau membahas soal Billa dulu. Hati aku rasanya masih sakit banget..!" jelas Riko yang kini sedang mengepalkan tangannya.


"Iyaa gak papa Rik, maafin aku yaa.. Gak seharusnya aku tanya seperti itu tadi.." ujar Farid yang merasa bersalah, karena telah mengingatkan Riko pada Billa.


"Yaa udah Far, ayo kita ke kantin. Aku laper nih, sekalian aku mau traktir kamu.." seru Riko sembari merangkul Farid dan berjalan menuju kantin.


Dalam perjalanan menuju kantin, Riko dan Farid berpapasan dengan Billa dan teman-temannya. Tapi Riko dan Billa tidak saling bertegur sapa, dan tetap melanjutkan langkahnya begitu saja.


"Kamu dan Riko berantem yaa, Bill ?!" tanya Safa yang mulai penasaran. "Tadi aku tegur Riko juga dia gak nyahut, aneh.." sambung Safa yang merasa bingung dengan kedua temannya itu.


"Gak papa kok Faa, cuma salah paham aja.." jawab Billa yang masih menyembunyikan tentang Riko dan dirinya yang telah putus dari teman-temannya .


"Yaa udah makan tuh siomay, nanti keburu dingin gak enak lho.." ucap Bintang yang sengaja mengingatkan Safa, karena Ia juga tau bahwa Billa tidak ingin Safa bertanya-tanya pada Billa tentang masalahnya dengan Riko.


Billa yang sadar akan hal ini, hanya bisa tersenyum pada Bintang yang juga di balas dengan senyuman oleh Bintang kepadanya.

__ADS_1


~**********~


"Bill, tunggu..! Aku mau ngomong sesuatu sama kamu.." sahut Farid sambil berlari menghampiri Billa, saat melihat Billa dan teman-temannya ingin berjalan pulang.


"Teman-teman, kalian duluan yaa.. Aku mau ngomong dulu berdua sama Farid.." ujar Billa pada teman-temannya.


"Kalau gitu kita tunggu di kursi dekat gerbang sekolah yaa Bill.." balas Bintang sambil mengajak Safa dan Lusi untuk segera meninggalkan Billa dan Farid.


"Mereka mau ngomong apa yaa Bin, mencurigakan.." ucap Safa yang berusaha berpikir sambil meletakkan ujung jari telunjuk pada keningnya.


"Kamu masih kecil Faa, gak boleh tau urusan orang dewasa.." sahut Bintang sambil tertawa kecil.


"Ohh iyaa aku lupa, kalau aku masih kecil. Kalau gitu beliin anak kecil ini permen, coklat dan es krim yaa, Bin.." pinta Safa seraya menunjuk ke arah toko swalayan yang ada di depan gerbang sekolah.


"Yaa ampun,, kok aku ngerasa terjebak sendiri yaa.." ucap Bintang sambil menepuk keningnya sendiri, lalu mereka bertiga pun tertawa dan berjalan menuju ke arah toko swalayan.


Sedangkan Billa dan Farid kini berada di kelas Billa, mereka duduk saling berhadapan. Dengan Farid yang masih tertunduk, sambil berpikir tentang apa yang akan Ia katakan pada Billa.


"Aku gak mau dan gak bisa Farid.." jawab Billa dengan ketus.


"Kamu yakin, Bill ?!" tanya Farid lagi.


"Aku yakin, lagi pula kamu tau jelas alasannya. Apa kamu sengaja menyuruh aku balikan sama Riko, cuma untuk bisa menutupi perasaan kamu ?!"


Seru Billa yang mulai merasa kesal, karena Farid masih saja membahas masalah yang sama.


"Apa maksud kamu, Bill ?!" tanya Farid yang berpikir bahwa Billa telah salah paham padanya.


"Kamu tau maksud aku, Far.. Kamu nyuruh aku balikan sama Riko, karena kamu takut Riko tau kalau orang yang aku suka itu adalah kamu. Begitu juga sebaliknya, kamu juga menyukaiku. Tapi karena Riko, kamu gak pernah mau mengakui itu.." jelas Billa sambil menahan air matanya.


"Dari mana kamu tau itu semua ?!" tanya Farid yang merasa tidak percaya dengan apa yang barusan Ia dengar.

__ADS_1


"Aku bisa merasakannya, dari sikap dan perlakuan kamu selama ini.." ujar Billa yang merasa lega, karena sudah meluahkan apa yang ingin Ia sampaikan.


Dari arah pintu, tiba-tiba datang seseorang yang langsung mendekati Farid. Lalu melayangkan tinjunya tepat di perut Farid, tanpa Ia bisa mengelak.


Bukkk..


"Jadi selama ini, kalian berdua sengaja mempermainkan aku ?!!" bentak Riko yang tidak bisa lagi menahan amarahnya.


"Dan kau Farid, aku gak nyangka kamu tega melakukan ini semua di belakang aku.." ucap Riko sambil mendorong tubuh Farid hingga terjatuh.


"Kamu gak papa Far ?!" seru Billa sambil membantu Farid untuk bangun dan duduk di kursi.


"Aku gak papa, Bill.." ucap Farid dengan suara lirih, sambil berusaha menahan sakit di perutnya.


Melihat itu, hati Riko semakin sakit dan ingin kembali memukul Farid. Tapi Billa segera menghalanginya.


"Cukup Riko..!! Aku bisa jelasin semuanya..!" ucap Billa dengan tubuhnya yang gemetar.


"Gak ada yang perlu di jelasin, aku udah dengar semuanya.." seru Riko sambil mengepalkan tangannya.


"Semuanya ? Bukannya kamu tadi udah pulang duluan ?" tanya Farid yang tidak menyangka bahwa Riko akan datang tiba-tiba.


"Iyaa, tadi aku memang udah pulang duluan. Tapi ada buku yang ketinggalan, makanya aku balik lagi. Tapi aku justru mendengar dan melihat kalian ngobrol berduaan di sini.." jelas Riko yang masih menahan emosinya.


"Maafin aku, Rik.. Tapi aku bisa jelasin, ini gak seperti yang kamu pikirkan.." balas Farid sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit.


"Aku gak mau dengar apapun, aku kecewa sama kamu, Farid..!" ujar Riko seraya bergegas pergi, dengan hatinya yang merasa sangat kecewa.


Saat Ia mengetahui sebuah kenyataan, kalau ternyata Billa menyukai Farid dan begitupun sebaliknya.


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59


__ADS_2