
Tokk,, tokk,, tokkk..
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, Bintang yang kebetulan sedang berada di ruang tamu langsung membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum.." ucap suara sese'orang dari luar.
"Wa'alaikumsalam.." balas Bintang sambil melihat ke arah seorang wanita yang kini berada di hadapannya.
"Kamu..? Kok kamu bisa ada di sini..?" tanya Bintang pada wanita itu yang ternyata adalah Fida.
"Kan aku udah bilang, kalau aku gak mau kita putus. Aku mau tetap sama kamu, Bin.." seru Fida sambil tersenyum.
"Tapi gimana dengan suami kamu, Fii..? Dan kok bisa kamu tau alamat rumah orang tuaku..?" tanya Bintang yang tidak habis pikir kalau Fida bisa sampai mencarinya hingga ke rumah.
"Aku mencarinya di surat lamaran kerja yang tertinggal di rumah kontrakan, soal suamiku gak perlu kamu pikirkan karena aku juga gak peduli.." jelas Fida dengan senyumannya.
"Gak bisa seperti itu Fii, kamu itu belum lama menikah dan aku lihat suami kamu itu orang yang baik.." seru Bintang yang sangat menyayangkan sikap Fida yang meninggalkan suaminya begitu saja.
"Dia memang baik, tapi aku gak ada rasa. Aku sayang dan cintanya sama kamu, Bin.. Harusnya kamu senang, karena aku lebih memilih kamu di banding suamiku sendiri.." ujar Fida yang merasa sangat senang karena bisa kembali bertemu dengan Bintang.
"Tapi aku gak pernah minta kamu untuk memilih aku, aku gak mau merusak hubungan kamu dengan dia. Lebih baik kamu segera kembali ke suami kamu, Fii.." ucap Bintang sambil menarik nafasnya.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara Ibu dari arah belakang, yang sontak membuat Bintang merasa terkejut. Karena Ia takut Ibunya tau dan mendengar, tentang apa yang barusan Ia dan Fida bicarakan.
"Siapa Bintang..? Ada tamu kok tidak di suruh masuk..?" tanya Ibu yang kini tatapannya jatuh pada sosok Fida.
"Iyaa Bu, ini..." belum sempat Bintang berbicara, Fida langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada Ibu.
"Saya Fida, Bu.. Teman kerja Bintang waktu di kota P, di sana kita juga tinggal satu kontrakan.." ucap Fida dengan tersenyum.
"Ohh, jadi begitu, kok Bintang tidak pernah cerita yaa.. Ayo masuk Nak Fida, beginilah keadaan rumahnya.." ujar Ibu sambil mengajak Fida masuk ke dalam rumah dan mempersilahkannya untuk duduk.
"Bintang,, ayo buatkan minuman buat Nak Fida, Ibu mau tanya-tanya ke Fida tentang pekerjaan kamu dulu di sana.." seru Ibu sambil tersenyum ramah pada Fida.
"Buat sekarang Bin, sekalian buat Ibu juga yaa.. Ayo buruan, Nak Fida juga pasti sudah haus karena perjalanan jauh.." ucap Ibu sambil menatap tajam ke arah Bintang.
"Iyaa iyaa, Bintang buatin sekarang.." balas Bintang sambil berjalan menuju dapur, seraya menoleh ke belakang melihat Fida yang tersenyum penuh arti padanya.
"Moga aja Fida gak cerita yang aneh,mmmh.." gumam Bintang dalam hati.
~*********~
Di sisi lain terlihat Bayu dan Ayahnya sedang duduk di kursi tamu, mereka terlihat serius membicarakan sesuatu.
__ADS_1
"Sudah hampir seminggu istrimu pergi dan belum kembali, kemana dia sebenarnya..?" tanya Ayah Bayu dengan raut wajah cemas.
"Fida pergi ke kota P, katanya mau melihat motornya yang masih ada di sana, Ayah.." jawab Bayu yang berusaha untuk terlihat tenang.
"Kalau minggu ini dia belum juga pulang, lebih baik kamu jemput dia dan segera bawa pulang ke rumah. Ayah tidak ingin keluarga dan orang-orang di sini berpikir, kalau istrimu itu telah kabur dari rumah.." jelas Ayah Bayu yang telah mendengar ada omongan tidak enak tentang menantunya itu.
"Ayah tenang saja, nanti Bayu pasti akan membawa pulang Fida pulang ke rumah.." sahut Bayu yang merasa cemas tentang keadaan Fida, karena beberapa hari ini nomor teleponnya tidak bisa di hubungi.
"Kalau begitu Bayu mau pamit dulu ke kebun yaa Ayah, ada urusan dengan para pekerja kebun kita.." ucap Bayu sambil berpamitan pada Ayahnya.
"Kamu hati-hati Bay, jangan pulang larut malam.." ujar Ayah Bayu dengan raut wajah sedihnya.
"Kasian Bayu, baru menikah sudah di tinggal pergi istrinya. Ada masalah apa sebenarnya..?"
Ucap pria tua itu, sambil menatap kepergian putra kesayangannya itu berlalu pergi dengan mengendarai motor.
"Apa Ayah salah, karena telah menjodohkan kamu dengan Fida.." ujarnya lirih sambil menghela nafasnya dengan berat.
Bersambung...
🙏😊 A59
__ADS_1